
Dikantor Rasya pemperhatikan Asistennya, ia melihat sepeeti ada perubahab dar Keny. Biasanya keniy selau menggodanya, tapi tidak untuk hari ini.
Keny melamun memikirkan Yara, gadis itu benar-benar menghindarinya, yang mbuat Keny merasa bersalah.
"Apa ucapanku kemarin terlalu berlebihan, " gumamnya, tanpa ia sadari kalau rasya mendengarnya.
"Nemangnya apa yang kau ucapkan?, " tanya Rasya yang mendengar ucapan Keny.
"Ah…, bukan apa-apa kok, " jawab Keny, ia mengajak Rasya kembali pokos.
Karena siang nanti ada pertemuan dengan pak Rajo.
...**********...
Seperti kata Rasya tadi Buk Sari datang kerumah besannya, sekitar jam sepuluh pagi barulah Buk Sari sampai, ia juga datang bersama bik Darmi.
"Maaf Mbak, baru bisa datang sekarang, " ucap Buk Sari mendekari besannya.
"Tidak masalah, Mbak Sari datang saja kami sudah senang, " balas bunda, lalu meteka berpelukan.
"Mari Mbak! Saya antar ke kamar Naya, dia sudah menunggu mbak dari tadi, " seru bunda menhajak besannya.
Buk saripun mengikuti langgah mertua putrinya. Tak betapa lama sampailah meteka di kamar Rasya dan Naya.
Ceklek
Bunda membuka pintu, mempersilahkan besannya untuk masuk.
Sadakasn Naya, ia masih tidur di kasur buknya.
"Nay, ada ibumu Nak, " beritahu bunda sambil membangunkan menantunya.
Sari yang melihat putrinya tidur dikamar merasa tidak enak, apalagi saat ia melihat sendiri putrinya di bangunkan sama mertuanya sendiri.
"Ah ibuk, maaf Bunda. " Naya mennyapa ibuknya dan meminta maaf pada ibumertuanya.
"Bagai mana kabarmu Nak?, " tany buk sari, ia mendekati putrinya
Naya sehat buk, tapi badan Naya lemes semua, " adunya manja.
__ADS_1
"Itu namanya kamu ngak sehat sayang, " balas ibu memeluk putrinya.
"Ya sudah, bunda pamit ya Nay, " pamit bunda yang tidak mau mengganggu kebersamaan ibu dan anak itu.
"Mama mau kemana?, " tanya bunda saat melihan eyang ada di lantai atas.
"Mama Mau melihat keadaan Naya, " jawab eyang.
"Mama berniat melihat keadaannya atau hanya ingin mengganggunya, " balas bunda menuduh.
"Apa maksudmu! kau menuduhku! " cetus eyang desi tidak suka.
"Bukan menuduh ma, tapi saat ini Naya sedang bersama ibunya, " balas bunda.
"Oo jadi dia lagi sama ibunya, " ujar Eyang, membalik langkahnya, tidak jadi ke kamar naya.
Bunda menggelengkan kepalanya, lalu mengikuti langkah eyang yang turun ke lantai bawah.
Sedangkan Rasya dan Keny, saat ini mereka nerdua sedang metting diluar kantor.
"Selamat siang Pak Rasya, " sapa pak Rajo, mereka kembali bertemu untuk yang kesekian kalinya.
"Siang Pak Rajo, " seperti biasa bukan Rasya yang menjawab tapi Keny.
"Tidak masalah Pak, kami juga baru sampai, " balas Keny lagi.
Merekapun duduk, mulai membahas masalah pekerjaan.
"Papa!
Teriak seorang gadis, mendatangi papanya.
"Sena, ada apa Nak, " balas Raro melihat putrinya.
"Rasya!
Bukannya menjawab, Sena malah melihat Rasya.
"Kau kenal sama Pak Rasya,? " tanya pak Rajo pada putrinya.
__ADS_1
"Kenal Pah, dia itu anaknya tante yasmin, " jawab Sena.
"Bisa kita lanjut, saya masih ada urusan lain, " ujar Rasya yang tidak suka bertele-tele.
" Bisa Pak, maaf…, ini putri saya, " balas pak Rajo, mengenalkan putrinya.
"Hemm, mari kita lanjut, " sahut Rasya singkat.
Pak Rajo menyuruh putrinya pergi, lalu mereka kembali membicarakan pekerjaan.
"Dasar Rasya kaku, ap coba kurangnya aku, " gerutunya, meninggalkan tempat dimana rasya dan ayahnya berada.
...******...
"Lagi ngapain Yang?, " tanya Bagas mendekati kekasihnya.
"Ini mau ngantrin makanan Babas, " jawab Nining.
"Mari biar aku saja, tuan putri duduk manis saja, " ucap Bagas mengedimkan sebelah matanya.
"Babas bisa aja, " ujarnya tersenyum malu.
Bagas mengbil nampan yang sudah berisi makanan, lau mengantarnya kemeja yang sudah di beri tahu Nining.
Sekarang mereka sudah ridak perlu lagi sembunyi, mereka sudah sering menunjukan kemesraan didepan para pekerja lain.
Maka dari itu Bagas berniat untuk memgenalkan Nining pada orangtuanya. karena orangtua Nining sudah tau tentang hubungan mereka.
Derrt derrt derrt
Suara ponsel Nining berdering tanda ada panggilan masuk.
"Naya, tumben dia menelpon, " gumamnya pengangkat telpon dari Naya.
Nining "Ya Nay ada apa? " tanya Nining.
Naya "Ning aku kangin ni sama kamu, datang ya kerumah suamiku, " jawab Naya.
Nining "Apa aku di ijinkan masuk kerumah itu?, " tanya Nining lagi.
__ADS_1
Naya "Pasti Ning, ibu mertuaku sangat baik, nanti aku bilang kalau kau mau datang, " jawab Naya.
Dengan bujukan Naya, ahirnya Nining setuju datang ke kediamasn Dirgantara. Lalu mereka mengobrol beberapahan, setela itu pangilanpun selesai.