Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Mengenal kan Naya


__ADS_3

Siang menjelang sore itu juga Rasya mengatakan pada Buk Sari kalau mereka akan secepat nya menikah


Setelah selesai mengatakan nya pada Buk Sari, kalau mereka skan segera menikah. Rasya pun pulang tapi ia tidak pulang sendiri. Naya ikut bersama nya, untuk mengenalkan nya pada Bunda Yasmin.


"Mas aku takut, " ucap Naya melihat ke arah Rasya.


Saat ini mereka masih ada di perjslanan menuju rumah Rasya.


"Gak usah takut, Bunda orang nya baik kok, " balas Rasya menggenggam tangan Naya, lalu mengecup nya.


Begitu lah jika mereka saat berdua, Rasya akan ber sikam sedikit manis, tapi wajah nya selalu terlihat dingin.


"Tapi mas, aku benar-benat takut, " ucap nya lagi.


Naya benar-benar takut, kalau Bunda Yasmin tidag akan menerima nya.


"Udah, kamu tenang aja ya, " ucap Rasya tersenyum, melihat kearah Naya, tapi hanya sebentar karna ia sedang menyetir.


Naya mengangguk, membalas senyuman Rasya.


beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah Rasya. Rasya keluar dari mobil, laku membuka kan pintu untuk Naya.


"makasih Mas, " ucap nya keluar dari mobil.


"Hemm. "


Mereka masuk kedalam.

__ADS_1


"Kakak, itu kakak sama siapa ya? " gumam Nayara bertanya, saat melihat Rasya bersama wanita cantik.


"Harus kasih tau Bunda ni, " gumam nya lagi, lalu berlari.


"Bundaaa!


Nayara berlari menemui Bunda Yasmin yang ada di ruang tamu.


"Ada apa dih Yara, " ucap Bunda Yasmin. ia heran melihat putri nya.


"Kakak Bun, kakak bawa cewek, " ucap nya memberi tahu.


"Terus, kakak mu mana? " tamya Bunda Yasmin melihat ke arah belakang Yara, secara kebetulan Rasya dan Naya pun sudah ada di belakang Yara.


"Tuh, kakak nya dah datang, " jawab Nayara membalik badan nya juga.


Bunda Yasmin tersenyum pada Rasya, lalu beralih melihat Naya.


Nama kamu siapa Nak? tanya Bunda langsung mendekati Naya.


"Duduk dulu bun, " ucap Rasya mengingat kan Bunda nya.


"Oh, iya, Bunda lupa, " ujar nya tersenyum, mempersilakan Naya untuk duduk.


Mereka semua pun duduk di sofa, sebelum duduk, Bunda menyuruh pembantu nya membawa kan minum untuk mereka, dan menyiapkan makan malam.


"Sayang, nama kamu siapa? "Bunda Yasmin kembali bertanya.

__ADS_1


Ka_Kanaya tante, " jawab Naya terbata, ia merasa canggung ada di tengah-tengah Bunda Yasmin dan Rasya.


Bunda Yasmin tersenyum, ia tau saat ini Naya merasa canggung di hadapan nya.


"Jangan panggil tante dong Nak! panggil aja Bunda sama seperti Rasya! " Lanjut Bunda Yasmin.


Bunda Yasmin terus tersenyum kepada Naya, karna ia sangat bahagia, melihat Rasya membawa kekasih nya.


"Baik Bunda."


Bunda Yasmin tidak bertanya apapun pada naya, karna melihat penampilan dan cara Naya bicara, Bunda Yasmin sudah tau kalau naya bukan dari keluarga terpandang.


Tapi dia tidak akan memper masalahkan itu, yang penting bagi nya afalah kebahagiaan putranya.


"Bun. aku dan Naya akan segera menikah, " ucap Rasya tiba-tiba lagi dengan enteng nya.


Uhuuk uhukk uhukk


Naya sampai tersedak mendengar ucapan Rasya, yang kembali membahas pernikahan.


"pelan-pelan sayang, " ucap Bunda, mengusap -usap punggung Naya.


Sedang kan Rasya dia hanya diam saja, tidak merasa bersalah sedikit pun.


Bunda Yasmin menatap punra nya.


"Apa kalian sudah bicarakan ini berdua?" tanya Bunda.

__ADS_1


"Tidak perlu di bicarakan Bun, Naya akan menyetui semua nya."


__ADS_2