
Setelah semua nya selesai, mereka pun meninggal kan rumah sakit. Di depan rumah sakit sudah ada dua mobil menunggu mereka.
"Silah kan Nona, " seorang supir membukakan pintu, dan mempersilahkan Naya untuk masuk ke dalam mobil.
"Panggil Naya aja pak, " ucap Naya merasa tidak enak.
Supir itu hanya menunduk dan tersenyum menanggapi ucapan Naya. Setelah semua nya masuk ke dua mobil itu pun melaju.
"Loh, Ibuk kok gak ada Tuan? " tanya Naya melihat hanya ada mereka berdua di dalam mobil itu.
"Ibuk ada kok, di belakang, " jawab nya, melihat Naya.
"Ya, tapi kenapa gak sama kita aja Tuan? " Naya kembali bertanya.
"Bisa tidak Nay, kamu nggak memanggil aku Tuan, " ucap Rasya menatap serius pada Naya.
Ia tidak menghiraukan pertanyaan Naya.
"Lalu aku harus memanggil apa Tu_. " ucapan nya terhenti, karna ditatap oleh Rasya.
Naya menunduk, ia tidak sanggup bertatapan dengan Rasya.
"Apa saja, yang penting tidak Tuan… dan satu lagi tidak Pak, " lanjut Rasya sedikit lembut.
Naya mengangkat wajah nya, melihat ke arah Rasya, ia ingin memastikan kalau yang bicara itu adalah Rasya, yang ia juluki Pak dingin.
Tapi aku gak tau harus memanggil apa? " Naya tetap bertanya.
"Baik lah biar aku yang menentukan nya! mulai sekarang panggil aku sayang! " ucap nya tersenyum pada Naya.
"Apa!, Sayang? " Naya terkejut mendengar nya, masa ia harus memanggil Rasya dengan sayang.
Iya, sayang, memangnya kenapa, sebentar lagi kita akan menikah, " ucap nya enteng, seolah mereka benar-benar berpacaran.
__ADS_1
Naya terdiam, mendengar Rasya bilang kalau mereka akan segera menikah, ia teringat akan janji mereka, yang katanya akan menikah setelah keadaan Buk Sari membaik.
"Tuan serius ingin menikah dengan saya? ingat Tuan pernikahan itu bukan mainan? " tanya nya serius. karna bagi nya pernikahan itu bukan lah permainan.
"Iya, aku Juga tau pernikahan itu bukan permainan, " ucap Rasya wajah nya kembali datar sepet biasa.
"Apa alasan nya, me_. "
"kita sudah sampai…, masalah itu kita bahas lain waktu saja! " ucap Rasya memptong ucapan Naya. Lalu ia keluar dari mobil.
Naya juga turun dari mobil, ia menganga begitu melihat rumah yang ada di depan nya.
anggap aja rumah nya seperti ini
"Tuan, tapi ini bukan rumah saya, " ucap Naya, ia beralih melihat ke arah Rasya.
terlalu asyik bicara, Naya sampai lupa kalau Rasya tidak membawanya kerumah nya sendiri.
Tapi tuan."
"Nay, sudah ku bilang jangan panggil aku Tuan. "
"Tapi aku tidak mungkin memanggil mu sayang, " ucap nya memberanikan diri.
"Kamu bisa mencari panggilan lain, atau bisa juga memanggil nama ku. "
"Itu tidak mungkin, karna aku tidak mantas memanggil nama mu, " balas Naya berani.
Entah dari mana ia mendapat ke beranian itu, sehingga bisa menjawab perkataan Rasya dengan lancar.
"Sudah berani ya. "
__ADS_1
Rasya menatap Naya dengan tajam, ia ingin melihat apakah gadis itu masih berani menjawab nya.
"Maaf mas," ucap Naya akhirnya mengalah. Karna tidak sanggup melihat tatapan Rasya.
"Gitu dong sayang, " ucap nya mengusap kepala Naya.
"Ayo kita masuk! ajak nya. menggenggam tangan Naya. Naya pun menurut, mereka berjalan beriringan, sambil berpegangan tangan.
"Mengapa ibuk lama sekali?" tanya Naya setelah mereka sampai di dalam.
"Sabar sayang, kan ibuk lagi sakit jadi bawa mobil nya harus pelan-pelan, " ucap Rasya lembut.
Sebenarnya Naya merasa risih setiap Rasya memanggilnya sayang tapi ia bisa apa, kalau pun perotes percupa, Rasya tidak akan mempedulikan nya.
Tak berapa lama, Buk Sari dan yang lainnya sampai.
"Kak, kok kita dibawa kesini? ini kan bukan rumah kita? " Dian bertanya, samahal nya dengan Naya, Dian juga merasa heran.
Mulai sekarang rumah kalian akan disini, " ucap Rasya.
Dian dan Buk Sari terkejut mendengar nya.
Terus bagaimana dengan barang-barang kami? " Naya kembali bertanya.
Semuanya sudah kami pindah kan kemari Nona, " bukan Rasya yang menjawab, tapi Keny.
Jelas Keny yang menjawab karna dia yang di perintahkan untuk mengurus nya.
Ya sudah Bik, bawa ibuk ke kamar nya! dan kau Ken, tunjukan dimana kamar nya, dan kamar Dian! " ucap nya memerintah kan Bik Darmi dan Keny.
Bik Darmi dan Keny kun mengerjakan perintah Tuan nya.
Tinggal lah Naya dan Rasya di ruangan tamu itu.
__ADS_1
Naya memperhatikan Rasya, ia tidak habis pikir, mengapa ada orang yang melakukan apapun sesuka nya.