
Tidak terasa sudah hampir tiga bulan sejak kejadian itu, Rasya benar-benar melarang istrinya untuk keluar, di tambah lagi sast ini perut Naya sudah mamberas membuat wanita itu juga susah untuk bergerak. Jadi Naya lebih memilih mematuhi perintah suaminya.
Seperti biasa setiap phari Keny akan datang kerumah untuk menhepun tuannya, pagi itu Rasya dan Keny pergi ke kantor, sedangkan Naya ada di kamar di temanni oleh bunda.
Saat melihat ke arah luar, tidak sengaja Bunda melihat ada orang yang seang memperhatikan rumahnya.
Bunda menelpon pak satpam. Saat ia ingin mengatakan kalau ada orang diluar, orang itu sudah menghilang.
"Mungkin hanya orang melintas," gumam bunda.
"Ada apa Bun?" tanya Naya, saat melihat ibu mertuanya terus memperhatikan ke arah luar.
"Tidak sayang, ayo katanya mau keluar, Bunda temani ke taman belakang," bunda menjawab, sekaligus mengajak menantunya.
"Iya Bun..., tapi Naya bisa jalan sendiri Bunda," ucap Naya saat melihat bunda mendekatkan kursi rodanya.
"Begitu ya, tapi Binda takut nanti kamu kenapa-napa," balas bunda yang menghawatirkan menantunya.
"Aku sudah sembuh Bun, sekarang kita keluar ya," ujar Naya meyakinkan ibu mertuanya.
Bunda pun mengangguk, setelah itu ia membantu menantunya turun ke kebawah.
Di tempat lain saat ini Nining dan Bagas sedang menyiapkam pernikahan mereka, karna seminggu lagi waktunya mareka akan menikah.
"Apa kamu sudah memberi tahu Naya? kapan hari pernikahan kita?" tanya Bagas pada calon istrinya.
"Belum, niatnya besok aku akan mengantarnya langsung ke rumahnya," jawab Nining mberitahu niatnya.
Hari Nining dan bagas benar-benar sibuk, mulai dari membeli cincin, membeli baju pengantin, mereka mengurus semuanya berdua. Sedangkam para orang tua mengurus yang lainnya.
...*************...
Tidak tetasa hari sudah pagi, sepert janjinya kemarini Nining kantakan, hari ini dia benar-benar mendatangi kediaman Diegantara.
Saat ingin masuk kedalam, tidak sengaja Nining melihat orang ber jaket hitam, dengan penutup kepala.
Nining sempst memperhatikan gerak-gerik orang itu, lalu mendekati pak penjaga.
"Pak, kayaknya gerak-gerik orang itu mencurigakan deh," ucap Nining memberi tahu penjaga itu.
__ADS_1
"Di mana Non? tidak ada orang di situ," balas penjaga itu mencari-cari orang yang Nining katakan.
"Loh kok gak ada, kemana ya orangnya." Nining bergumam, setelah itu ia ijin masuk kedalam.
"Neng Nining, nyariin Non Naya yah?" tanya Bibik yang sudah kenal sama Nining.
"Iya Bik, Nayanya adakan?" Nining menjawab sekaligus bertanya.
"Ada Neng, Neng duduk aja dulu! biar bibik panggilin," jawab Bibik mempersilah kan Nining untuk duduk.
Bibik pergi nai ke atas. Setelah mberitahu Naya, Bibik kembali pergi kedapur untuk membuatkan minum untuk Nining.
"Nining!" panggil Naya mendekati sahabatnya itu. Lalu mereka pun berpelukan.
"Tumben pagi-pagi sudah datang? ada apa?" Naya bertanya pada sahabatnya itu.
"Aku mau ngasih kamu undangan pernikahan aku, sepesial aku anterin, kamu harus datang ya." jawab Nining memberi tahu niat ke datangnya.
"Ya, aku akan datang, apasih yanggak buat kamu," balas Naya. Setelah itu mereka mengobrol.
Di tengah obrolan meteka, Bunda datang dan ikut bergabung.
