TERJAL

TERJAL
Kejutan dahsyat


__ADS_3

Ghina hari ini sedang berada dikampung seperti biasa, berada dirumah bersama adik, Oom dan dua ponakannya, ponakannya dan adiknya tahun ini mereka akan masuk kuliah, karena Salman dan Dina sudah sama-sama dikelas 12.


Sementara Ghina masih ada sementer lagi. Hmmm ... rumah ini akan sering kosong nanti kalau adik jadi kuliah dikota terus gimana nih nasib sibebek dan ikan-ikan serta kebun ladang dan sawah mereka, pasti semua ini akan menjadi tanggungan Oomnya.


Beruntungnya tiga bulan lalu Oomnya memutuskan untuk menikahi tetangganya yang seorang janda tanpa anak untuk menjadi istrinya, agar ada yang membantu mengurusi anak-anaknya. Kedua anak merekapun setuju termasuk Ghina dan Salman juga ikut senang.


Pulang dari masjid untuk sholat ashar Salman mengajak Ghina ke danau tidak jauh dari rumah mereka....


Sepulang dari masjid tadi tidak sengaja dia seperti melihat Adam berboncengan dengan seseorang dan membelokkan motornya kearah taman dipinggir danau itu, ada rasa penasaran dihati Salman tapi Dia tidak ingin bercerita pada kakaknya dia ingin membuktikannya langsung bersama kakaknya, berharap dugaannya salah.


"Pakai helm dan masker ini kak... " pinta Salman sambil menyodorkan helm dan masker pada kakanya, yang dikasih cuma menerima dengan mimik wajah keheranan.


"Dik kita mau kemana sih... jauh ya kok harus lengkap gini.... Tanyanya penasaran.


"ya engga... cuma nanti kalau ga kemaleman kita bisa jalan ketempat lain, Oya jangan lupa pakai jaket juga takutnya sampai malam... imbuh Salman menambah Ghina jadi lebih penasaran lagi.


Sesampainya di taman danau, mata Salman berputar keliling mencari yang dimaksud apakah benar adanya.


Setelah beberapa saat dia melihat motor seseorang terparkir disudut taman, tapi siempunya motor tidak terlihat, didekat motor itu ada tempat duduk yang ada sandarannya gitu, mungkinkah disitu tapi Salman melihat hanya ada seorang gadis duduk sendiri terlihat kepalanya saja dengan rambut tergerai.


"kak nikmati keindahan Danau ini kak disore hari begini terasa sejuk dan indah, kata Salman sambil melemparkan beberapa batu ketengah danau, sebenarnya hal itu ia lakukan untuk membuang kekesalannya karena melihat motor Adam ada disudut sana pikirannya berkecamuk.


Akhirnya diapun berniat memberi tahu apa yang dilihat kepada Ghina, suka ga suka Salman harus siap melihat kakaknya menangis seandainya yang dilihat tadi dijalan adalah benar adanya.


"kak.... suaranya lirih memanggil Ghina.

__ADS_1


"Iya... ada apa dik .. jawab Ghina


"Aku melihat ada motor kak Adam kakak harus siap ya kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan... jawab Salman lirih.


"Dimana dik... jantung Ghina langsung berdesir seakan berhenti sejenak...


"Iya dik ... kakak siap, kesakitan yang sudah kita alami membuat hati kakak sekarang terbiasa menerima hal-hal yang tak terduga, jawabnya yakin sambil matanya berkeliling dimana motor yang dimaksud Salman.


Degg...


Hati Ghina berdecak kencang... Dia melangkah pelan mendekati tempat motor Adam terparkir, tak Terlihat Adam disana, hanya ada tempat duduk menghadap danau duduk seorang hadis dengan rambut panjang tergerai... Salman hanya mengawasi dari jarak aman.


"Sepertinya aku kenal dengan gadis itu,,,, bajunya kalau ga salah... seketika pikirannya melayang dengan debaran hati dan detak jantung yang tak beraturan.... Ghina melangkah terus mendekati tempat itu.


Sesampainya didekat kursi itu... jelas terdengar obrolan gadis itu, ternyata gadis itu tidak sendiri melainkan berdua.


cowok : "nah itu kamu tahu, tapi kamu yang selalu ada setiap hari untukku."


