Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Kedatangan Jiyyah dan Ririn


__ADS_3

Hari ini Rasya menepati janji nya, ia membawa istri nya kerumah mertua nya, dan akan menginap di situ.


Satu harian ini Naya ada di rumah buk Sari ibunya, mereka bercerita bercanda dan memesak bersama. Naya sangaat merindukan saat-saat seperti ini, tapi karna ia sudah menikah kadi tidak lagi bisa seperti yang ia ingin kan.


Sore hari nya, Rasya pulang kerumah mertuanya.


"Eh Tuan!, " ucap Bik Darmi terkejut melihat tuan nya masuk ke dalam rumah.


"Ya Bik!, Naya nya mana?, " sahut Rasya sekaligus bertanya.


"Ada tuan, lagi masak di dapur sama Ibuk!, " balas Bik Darmi memberi tahu.


Setelah itu Rasya melanjutkan lamgkah nya ke dapur, guna untuk menemui istrinya.


"Sore Sayang!, " ucap Rasya mendekati istrinya.


"Eh, Mas sudah pulang ya, " sahut Naya menoleh pada Suami nya.


Karna terlalu asik, Naya sampai tidak sadar kalau hari sudah sore, dan Suami nya sudah pulang.


"Hemm!, " balas nya berdehem.


"Sudah kamu ajak Nak Rasya istirahat!, ini biar Ibuk yang siapkan!, " ucap Buk Sari menyuruh putrinya.


"Iya buk, Ayo Mas, " balas Naya, lalu mengajak Suaminya.


Naya dan Rasya pun meninggal kan dapur, mereka berjalan menuju kamar mereka.


"Sampai di kamar, Naya membantu suami nya membuka jas dasi lalau penyiap kan air hangat untuk suami nya.


...****************...


Malam harinya di rumah Bunda Yasmin.


"Mah, kenapa mama mengajak mereka berdua?, lalu apa ini?!, " tanya Bunda Yasmin, bertanya pada mertua nya.


"Memeng nya kenapa!, tidak boleh, iya?, " senggah Eyang Desi menatap menantu nya.


"Bukan tidak boleh mah!, tapi kan kita belum mberitahu Rasya!, mamakan tau kalau dia sedang mengina di rumah mertuanya, " ujar Bunda Yasmin.


iya bingung, entah bagai mana lagi cara menghadapi mamah maertuanya, yang selalu melakulan semua hal sesuka hati.


Sudah kau tenang saja, dia tidak akan marah!, " kilah nya, lalu Eyang mpersilahkan tamu yang ia bawa untuk masuk.


mau tidak mau, ahir nya Bunda Yasmin memerintahbkan pembantu nya, menyiapkan dua kamar untuk tamu yang di bawa oleh martua nya.


Malam itu Bunda Yasmin put tidak bisa tidur dengan nyenyak, karna ia benar-benar takut, kalau putranya akan marah jika tau ada tamu yang tidak dia sukai tinggal di rumah nya.


Pagi harinya.

__ADS_1


Tok tok tok


Bunda Yasmin mengetok pintu kamar mertuanya.


Mah, aku mau ngomong sama Mamah, " ucap Bunda Yasmin, ia mendatangi kamar mertua nya.


"Ya sudah masuk saja, " balas Eyang Desi mempesilah kan menantu nya masuk.


Bunda Yasmin membuka pintu nya, lalu masuk.


"Kamu mau ngomong apa?, ucap Eyang bertanya.


"Aku mau ngomong soal!, Jiyyah dan Ririn mah!, " ucap Bunda Yasmin ragu-ragu.


"Memang nya mereka itu kenapa?, " tanya Eyang lagi.


"Mamah kan tau, kalau Ririn itu…., " Bunda Yasmin tidak melanjutkan ucapannya, karna ia yakin kalau Eyang tau maksud nya.


"Kamu tidak usah takut, dia sudah tidak lagi mencintai putra mu itu, " senggah Eyang kesal melihat Bunda.


