
Malam itu Naya bener-benar tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan makan pun Rasya yang mengambilkan nya.
Sampai pagi hari nya Naya masih terlelap di atas kasur, begitupun dengan Rasya, sepasang suami istri itu benar-benar melewati sore sampai malam hanya di dalam kamar.
Eghh!
Naya menggeliat, dia merasa sekujur tubuh nya Remuk karena ulah suami nya.
Aauww
Rintih nya saat ia ingin duduk.
"Kamu kenapa sayang?, " tanya Rasya lembut.
Ia langsung duduk dan mendekati Istinya, tanpa di sadarinya kalau ia tidak mengenakan apapun alias polos.
"Gak papa mas, " jawab Naya, malah menunduk tidak berani melihat Rasya.
"Terus kok, kaya orang kesakitan?, " tanya Rasya lagi.
Karna memang sangat terlihat kalau Naya menahan sakit, di tasmbah lagi menahan malu pada suasmi nya.
Rasya merasa heran melihat istrinya yang menunduk.
"Kamu kenapa sih? Apa ada yang sakit atau Kamu demam?, " tanya nya beruntun sambil mengangkat wajah Naya.
__ADS_1
Naya menggeleng kan kepalanya, menjawab pertanyaan suami nya, bingung harus menjawab apa.
Hemm!
Rasya mendehem seolah kembali bertanya.
Aku malu Mas, kamu tidak mengenakan apaun di tubuhmu, " jawsb nya ahir nya kembali menundukan kepala nya karna ia benar-benar malu.
Rasya tertawa, merasa lucu melihat istinya.
Umtuk apa malu,! Bukan nya kita sudah melewati malam yang menyenangkan, dan kamu sudah melihat seluruh tubuh ku tanpa terkeciali. begitupun dengan kamu, aku sudah hafal semua anggota tubuh mu, " jelas nya enteng, malah menggoda Naya.
Naya yang mendengar itu pun bertambah malu. Lain dengan Rasya yang tersenyum karna bahagia.
"Awas aku mau mandi, " ucap Naya salah tinggkah, ia pun langsung berdiri ingin ke kamar mandi.
Rintih nya lagi menghentikan pergerakan nya yang ingin berdiri.
Makanya kalau tidak bisa berjalan jangan di paksain, ingat kamu sudah punya suami, " tegur Rasya.
Ia berdiri lalu mengangkat Naya, membawa nya ke kamar mandi, dengan keadaan mereka yang sama-sama polos.
Naya yang di gendong merasa malu, ia menyembunyi kan wajah nya di dada suaminya. Tapi malah membuat nya deg degan, karna ia malah melihat dada bidang suaminya yang polos.
Sampai di kamar mandi Rasya menurun kan Naya, ia memandikan istri nya, setelah itu baru ia membersih kan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apa masih sakit?, " tanya Rasya, pada istri nya, saat ini Naya sudah ada di atas kasur.
Kita tunda dulu ya ke rumah ibuk nya?, kamu istirahat saja dulu! ucap nya sambil menyuapi istrinya.
Naya pun mengangguk tanda setuju karna memang ia tidak akan mungkin berani keluar dari kamar.
Di ruang tengah Eyang Desi sedang marah pada menantu nya.
Kau selalu saja membela gadis miskin itu!, lihat!, baru juga berapa bulan tinggal di rumah ini sudah ke lihatan sifat aslinya!, " marah nya, pada Bunda Yasmin.
Bukan nya membela Mah, kan disitu juga ada Rasya, mama dengar sendiri semalam Rasya bilang lalau Naya sedang tidak enak badam mah, " balas Bunda Yasmin dengan lembut.
Meskipun Eyang Desi selalu berlaku dan berkata kasar pada nya, tapi Bunda selalu lembut pada mertua nya itu.
"Itu hanya alasan nya saja biar ia tidak bekerja, karna dia mau menghindariku, " ucap Eyang lagi dengan sinis.
Dari dulu Eyang Desi memang tidak pernah suka pada Bunda, karna Bunda bukan lah menantu pilihan nya. Tapi Eyang tidak bisa mencegah Anak nya untuk menikahi Bunda.
Sebenarnya Eyang Desi sudah mencoba melarang nya dengan mengancam akan mengusir Ayahnya Rasya, tapi sedikit pun Ayah tidak merasa takut, ia malah benar-benar meninggal kan rumah, lalu menikah dengan Bunda.
Beberapa tahun kemudian setelah Rasya lahir dan sudah berumur lima tahun, Eyang menerima Bunda walaupun dengan terpaksa.
Jangan lupa dukung karya mak ya🙏🙏🙏🙏
Dengan like komen favorit dan vote nya 💞💞💞😘😘😘
__ADS_1
Love you 💓💓💓💓💓💞💞💞