
"Sayang...... habis resepsi langsung ikut ke Malang ya" ajak A"l.
Ghina langsung mendonggakan kepalanya... antara kaget tapi sudah tau resikonya jadi istri. Cuma selama ini Ghina belum berpikir kalau ke malang bukannya dia juga punya usaha disini juga kenapa harus stay di Malang.... bathin Ghina.
" Hmmm...... mas mau menetap disana?" tanya Ghina masih dengan pandangan ke depan.
"Hampir dua tahun mas tinggal disana.... mas merasa betah sayang, tapi sebaiknya sayang coba dulu nanti kalau ga betah kita pindah lagi kesini" ucap Al lembut.
" Bukan itu yang aku pikirin mas tapi jujur mas... Ghina tau seperti apa setatus ku sekarang, cuma yang masih kepikiran itu rumah dikampung mas... kalau kita pindah di Malang... kita akan semakin jarang pulang" ucap Ghina sedikit sedih.
"Owh begitu... nanti kita usahakan sesering mungkin kita tengok lah... kasihan bebek-bebek itu... pasti dia merindukanmu" jawab Al sambil terkekeh.
" Kalau itu sih.... sudah pasti kak selain bebek ada juga kambing... puas... Iihhhh jail ah suamiku ini" Ghina sambil menggigit pelan jari tangan Al.
"Minum teh nya terus ayo masuk yuk udah malem... besok kita liat lagi persiapan sampai mana" ucap Ghina.
Setelah menyesap teh nya Al kemudian menyuruh Ghina minum juga segelas berdua.
Kemudian mereka masuk kedalam t ernyata didalam sudah sepi ibu kak Dilla dan anak-anak sudah ke kamar masing-masing tinggal mas Herman yang masih asyik dengan laptopnya didepan tv.
"Masih kerja mas..." tanya Al hendak masuk kamar
"Hee... iya... tanggung nih... bentar lagi kelar kok..."
"Lanjut mas ... Al masuk duluan"
"Ya... ya.. cepet sana pengantin baru ga boleh telat tidur... hahaaaa" canda Herman
" Nah itu... " ucap Al sambil berlalu menuju kamarnya.
___
" Yaangg.... " panggil Al ketika masuk kamar tidak melihat istrinya ditempat tidur.
" Aku disini mas... mau nyiapin baju tidurmu, ada apa?"
Al kemudian menyusul istrinya yang masih sibuk memilih baju di ruang ganti.
"Udah mas pakai ini saja tidurnya, ga perlu ganti lagi..." ucap Al manja tangannya udah mulai membelai rambut Ghina yang tanpa Hijab.
" Wangiiii.... " ucap Al menciumi rambut istrinya.
__ADS_1
" Masss.... geli iihhh... " rintih Ghina.
Tangan Al bukannya berhenti tapi malah semakin kemana-mana
"Masss...."
Dengan sigap Al langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
" Massss"
"Hemmmm"
Hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Al selebihnya tangan dan mulutnya terus bekerja membuat Ghina sampai bergetar tidak kuat menahan geli sekaligus nikmat.
Malam itu pun kembali menjadi malam yang panjang buat Al dan Ghina. Setelah siangnya melakukan perawatan pijat, spa dll membuat tenaga Ghina sangat baik sementara Al merasa aroma tubuh istrinya makin menggairahkan ditambah kulit istrinya makin licin dan bertambah segar membuat gairahnya semakin berlipat.
_____
Hari ini mereka ibu, Al dan Ghina sibuk melihat persiapan resepsi pernikahan yang akan di laksanakan nanti malam disebuah hotel.
Walau ini bukan resepsi yang megah tapi bagi Al dan Ghina merupakan keinginan ibunya jadi harus di lakukan dengan senang hati.
Bu Heni sangat ingin ada pesta resepsi agar semua saudara, teman, tetangga pada tahu.
Selain melihat persiapan tempat juga memastikan kesiapan menu ketering. Lewat waktu Ashar Ghina, Al dan Ibu serta anggota keluarga yang lain bersiap untuk di rias.
Acara akan di mulai pukul 19 malam.
Semua saudara Ghina juga sudah hadir juga, mereka menunggu ditempat yang telah disediakan, Al juga menyewakan beberapa kamar hotel untuk keluarga Ghina.
Ghina mengundang teman kerjanya dulu ada Chandra, Rio, Billy pak Hendra dkk yang lainnya. Ada juga ibu kost, Oliv, Nena, Ayu.