"Memang nya mereka tidak ada tempat tinggak lagi?!, makanya Mamah membawa mere tinggal di rumah ini?, " lagi-lagi Bunda bertanya.


"Mengapa kau banyak sekali bertanya!, " bentak Eyang, membut Bunda terdiam.


"Sudah, kau keluar dari kamar ku, " lanjut Eyang kembali membentak menantunya.


"Memangnya enak di marahi!, selamanya kau tidak akan pernah bisa mengambil hati tante Desi!, karna hanya akulah yang ia sayangi, " ucap Jiyyah tersenyum melihat Bunda Yasmin menangis keluar dari kamar yang ia tahu adalah kamar Eyang Desi.


Tanpa menghiraukan ucapan Jiyyah Bunda langsung pergi kekamar nya, begitu sampai di kamar Bunda bingung harus berbuat apa.


Jika ia mengadu pada putranya, ia takut putranya akan marah besar dan mengusur Eyang, sedangkan Almarhum suami nya sudah berpesan, agar menjaga Eyang dan Adik perempuan nya.


tapi kalau di biarkan ia takut, rumah tangga anaknya akan hancur, karna ia tau kalau Ririn itu masih mencintai puntranya.


Siang hari nya, di rumah makan


"Gas lo kenapa sih?, " tanya Nining, heran melihat Bagas, yang mendiam kannya.


"Tidak, aku tidak apa-apa, " jawab Bagas, setelah itu ia kembali diam.


"Eh gas, gue bisa cerita gak sama lo?, " tanya Nining lagi.


"Hemm, " Bagas hanya berdehem, membuat Nining bertambah bingung.


Bagai mana tidah bingung, Bagas yang ia kenal Ramah dan suka menjahilinya, hari ini berubah pendiam dan menghindari nya.


"Lo kenapa sih?, " ucap nya kesal pada Bagas.


"Aku gak papa Ning, " jawab Bagas ahirnya.

__ADS_1


"Gak kayak biasanya, " sambung Nining lagi.


"Emang Nining yang cantik ini mau cerita apa sih?, " tanya Bagas ahirnya kembali seperti biasa, ia takut kalau Nining mengetahui karna apa ia menjauh.


"Dih!. "


"Tuhkan, mau lo apa sih. "


"Oke, gue mau cerita sama lo, tapi ini serius ni, " ucap nya serius.


"Ya ceritalah, gue dengerin, " balas Bagas.


Nining pun menceritakan pada bagas, tentang ia dan kenalan nya yang ada di Nt dan Mt. Bagas yang mendengar kan pun merasa bersalah, tapi ia belum sanggup jujur pada Nining.


"Mungkin dia lagi butuh waktu Ning, Buat ketemu sama lo, dan mgomong lamgsung sama lo, " balas Bagas, seolah-olah mengungkap kan isi hatinya.


"Menurut lo giti ya?, " tanya Nining.


Bagas pun dengan cepat mengangguk.


membuat Nining heran dan menatap nya.


"Kenapa lo sepertinya sudah tau sama cerita gue, " seru Nining menatap Bagas.


"Jangan bilang…!, kalau lo ngekutin gue!, lo matamatain gue ya?, " tuding nya menunjuk Bagas.


"A_ apaan sih lo gak jelas, " kilahnya terbatak.


"Hayo ngaku, " tuding Nining lagi.


"Enggak Ning!, " 'Bagas tetap mengelak.


"Beneran, " ucap Nining lagi memastikan.


"Iya Ning gue gak tau, gue tau nya ya setelah lo kasi tau, " jelas Bagas berbohong.


"Gue harap lo jujur ya. "


"Hemm. "


Setelah itu mereka kembali bekerja, memgerjakan pekerjaan masing-masing, dengan pikiran masing-masing.


Karna Nining tetap curiga pada Bagas,sedangkan bagas merasa tambah bersalah.


Tolong dukung Krya mak ya πŸ™πŸ™πŸ™


Seperti like komen favorit dan vote nya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Love you πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2