Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Bisa tersenyum juga


__ADS_3

menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, sampailah mereka di rumah Naya. Rasya turun lebih dulu, mebukakan pintu untuk Naya. Lalu Kambali ingin mengkat nya.


Tapi kali ini Naya menolak nya.


"Saya bisa sendiri pak!" Naya menolak saat Rasya ingin mengkat nya kembali.


"Tapi kau sedang ter_." ucapan Rasya berhenti, karna mendapat tatapan tajam dari Naya.


Ahirnya Rasya mundur, mebiar kan Naya berjalan sendiri.


Tok tok tok


Rasya mengetuk pintu, karna ia sampai lebih dulu.


Sedang kan Naya melewati Rasya, lalu membuka pintu nya dari luar.


"Kenapa tidak bilang kalau pintu nya bisa dibuka dari luar," ucap nya dengan wajah datar.


"Saya sudah sampai Pak, sekarang Bapak bisa pulang!" Usir Naya tanpa menghiraukan ucapan Rasya.


Rasya melebar kan mata memdapat pengusiran dari Naya, padahal dia hanya ingi memastikan Naya masuk kedalam rumah.


"Nay, kok tamu nya di suruh pulang?" tanya Ibuk Sari saat mendengar putrinya mengusir seseorang.


"Ibuk!


Naya mendekat menyalami ibuk nya. Sedangkan Rasya melihat kearah ibuk Sari dan tersenyum.


"Gak papa buk, kebetulan saya juga masih ada urusan, saya hanya mengantar Naya pulang, itu saja," ucapnya tersenyum, lalu pergi meninggal kan rumah itu,


Melihat Rasya tersenyum membuat Naya merasa heran. "Ternyata dia bisa senyum juga ya," ucap nya dalam hati, lalu masuk kedalan rumah.


"Kita pulang tuan?" tanya Keny melhat tuan nya masuk ke dalam mobil.


"Hemm.


Jawab nya dengan deheman, Keny pun mejalankan mobil nya menuju rumah tuan nya.


"Tuan, anak buah kita mengabarkan, kalau yang membuat Nona Naya celaka sudah tertangkap," ucap Keny memberitahu tuanya.

__ADS_1


"Bagus, lalu di mana dia sekarang?" tanya Rasya.


" Ada di markas lama tuan," jawab nya.


"Apa kau tau siapa orangnya," Rasya kembali bertanya.


"Tau tuan…, dia gadis yang kemarin marah-marah pada Nona Naya, saat bekerja di rumah makan," Keny pun menjawab.


"Harus kita apa kan tuan?" kali ini Keny yang bertanya.


"Terserah! kau saja yang urus!" ucap nya, Keny pun mengangguk.


"Ingat, kau harus buat dia jera! agar tidak lagi mengganggu Kanaya!" ucap nya, sebelum ia keluar dari mobil.


"Baik tuan."


Rasya keluar dari mobil, masuk kedalam rumah.


"Aden, nyonya sedang menunggu Aden di ruangan tamu," beri tahu Bik Atik, sambil menyambut kedatangan anak majikan nya itu.


Heemm


Seperti biasa dia hanya mendehem, Bik Atik pun sudah terbiasa dengan itu. Rasya melanjutkan langkah nya menuju ruang tamu.


Rasya memanggil Bunda nya, yang asyik mengobrol dengan seorang gadis. Ia pun duduk saja di Sofa, tanpa menghiraukan gadis yang ada di samping Bunda nya.


"Rasya…, nah ini dia orang yang di tunggu, akhirnya datang juga," ucap bunda Yasmin, tersenyum pada putra nya.


"Ada apa bun?" tanya Rasya datar tanpa ekspresi.


"Ini Ras, Nak Sena sudah nungguin kamu dari tadi, Bunda pengen kalian saling mengenal," ucap Bunda memberitahu. Baru lah Rasya melihat ke arah gadis itu.


"Rasya capek, Bun, mau istirahat," ucap nya berdiri dari tempat nya duduk.


Bukan satu atau dua kali Bunda Yasmin mebgebalkan gadis pada putra nya, tapi selalu saja di tolak.


"Rasya, jangan gitu dong, Nak. Nak Sena sudah dari tadi nungguin kamu," ujar Bunda Yasmin. Lalu Rasya mendekati Sena.


Sena yang di dekati oleh Rasya merasa bahagia.

__ADS_1


"Rasya!" Ucap nya nengulurkan tangan nya.


"Senap!" Dengan senang nya ia menerima ularan tangan Rasya.


"Sudah kan, kau sudalh mengenal aku, dan ingan lai kali jangan menunggu organ yang tidak kita kenal," ucap nya dingin, berlalu dari hadapn Sena naik ke lantai atas, meninggal kan Sena dengan Bundanya.


Sena yang mendapat perlakuan itu pun merasa terhina, padahal dia sengaja menunggu lama agar bisa bertemu dengan Rasya. Sedangkan orang tuanya sudah pulang dari tadi.


"Dasar pria menyebalkan, awas saja kau akan menyesal berbuat seperti ini pada ku," ucapnya dalam hati, sakit hati dengan perlakuan Rasya.


"Maaf kan Rasya ya, Nak! dia memang seperti itu, apalagi saat ini dia sedang lelah butuh istirahat," ujar Bunda Yasmin merasa bersalah.


"Gak papa kok Tante," ucap Sena tersenyum. Ahirnya ia berpamitan untuk pulang.


Bunda Yasmin pun menyuruh supir untuk mengantarkan Sena, tadi niat nya Sena akan makan malm di rumah nya, pulangnya di antar oleh Rasya, gagal sudah semua nya.


Setelah kepergian Sena, Bunda Yasmin, naik ke lantai atas menuju kamar putra nya.


Tok tok tok


Ras, Bunda masuk ya."


"Masuk aja Bun! pitunya gak di kunci kok!"


Bunda Yasmin pun masuk.


"Rasya, Mau sampai kapan? kau seperti ini?" tanya Bunda Yasmin.


"Harunya Rasya yang brtanya, bun? mau sampai kapan Bunda terus menjodoh kan aku?"


"Sampai kau menikah, baru lah Bunda berhenti mencari kan gadis untuk mu," jawab Bunda Yasmin.


"Sudahla, Nak, lupakan yang sudah berlalu tidak usah di ingat-ingat lagi!" Bunda Yasmin menatap putra nya.


"Maaf Bun, Rasya nggak bisa ngelupain itu semua…, dan ya satu lagi, Rasya sudah punya calon istri! jadi stop bunda cari calon istri untuk Rasya," Rasya melihat Bunda nya.


"Bener kah?" Bunda sangat senang.


"Hemmm."

__ADS_1


Bunda Yasmin pun tersenyum mendengar itu, ia langsung lupa dengan kekesalan nya tadi pada putranya.


"Baik lah! segera kenal kan pada bunda!" ucap nya keluar dari kamar putra nya, tanpa menunggu Rasya menjawab nya. Karna sudah di pastikan, jawabannya hanyalah deheman.


__ADS_2