
Sore hari nya Naya menyambut kedatangan suaminya. Setelah itu mereka naik ke lantai atas tempat di mana kamar mereka berada.
Sampai di kamar Naya membantu melepaskan Jas yang di kenakan Rasya, meletakan nya di keranjang tempat pakaiyan kotor.
"Mas, besok kita ke rumah ibuk ya, " pinta Naya, sambil membuka satu persatu kancing kemeja Rasya.
"Untuk apa sih Nay?, tanya Rasya pula menatap Naya.
"Aku kangen sama ibuk Mas, " jawab Naya, menarik kemeja Rasya.
Huhhh
Rasya menarik nafas sambil berfikir.
"Baik lah, besok Aku akan mengantar mu sekalian berangkat kekantor, " ucap Rasya menuruti keinginan Naya.
"Makasih Mas, " ucap nya kegirangan tanpa sadar ia memeluk Rasya yang sedang bert*l*nj*ng d*d*.
"Jangan memancingku Nay, memang nya kau sudah siap?, " ucap Rasya bertanya sambil tersenyum pada Naya.
Yah walau pun sudah dua bulan mereka menikah, tapi Rasya belum juga mendapat kan Naya seutuh nya.
Bukan Naya menolak nya tapi memang dia lah yang tidak perna meminta hak nya, karna takut Naya belum siap melayani nya.
Gleek
Naya menelan ludah mendengar pertanyaan dari suami nya, dia tau arti dari pertanyaan suaminya karna dia bukan orang polos lagi. Selama ini ia merasa aman karna Rasya memang tidak pernah menyinggung masalah itu.
"Maaf mas aku tidak berma_." ucapan Naya terhenti karna Rasya sudah membunggam nya dengan bibir nya.
Untuk sesaat Naya hanya bisa diam, tidak membalas atau pun menolak.
"Tidak usah minta maaf, kamu gak salah kok, " ucap Rasya sambil memegangi bibir milik istri nya.
__ADS_1
Naya memandang wajah Rasya, dia benar-benar bingung harus bagaimana, ingin menolak dia tidak berani, karna menurut nya selasma menjadi istri Rasya dia sudah di perlakukan dengan baik kecuali satu. Ya itu, melarang jika ingin pergi kemana-mana.
Melihat Naya yang memandangi nya terus, Rasya tersenyum, dan menggendong istri nya itu membawanya ke atas ranjang mereka.
"Apa kau benar-benar siap? Jika aku memintanya saat ini?, " tanya Rasya sambil meletakan Naya di atas ranjang.
"Apa kah aku masih bisa menolak?, " tanya Naya balik terus menatap suaminya.
"Aku rasa tidak, " jawab Rasya.
"Lalu untuk apa lagi bertanya, " balas Naya, ia pun sudah pasrah.
Lagian apa salah nya toh dia memang sudah menjadi istri dari Rasya Dirgantara. Kalau pun mereka berpisah dia juga sudah menjadi janda, itu artinya sudah tidak gadis lagi.
"Ingin bertanya saja, : ucap nya. Lalu merangka naik keatas ranjang mengungkung Naya.
Deg deg deg
Suara jantung keduanya beradu. Meskipun mereka terlihat biasa saja tapi tetap saja merasa deg-degan karna ini kali pertama bagi kedua nya.
Benar saja seperkian deting benda kenyal melik suami nya kembali menderat di bibir kenyal milik nya.
Rasya terus mencumbui istri nya, sang istri pun membalas. Rasya melepaskan pangutan mereka lalu turun ke leher istri nya, lelah berlabuh dilehar lanjut ke bawah tempat di mana ada dua benda kenyal yang berukuran sedang sangat pas di tangan nya.
Ahhhh
Desah Naya karna Rasya terus mengulam pucuk g*n*ng milik nya. Dan tanpa Naya sadari ia sudah polos tak mengenakan apapun lagi.
"Tahan ya sayang, " ucap Rasya lembut saat ia ingin memulai permainan inti mereka.
"Iya mas, " balas Naya, berucap juga menganggukan kepala nya.
"Kok susah sih, " dumel nya marasa kesal karna ia gagal.
__ADS_1
"Sakit mas, " rintih Naya.
"Sabar ya sayang,! Mas coba lagi, " ucap nya lagi kembali melanjutkan aksi nya.
Naya pun kembali mengangguk, meskipun kesakitan ia menahan nya.
"Apa ada yang salah, " ucap Rasya lagi, kali ini hanya dalam hati.
Sebenarnya ia merasa kasihan pada istri nya, tapi ia merasa lebih kasihan lagi pada junonya jika ia gagal untuk yang kedua kalinya.
Ahhh
Desah nya begitu sang juno berhasil masuk ke goa sembit milik istri nya.
Lain dengan Naya, ia menutup mulut nya dengan tangan nya agar tidak berterik karna kesakitan.
Sakit ya sayang? Maaf ya Mas benar-benar tidak bermaksud menyakiti mu, " tanya nya sekaligus meminta maaf pada Naya.
"Gak apa-apa mas, " balas Naya mencoba menenangkan diri nya.
Rasya pun menghentikan pergerakan nya, melihat istri nya yang kesakitan. Lalu ia kembali membungkam Naya dengan bibir nya berharap bisa mengurangi rasa sakit yang Naya rasakan.
"Kita lanjut ya sayang. "
Entah bertanya atau niat mengatakan Naya tidak tau, yang pasti belum sepat di jawab Rasya sudah kembali beraksi dengan memaju mundur kan p*ngg*l nya.
Untuk sesaat Naya memang kesakitan, tapi lama semakin lama ia pun merasa ke enakan bahkan sampai m*nd*s*h.
Lalu mereka menikmati sore panas mereka. Ya sore karna hari masih sore dan mereka benar-benar melakukan nya sampai malam hari.
Mohon maaf lahir batin semua 🙏🙏🙏🙏
Maaf ya mak baru bisa up sekarang karna mak lagi sibuk🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Love you 💓💓💓💓💓💓💓💞💞💞💞💞💞💞💞