Sementara teman kuliah dan teman SMA dia undang pakai pesan chatt group.
Sambil di rias Ghina sesekali melihat ponselnya.
Disana terdapat obrolan beberapa temannya yang janjian akan datang ke pestanya, ada yang minta maaf nggak bisa datang, ada yang ijin mau membawa pasangannya.
Tiba-tiba ada pesan chatt masuk membuat hati Ghina bergetar ketika melihat siapa yang mengirim chatt itu.
📱: " Assalamualaikum..... Selamat atas pernikahanmu, aku harap kamu mendapat suami yang mencintaimu dengan tulus, doa terbaik selalu untukmu"
__ADS_1
Deg...
Aamiin yra... Terima kasih doamu, apakah kamu tidak mau mengucapkan secara langsung, kenapa hanya lewat chatt" guman Ghina.
" Chatt dari siapa mba... kok mba nya langsung sedih.... maaf mba kepo nih aku... " ucap dari mba MUA nya sambil senyum tipis.
" Temen kecilku dulu mba.... ga bisa datang" bohong Ghina.
" Owh... kirain..."
" Kirain apa mba... " tanya Ghina takut mba perias itu tahu pikirannya.
" Enggak kok... jangan cemberut dong... saya seneng bisa ngerias mba Ghina lho... kulitnya halus dan sepertinya kosmetik apa saja bisa menyatu banget, cantik dengan polesan tidak berlebih terlihat sangat natural" ungkap mba MUA mengalihkan tema obrolan yang tadi.
"Hmmn.... saya ga biasa berias mba... biasanya hanya pakai sabun muka, pelembab dan lips balm, di bedak sedikit sih bedak tabur " terang Ghina.
" Owh.... kulit mba memang bagus walau hanya dirawat sesederhana itu" puji mba MUA.
"Alhamdulillah.... pelembab alami air kran hahaaa... " Suara Ghina mau bilang air wudhu tidak jadi takut riya'.
"Mba... alisnya jangan tebal-tebal ya ... aku takut kalau lihat alis yang dilukis tebal... maaf mba... aku geli... seperti lihat ulet bulu... hihii... maaf ya mba bukan nya gimana tapi saya memang geli... " ungkap Ghina.
"Hahaaa... mba Ghina ini... oke... nanti alisnya saya lukis tipis saja biar terlihat sangat natural... alis mba sudah bagus tinggal di tegaskan sedikit " ucapnya.
"Makasih mba... o ya mba yang pakaikan jibab nya juga atau mba yang lain lagi?" tanya Ghina
" Owh... khusus untuk mempelai perempuan semua tanggung jawab saya mba mulai dari riasannya, pakai baju dan hijabnya juga"
" Oke... pokoknya bikin yang cantik tapi tidak berlebihan ya mba... hahaaa" pinta Ghina sambil terkekeh.
Ghina menarik nafas dalam dan panjang teringat akan chatt yang diterima tadi, berharap tidak akan pernah bertemu dengan mengirimnya tidak untuk saat ini atau bahkan selamanya, hati nya sudah memaafkan tapi kalau bertemu Ghina takut rasa kecewa yang telah terkubur akan terasa lagi, itu saja.
"Semoga kamu tidak datang.... cukup doakan aku dari jauh dengan tulus, aku hanya tidak ingin mengenang mu dengan rasa sakit yang masih tersisa, aku ingin mengenang mu dengan indah itu saja.... aku yakin kamu bisa menemukan kebahagian mu mesti bukan bersamaku .... " guman Ghina.
Ghina kembali melihat ponselnya setelah terdengar beberapa notif pesan masuk. Salah satu nya dari nomer tak dikenal
📱 : " Assalamualaikum.... Ghin... semoga SAMAWA... aku yakin jodohmu adalah orang yang paling baik dan orang yang sangat mencintaimu di dunia ini .... MAAF".
Siapa ini... mungkin Asri... kalaupun iya ... aku sudah memaafkan mu sejak lama. .... hanya saja sama... seperti ucapan ku saat itu... aku tak ingin bertemu... haruskah ku balas... ahh aku rasa tidak perlu... ya kalau dia kalau bukan jadi panjang nanti urusannya" guman Ghina lagi.
Ghina terdiam, saat mba MUA merapikan hijabnya, gaunnya dan menyempurnakan make up nya.
__ADS_1
tbc
_________________________________________