Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Menemui Nining 2


__ADS_3

Naya masih ada di rumah makan, ia masih asyik mengobrol dan bercanda, dengan Nining dan Bagas. seperti biasa dua orang itu akan terlihat akrab bila sedang bersama Naya.


Eh Nay kamu masih punya hutang penjelasan sama kita, " ucap Bagas, ketika ia teringat kejadian di rumah sakit.


"Apaan, perasaan aku gak pernah janji deh, mau jelasin apapun pada kalian, " bslas nya merasa tidak pernah berjanji apapun pada kedua teman nya.


"Jangan kamu kira kita gak tau ya, kalau kau dan Pak Rasya berpegangan tangan, " Nining ikut menipali.


Sebenarnya Nining sudah hampir lupa akan kejadian itu, tapi karena Bagas dia kembali mengangingat nya.


Kalian pacaran ya? " tanya Bagas dan Nining bersamaan, mereka mencoba menggoda Naya.


Apaan sih kalian, gak kok, " jawab Naya mencoba untuk mengelak. tapi ia sudah tersipu malu dengan pertanyaan kedua nya.


"Tukan bener, bukti nya kau tersipu, " tuding Bagas lagi, masih lanjut menggoda Naya.


Nining dan Bagas masih terus menggoda Naya, mereka ingin Naya mangaku kalau dia memang berpacaran dengan Rasya.


Tapi Naya masih kekeh tidak mau mengakui nya, bukan tidak mau tapi mereka memang tidak pacaran, karena Rasya tidak pernah menyatakan perasaan nya pada Naya.


...***********...


Di tempat lain masih di rumah makan yang sama. Ada orang yang sedang terbakar api cemburu. Rasya sangat terkejut melihat video yang dikirim orang suruhan nya untuk menjaga Naya.


Apa yang di lakukan gadis itu disini, mengapa dia tidak memberi tahu ku kalau ingin keluar, " ucap nya dalam hati terus melihat video yang ada di ponsel nya.


"Anda kenapa Tuan? " tanya Tuan Rajo melihat wajah Rasya yang seperti menahan amarah.


Mendengar Tuan Rajo bertanya Keny pun melihat ke arah Rasya.

__ADS_1


"Ada apa tuan? " tanya Keny berbisik, membuat Tuan Rajo merasa heran.


Rasya tidak menjawab pertanyaan Keny, tapi ia mengirim pesan lewat ponsel nya. Keny melihat Tuan nya lalu mengangguk.


"Maaf Tuan Rajo, saya harus pamit, " ucapnya, bukannya nenjawab dia malah berpamitan.


"Tapi Tuan tidak usah khawatir, ada Asisten saya yang akan menemani Tuan, " lanjut nya lagi, sebelum Tuan Rajo bertanya pada nya.


Setelah mengatakan itu Rasya langsung meninggal kan Tuan Rajo Dan Keny di ditu, sedang kan ia langsung menuju ruang penyajian makanan.


"Nay, Ada yang datang tu, " bisik Nining memberi tahu, tapi Bagas juga mendengar nya.


"Siapa sih? " tanya Naya dab Bagas mersamaan.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Rasya mendekati Naya.


Belum sempat naya melihat kebelakang, ia sudah mendengar suara Rasya yang bertanya.


Rasya menatap Bagas dengan tajam. Bagas yang mendapat tatapan dari Rasya pun langsung berdiri dari kursi nya.


"Maaf Pak, silah kan, " ucap nya pada Rasya, ia berpindah duduk ke samping Nining.


Rasya pun duduk di samping Naya.


"Mas sedang apa di sini, " tanya Naya, begitu Rasya duduk di samping nya.


"Bertemu klien, " jawab nya singkat.


Tapi tatapan nya tertuju pada Bagas. Bagas yang di tatap pun menunduk.

__ADS_1


"Mas taudari mana kalau aku di sini? " nyanya lagi.


"Aku akan tau dimana pun kau berada, " jawab nya datar, beralih melihat Naya.


Glek


Naya menelan ludah nya melihat tatapan Rasya.


Sedang kan Nining dan Bagas yang mendengar itupun juga ikut terkejut.


"Nay, kita pamit dulu ya, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakikan. Iya kan Gas, " pamit Nining.


Bagas pun mengangguk. Sebelum Naya menjawab Nining menarik tangan Bagas, mereka meninggal kan Naya dan Rasya di tampat itu.


"Gilak ya, Pak Rasya seram amat, " ucap Bagas begitu meraka sedikit jauh dari tempat Naya dan Rasya.


"Iya ya Gas, " jawab Nining, tanpa Nining sadari kalau dia masih memegang tangan Bagas.


Bagas menghentikan langkah nya, yang membuat langkah Nining pun terhenti.


"Ada apa? " jawab Nining melihat ke arah Bagas.


Kita bukan nya udah jauh ya dari mereka? Bagas bertanya pada Nining.


"Iya, kita sudah jauh, " jawab Nining masih belum sadar.


"Terus kenapa lu gak lepasin tangan gue? " tanya bagas, melihat tangan nya yang di pegang oleh Nining.


"Ih kok lo diam aja sih, " marah nya menghepaskan tangan Bagas.

__ADS_1


"Dih lo yang megang tangan gue, " balas Bagas meninggal kan Nining di tempat itu.


"Dasar sinting." Nining pun melanjutkan langkah nya.


__ADS_2