Gadis : ya itu yang membuat aku berani melangkah sejauh ini, seandainya tidak seperti itu aku juga mungkin akan sangat merasa bersalah...


Ghina penasaran kok yang dilihat hanya seorang gadis tapi kok seperti terjadi obrolan dengan cowok dan suara itu... ya suara itu tidak asing ditelinga Ghina.


Perlahan Ghina semakin mendekat dengan sangat pelan...


"***..... haaaaa... sepontan ucapan Ghina terhenti jantungnya.... hatinya... nafasnya..... tak beraturan semua..... matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihat didepan matanya tangan menutup mulutnya yang melonggo kaget...

__ADS_1


Seseorang yang selalu dia rindukan yang selalu ada disetiap doanya agar Alloh menjaganya dari marabahaya, kini sedang tiduran dan dielus lembut rambutnya, dipangkuan seorang gadis yang dia sangat kenal... seperti disambar petir ... dia merasakan panas sekujur tubuhnya, kaku tak bisa beranjak atau sekedar berteriak, tak pernah terlintas dibenaknya sama sekali... air matanya sudah deras mengalir tanpa bisa dicegah lagi.


Sepontan cowok itu bangkit dan beranjak ketika mendengar ada suara yang tak dilanjutkan tadi... kaget bukan kepalang, hatinya sedih, hancur berkeping apa yang dikawatirkan ternyata nyata terjadi... menyesal merasa sangat bersalah, malu semalu-malunya, terpuruk dan entahlah yang jelas rasa bersalah dan penyesalan yang mendominasi.


Sementara Asri ( gadis itu Asri) terbelalak, ada rasa bersalah namun...... ya sudahlah ini pasti hanya soal waktu lambat atau cepat Ghina akan tau juga ... pikirnya begitu dengan sedikit rasa malu juga sih...


"Ghiinnn.... Ghinaaaa... maafkan aku,,, suara Adam sambil mendekat kearah Ghina


Ghina menata hatinya... menarik nafas dalam kemudian dihempaskan kasar sebelum akhirnya berbicara...


"Sudah disitu saja jangan mendekat... aku yang akan bicara tolong kalian berdua dengar baik-baik catat atau kalian rekam juga boleh...


"Mulai hari ini detik ini hubungan kita berakhir... kita akan terus berlanjut kalau ada kejujuran dan keterbukaan serta kesetiaan karena janji itu sudah tidak bisa kau pegang maka dari itu kita Putus....


Deg... jantung Adam terasa sakit.


Dan buat kamu Asri .... semoga bahagia jaga Adam baik- baik dan untuk persahabatan kita mulai detik ini, maaf... kita bukan sahabat lagi kita hanya akan jadi orang yang pernah saling kenal dimasa lampau selebihnya aku tidak akan pernah menyapa kalian lagi dimanapun kita bertemu karena masa yang akan datang kita tidak mengenal... aku sudah lupa tentang persahabatan kita dan juga tentang hubunganku dengan Adam...


Terima kasih untuk semua perhatianmu padaku selama kita bersahabat, dan terima kasih juga untuk cinta yang pernah kau berikan padaku (menunjuk Adam) kamu pernah menghiasi hari-hariku dengan indah, itu cuma aku anggap mimpi karena aku sudah lupa tentang semua itu mulai detik ini... aku memaafkan kalian berdua.... ucapnya mantap tanpa air mata.


Sedetik kemudian Ghina pergi tanpa tangis dan air mata, apa yang diucapkannya tadi benar dari dalam hatinya, dibenaknya sekarang hanya keyakinan bisa tanpa cinta dari seorang Adam.


Salman yang mendengar dan melihat semuanya menarik nafas dalam kemudian merentangkan tangannya menunggu kakaknya dipelukannya... Dia peluk kakaknya erat dibenamkannya wajah kakaknya didadanya, dibiarkanya kakaknya menangis sampai puas disitu. Tangannya memberi kode pada Adam dan Asri untuk tidak mendekat. bahkan cenderung mengusir dua sejoli itu.


tbc

__ADS_1


_____________________________________


__ADS_2