Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Tidak jadi ke bali


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Naya sudah sibuk membangunkan suaminya. Suaminya sendiri yang bilang berangkat jam delapan, tapi ini sudah jam tuju empat puluh menit, suaminya masih tidur dengan nyenyak.


"Bangun Mas!, " ucap Naya menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


"Bentar lagi Sayang, " sahut Rasya, menarik Naya kepelukan nya.


"Ini madih terlali pagi, kita bisa mengulangnya sekali lagi, " ujar Rasya menggoda istrinya.


"Aoaan sih Mas, katanya mau berangkat pagi, gak jadi ya?, " lanjut Naya, bertanya, mencoba mengalihkan suaminya.


Kakau suaminya benar-benar mengulang nalan panas mereka, Naya yakin dia tidak akan bisa bergerak, berujung akan gagal pergi.


"Memangnya sudah pagi ya?, " tanya Rasya santai, " kembasli menghoda istrinya.


"Udah Mas, ini sudah siang, bentarlagi jam delapan lo, " jawab Naya meberitahu.


"Aku tau kok sayang, " ujarnya mencubit hidung Naya, lalu turun dari ranjang dengan tubuh polosnya.


"Sakit Mas, " keluh Naya, lali ia menunduk, malu melihat tubuh polos suaminya.


Kalau malam gak malu ya Nay🤭🤭🤭 author


"Hemm, benarkah, akugak tuh, " ucapnya, setelah itu masuk kekamar mandi.


"Ya nggak sakit lah, kan hidungku yang di cubit, " gerutunya, geram melihat suaminya.


Kalau mereka sedang berdua, suaminya itu sangat jahil, tapi kalau di depan keluarga lain, sangat jauh berbeda.


Merasa semua sudah selesai, Rasya dan Naya pun keluar dari kamar. Mereka turun kelantai bawah, dengan Rasya menyeret koper mereka.


"Bunda, Naya berangkat dulu ya, " pamitnya mencium tangan Bunda, lalu Eyang.


"Iya Nak, hati-hati ya, dan kamu Ras! Jaga Naya baik-baik!, " serunya menatap putranya.


"Hemm, " dehemnya saja, lalu mendekati bundanya, ia juga mencium tangan bunda, dan Eyangnya.

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari rumah, lalu masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan oleh Keny.


"Bagaimana semua sudah siap?, " tanya Rasya begitu ia masuk kedalam mobil.


"Sudah Tuan, semuanya sudah beres, " jawab Keny.


Naya hanya mendengarkan keduanya.


"Baik lah, antar kami kesana sekarang!, " perintahnya


"Baik Tuan, " patuh Keny melajukan mobilnya kearah yang di maksud Tuannya.


Kembali ke kediaman Dirgantara.


"Ririn kamu mau kemana?, " tanya bunda saat melihat Ririn menyeret kopernya.


"Aku mau keluar kota tante, " jawabnya berbohong.


"Keluar kota, " beo bumda, merasa heran, bunda juga menatap Ririn.


"Iya Tan, benar kata mama, " sambung Ririn, ia tersenyum ada bunda.


"Hemm baiklah, kamu hati-hati, " ucapnya meskipun masih ragu.


"Kenapa kau seperti ragu gitu, kau pikir Ririn itu berbohong, " timpal Eyang yang mendengarkan dari tadi.


"Gak mah, aku cuma heran aja, kok bisa bersamaan gitu. Sama Rasya yang juga pergi, " jelas bunda, mengatakan yang mengganjal di hatinya.


"Itu sama aja, kau meragukan Ririn, dan tidak mempercayainya, " senggah Eyang lagi.


"Sudah lah Eyang, Tante gak salah kok, wajar kalau Tante Yasmin curiga, itu karna selama ini aku dan Mama tidak pernah baik, " ujarnya sedih.


"Tuh dengar, jangan berburuk sanggka pada orang, " balas Eyang, menatap bunda tidak suka.


"Tante sudah lah, ya sudah Rin kamu berangkat gih! nanti ketinggalan pesawat lagi, " sahut mama Jiyyah, menyuruh puntrinya.

__ADS_1


"Ririn berangkat Mah, Eyang Tante, " pamitnya menyalami ketiganya.


Ririn pun keluardari rumah, diluar Eyang sudah memesan taxi untuk membawanya kebandara.


...****************...


"Loh, bukannya Mas bilang kita mau kebali, tapi kok gak sampe-sampek ya di bandara? " ucap Naya bertanya, ia Merasa heran, sudah daribtadi mereka berangkat tapi belumbjyga sampau di bandara.


Ya meskipun ia belum pernah kebandara, tapi menurutnya tidak sejauh ini juga, mereka sudah dua jam perjalanan, tapi belum juga sampai, selain heran ia juga merasa bosan.


"Maaf ya Sayang, kali ini kitan gagal kebalinya, " jawabnya tapi dengan kata maaf.


Keny yang mendengarkan tuannya mengatakan maaf, hampir saja tertawa. Untung masih bisa ia tahan.


"Kita gak jadi kebali ya?, " tanya Naya, memastikan.


Maaf Sayang, " Rasya kembali meminta maaf, ia takut Naya kecewa.


Gak papa Mas, lalu kita mau kemana dong?, " tanya Naya kagi bukan kecewa tapi ia penasaran.


"Ada dong Sayang, rahasia, " ujarnya tersenyum, lalu mencolek hidung Naya.


"Ehek, " tawak Keny terlepas, ia benar-benar sudah tidak tahan lagi, melihat tingkah Tuannya yang berubah seratus delapan puluh derajat.


"Keny! Kau mentertawakanku, " ucap Rasya dari belakang, sedangkan Naya sudah menunduk.


"tidak Tuan, tadi saya hanya ingin batuk tapi takut menggangu Tuan, jadi sedikit tertahan, " kilahnya mengelak.


Tidak usah mengelak, aku tau kau pasti menertawakanku, " seru Rasya sangat yakin.


Dia sangat tau watak asisten sekaligus temannya itu. Andai saat ini mereka sedang berdua, Keny pasti sudah mengejeknya habis-habisan.


"Hehehehehe. " Keny pun hanya cengengesan.


"Sudah, kamu tidur aja dulu, paling satujam lagi kita akan sampai, " ujar Rasya lembut. Naya pun mengangguk, menyandarkan kepalanya di pintu mobil, tapi Rasya menahannya ia meletakannya di bahunya.

__ADS_1


Naya pun mencari letak yang nyaman, lalu memejamkan matanya.


__ADS_2