Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Kedatangan Eyang desi


__ADS_3

"Gak bisa gitu dong sayang, itu nama nya kamu memaksa Naya, untuk menikah dengan mu, " ucap Bunda Yasmin.


"Tapi aku tidak menerima penolakan Bun, " balas Rasya tetap tidak mau di bantah.


Bunda Yasmin geleng-geleng kepala melihat sifat putra nya.


Sudah Bun, kami memang sudah berencana akan segera menikah, " sambung Naya mencoba membela Rasya.


Karna mau bagai manapun mereka akan tetap menikah.


Dia sudah pasrah mungkin ini sudah jalan hidup nya, lagian Rasya tampan mapan meski pun sifat nya susah di tebak, tapi Naya akan mencoba untuk mencintai Rasya.


"Apa kalin sudah bilang pada ayah dan ibumu sayang? " tanya Bunda, beralih menatap Naya.


"Kalau Ibuk, sudah tau Bun, tapi bapak…. "


Naya menghentikan ucapan nya, karna tidak tau mau bilang apa, ia takut kalau jujur akan bertambah buruk di mata Bunda Yasmin.


"Tapi bapak, kenapa sayang, ? tanya Bunda penasaran.


"Bapak pergi Bun, entah dimana ke beradaan nya, " jawab Naya sendu, ia akan selalu sedih ketika mengingat kepergian Bapak nya yang meninggal kan mereka dan memilih wanita lain.

__ADS_1


"Ya sudah, Bunda gak akan bertanya apa-apa lagi, yang penting sekarang ibumu sudah setuju, " ucap Bunda Yasmin akhir nya.


Naya pun mengangguk, dia sangat bersyukur karna Bunda dari pria yang akan menjadi suaminya samgatlah baik.


Setelah semua membicaraan selesai, sekarang giliran mereka makan malam.


Di meja makan sudah tersaji berbagai makanan, mereka sudah duduk di kursi masing, saat asyik menikmati makanan tiba tiba seseorang datang.


"Wah ada acara makan malam bersama ya, " ucap wanita yang suda cukup berumur.


"Eyang…, Eyang datang kok gak bilang-bilang sih, " ucap Nayara mendekati Eyang nya. Lalu Menyalami Eyang nya.


"Mama…, kok mama gak bilang dulu sih kalau mau datang, " Bunda Yasmin pun ikut mendekati dan menyalam mama mertua nya.


"Siapa gadis ini? " tanya Eyang Desi melihat ke arah Naya.


"Ini Kanaya mah, panggil aja Naya, " jawab Bunda dengan bangga.


"Aku tidak tanya siapa nama nya, yang ku tanya siapa dia? mengapa ada di rumah ini? " Eyang Desi kembali bertanya memandang tidak suka pada Naya.


Naya ingin berdiri, niat nya ingin mengenalkan diri nya sendiri pada orang yang iya yakini adalah Eyang nya Rasya, tapi Rasya menahan tangan nya, menyuruh Naya tetap duduk lewat tatapan nya.

__ADS_1


"Naya ini calon istrinya Rasya, " ucap nya dingin, karna dia memang tidak suka melihat Eyang nya.


"Apa! calon istri! kamu tidak salah memilih, " ucap Eyang. Dengan eksepsi yang sangat terkejut.


"Aku tidak akan pernah salah pilih, sama seperti Ayah, yang sudah memilih Bunda, " balas nya menatap Eyang nya lalu menarik tangan Naya, membawa gadis itu kekamar nya.


"Dasar anak tidak tau di untung, " marah Eyang Desi melihat kepergian Rasya.


"Mama, kenapa bicara seperti itu, Naya gadis yang baik, " ucap Bunda pada mertua nya.


"Bagai mana kau tahu kalau dia baik, yang ku lihat dia pasti hanya gadis miskin, yang hanya ingin menumpang hidup pada Rasya, " balas Eyang Desi asal menilai Naya.


Bagai mana Mama bisa tau kalau Naya itu bukan gadis yang baik, " balas Bunda lagi.


"Oh, jadi kau sudah berani menjawab setiap ucapan ku! " ujar Eyang menetap Bunda Yasmin.


Sudah lah Eyang! jangan marah-marah terus, " Nayara mencoba menenangkan Eyang nya, membawa sang Eyang duduk di kursi makan.


Di rumah itu memang hanya Nayara lah yang Eyang Desi sayagi, maka dari itu hanya Nayara yang bisa memujuk nya.


Sedang kan Bunda Yasmin sudah diam, kembali duduk di kursi nya, jadi lah hanya mereka yang makan malam.

__ADS_1


Sedangkan Rasya dan Naya ada di kamar Rasya.


Sampai di kamar, Rasya memeluk Naya, dan Naya pun mmembiarkan nya saja, tanpa bertanya apapun.


__ADS_2