
"Walaikumsalam..."
Setelah mengakhiri telponnya Ghina menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku tasnya.
"Sudah telponnya... Ayo pamit sama pak Hendra dan temen mu", ajak Al.
"O iya Oom... Ghina mau saya ajak mampir ke rumah Ibu dulu, nanti biar saya yang antar Oom" Al minta ijin sama Oom Yasin.
" Boleh... kalau begitu Oom langsung pulang bareng Salman kasihan anak-anak sudah menunggu di rumah" jawab Oom Yasin.
Merekapun bergegas meninggalkan kedai, Ghina ikut mobil Al karena setuju untuk dikenalkan dengan ibu kak Al.
Setelah beberapa saat mobil Al pun terparkir di halaman sebuah rumah yang luas dengan bangunan lawas nan klasik namun terlihat sangat terawat dan asri.
"Sampai ... Ayo turun kita ketemu ibu" ajak Al sambil melepas sabuk pengamannya.
"Ya... Bismillahirohmanirohiim... " ucap Ghina sambil membuka pintu dan berjalan mengikuti Al.
"Assalamualaikum... " Teriak Al memasuki rumah.
"Waalaikum salam.... " Seseorang dari dalam menjawab sambil berjalan menuju ruang tamu menyambut kedatangan Al dan Ghina.
"Bu... Al bawa Ghina bu... , kenalin Ghin ini ibuku... "Ucap Al sambil menyalami tangan
ibunya.
"Ghina bu... " ucap Ghina sambil bersalaman dan mencium punggung tangan ibu Al yang langsung dibalas dengan pelukan.
"Hmmm... cantiknya calon mantu ibu... Ayo duduk sini... " Ajak ibu Al ( bu Heni )
"Iya bu, terima kasih" jawab Ghina.
"Lanjutin ngobrolnya sama ibu ya Ghin, kakak ganti baju dulu" pamit Al sambil beranjak meninggalkan Ghina dan ibunya.
"Selamat ya Ghin atas kelulusan mu, semoga ilmunya bermanfaat" ucap bu Heni.
"Aamiin ... makasih bu".
Merekapun berbincang akrab seperti sudah kenal lama walaupun baru ketemu.
Ditemani jus jeruk dan camilan buatan mbok Sri Art bu Heni, terlihat makin asyik ngobrol.
Al pun kemudian bergabung lagi setelah mandi dan berganti pakaian santai.
__ADS_1
"Ibu Al mau nganterin Ghina pulang dulu... sudah sore" Al pamit pada ibunya.
"Oke... hati-hati... " jawab ibu Heni.
"Ibu... Ghina pamit dulu ya... terima kasih suguhannya, terima kasih mbok Sri..." pamit Ghina sambil memeluk ibu Heni.
"Iya... ibu seneng Al bisa kenal sama kamu" jawab ibu Al mengeratkan pelukannya.
Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil dan segera Al melajukan ke jalanan.
Didalam mobil Al sesekali melirik Ghina yang duduk disebelahnya nampak diam hanya sesekali menoleh ke kaca samping untuk liat pemandangan.
"Tidur saja... kamu pasti capek" Akhirnya Al bersuara.
"Tidak... walaupun capek semoga mataku tidak tertutup saat bersama kakak saat ini " jawab Ghina tetap dengan pandangan lurus.
" Kenapa memangnya... " tanya Al binggung dengan jawaban Ghina.
"Karena Ghina takut... kakak pergi lagi... " jawab Ghina lirih namun masih terdengar sama Al.
" Owh... berarti kemarin saat kakak pergi ada yang kangen banget ya sama kakak sampai.... ga mau berkedip setelah bertemu... hahaaahaaaa.... " ledek Al sambil terkekeh.
" Apaan sih kakak... " Ghina menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa panas.
"Haaa iyahhh.... ada yang malu... O oo kamu ketahuan... " canda Al dengan terkekeh dibelakang stir nya.
"kita cari tempat makan setelah itu mahgrib baru dilanjut ya... takutnya ga keburu kalau sholat dirumah" ajak Al untuk menetralkan suasana karena tau kalau Ghina lagi malu jadi ga mau bercanda lagi.
"Ya... " jawab Ghina singkat.
Beberapa saat kemudian mobil Al parkir di sebuah ruko, disana ada beberapa warung makan dipinggir jalan.
"Pingin makan apa?" tanya Al.
"Terserah kakak... Ghina ngikut aja"
"Kok terserah... ya sudah kita ke warung soto disebelah sana saja", ajak Al.
"Iya ayo... " Ghina langsung mengikuti langkah Al.
Selesai makan sudah masuk waktu mahgrib kemudian sholat baru lanjut jalan lagi.
30 menit kemudian sampai dirumah Ghina.
__ADS_1
Mereka turun dan langsung menemui Oom Yasin. Al nampak berbincang dengan Oom Yasin dan Ghina permisi karena mau mandi.
Namun sebelum mandi Ghina membuatkan minum dan menyuguhkan camilan dulu buat Al dan Oomnya.
" Oom mau ke pak Rt dulu ada undangan tasyakuran... mas Al tunggu aja dulu, sambil istirahat... nanti ngobrolnya dilanjut setelah Oom pulang dari pak Rt " pamit Oom Yasin.
"Iya kak... kakak pasti cape... Ghina mau isya dulu.
Kemudian Al pun merebahkan diri didepan ruang tv di karpet bulu-bulu tebal, disitu ada Salman yang sedang main game di ponselnya tapi televisi menyala.
"Rebahan sini dulu kak... " tunjuk salman mengarah sebelah dirinya.
Tanpa menunggu lama Al yang memang cape langsung tertidur apalagi udara kampung yang makin malam makin terasa dingin.
Ghina sholat dilanjut mengaji sambil menunggu Oomnya pulang.
____
Setelah Oom nya pulang, Ghina membangunkan Al dan obrolan dilanjutkan
ternyata mereka membicarakan tentang rencana Al yang akan melamar Ghina dan tentang Oom yang akan menemui pakde untuk membatalkan perjodohan.
Setelah obrolan itu selesai Al pamit karena hati sudah semakin malam.
"Oke ... Oom Al pamit dulu, nanti bisa di bicarakan lewat telpon kalau ada sesuatu yang mesti dibicarakan mendadak" ucap Al
"Ya mas Al... hati-hati dijalan ini sudah hampir jam 10, jalanan sepi dan gelap" ucap Oom Yasin.
"Iya Oom... saya pamit dulu Ghina, Salman ... nitip kak Ghina ya jagain buat kakak... " ucap Al sambil salaman sama Oom dan Salman.
"Iya kak... Semoga lancar dijalan" ucap Salman.
" jangan lupa kabari kalau sudah sampai rumah kak" ucap Ghina.
"Oke... semua, Assalamualaikum.." ucap Al sambil masuk mobil.
"Waalaikumsalam" ucap mereka serentak.
Setelah mobil Al melaju meninggalkan keluarga Ghina, mereka kemudian masuk rumah dan menutup pintu.
Dan hari besok akan ke rumah pakde menyelesaikan masalah perjodohan.
"Semoga besok lancar... sesuai harapan Ghina ya Alloh.... Aamiin ", doa Ghina menjelang tidurnya.
__ADS_1
tbc
___________________________________________