"Oh ya tante, tadi pas aku masuk, kaya ada orang yang ngintip-ngintip gitu ke rumah ini," beritahu Nining, saat ia teringat kejadian tadi.
"Biar nanti Bunda kasih tau Rasya, takutnya dia berniat jahat," lanjut Bunda. Ia takut akan kembali terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Sudah siang nih, aku pulang dulu ya Nay, soalnya masih banyak kerjaan juga di rumah," ucap Nining berpamitan.
"Iya Ning, semoga acaranya lancar ya," balas Naya. Mereka kembali berpelukan, setelah itu Nining pergi meninggalkan kediaman Dirgantara.
...*******...
Siang itu juga, masih di kota yang sama.
Saat ini Yara sedang ada di busat perbelanjaan. Ya itu Mall terbrsar di kotanya, seperti biasa dia memang suka berbelanja. Tapi kali ini tidak, ia hanya melihat-lihat saja.
Hanya sekedar membuang rasa bosannya, sebenarnya dia sangat ingin ke kantor Kakaknya untuk bertemu pujaan hatinya, tapi dia ragu takut mengganggu Keny sang pujaannya.
Brruuukk
__ADS_1
Terlalu asik berjalan dan melihat kesana ke mari, sampai tidak melihat orang yang ada di depannya. Untung saja orang yang ia tabrak cepat menanggakap dan memeluknya.
"Hati-hati Yar, kalau jalan itu lihat kedepan, jangan terus ke samping kiri dan kanan," ucap Keny, ia masih terus memeluk Yara.
"Kak Keny, ngapain kakak di sini?" Yara bertanya pada keny, dia belum sadar keadaan mereka saat ini.
"Lagi memeluk gadis cantik," jawab Keny, tersenyum pada Yara.
Yara melihat Keny, barulah ia dadar, kalau saat ini dia masih ada di dalam pelukan Keny.
"Masf kak. Makasih," ucap Yara, Keny pun melepaskan pelukannya.
"Yara sudah makan siang?" kalau belum Kita makan siang bareng ya," Keny bertanya sekaligus mengajak Yara makasn siang.
"Benaranβ¦, kakak ngajak Yara makan siang?" ujar Yara, ia tidak menyangka dapat ajakan dari pria yang dari tadi di pikirkannya.
"Iya Yara," jawab Keny, jembali tersenyum.
Dengan semangat Yara pun mengangguk, tanda setuju dengan ajakan Keny.
Keny membawa Yara makan siang, mereka mencari tempat yang masih ada di Mall itu, selama makan siang, Yara terus tersenyum, karena bahagia bisa makasn bersama dengan pria pujaanya.
Samahalnya dengan Yara, ternyata Keny pun merasa bahagia, bisa makam siang bersama dengan Yara Adik dari bosnya itu.
"Yara, Keny, sedang apa kalian disini?" tanya Rasya, tiba-tiba, membuat keduanya terkejut.
Yara dan Naya saling menatap, mereka binging mau menjawab apa. Padshal sudah jeles mereka hanya makan siang.
"Tadi aku tidak sengaja bertemu Yara, dan mengajaknya makam siang," jawab Keny. Setengah berbohong.
"Bukannya tadi kau bilang ada keperluan penting? lalu kenapa bisa kau bertemu Yara disini?" Rasya kembali bertanya, ia menstap asistennya itu.
Keny ahirnya diam tidak tau lagi menjawab apa, karna hal penting yang di maksudnya itu adalah menemui Yara.
"Memangnya kenapa kalau aku bertemu dengan kak Keny disini? tidak boleh ya?" kali ini Yara yang bertanya.
Rasya menatap Keny dan yara bergantian, dia merasa ada yang aneh dengan keduanya, lalu Rasya menyuruh Yara pulang. Sedangkan Keny, tanpa di kasi tau Rasya, dia sudah tau kalau dia harus kbali ke kantor.
Mohon dukung krya mak yaπππ
__ADS_1
Dengan like komen favorit dan vote nyaπππ
Love you sekebun buat kalian semua ππππππ