
Hari yang sangat melelahkan bagi Keny, selesai mengurus segala keperluan Tuannya yang ingin pergi berlibur. katanya berlibur tapi bagi keni, pergi berbulan madu, yang penting Keny menuruti perintah tuannya.
Saat ini, ia kembali di repotkan gadis yang menurutnya sangat kekanakan dan manja. Tapi ia tidak bisa menolak keinginan gadis itu.
Sudah seminggu ini, ia sering di ajak ke tempat yang disukai para wanita, terutama para gadis, tapi tidak dengan kaum bria apalagi pria sepertinya, yang tidak suka berbelanja.
"Makasih ya kak, sudah mau nemanin Yara belanja, di bayarin lagi, " ujarnya terseyum lebar.
Dibayarin lah, orang maksa kok, " ucap Keny dalam hati. Kalau langsuk ia mana berani.
"Iya Non, sama-sama, " balasnya, ia juga tersenyum pada gadis yang disampingnya, Walau pun dengan terpaksa.
"Kita langsung pulang? Atau Non mau kemana lagi?, " tanya Keny berbads'basi.
"Lasngsung pulang aja Kak, " jawab Yara, membuat Keny tersenyum bahagia.
Sungguh jawaban yang membuatnya sangat bahagia, karna ia sudah lelah menemani Adik dari Tuannya itu.
Ahirnya Keny melajukan mobilnya menuju rumah tuannya.
...***********...
Di restoran.
Saat ini seorang gadis menatap temannya, sekaligus musuh baginya, karna sering mengajak ribut dengannya. tapi itu dulu, menurutnya ahir-ahir ini Bagas banyak berubah padanya.
"Ngapain sih kamu menatapku terus, " cetus Bagas, entah mengapa ia tidak tahan melihat tatapan Nining.
__ADS_1
"Gak, aku ngerasak banget, kalau kamu sering menghindari aku, dan ridak suka lagi menggangguku, " balas Nining terus menatap Bagas.
Bagas yang di tatap, membuang mukanya ke arah lain, ia mencoba biasa saja, tapi sayang tidak bisa.
"Ning, bagai mana dengan cowok yang kemarin kamu ceritakan itu?, " tanya Bagas penasaran.
Ia ingin tau bagai mana pendapat Nining tentang cowok itu, cowok yang tak lain adalah dia.
"Baik, katanya dia hanya belum sempat menemuiku, karna dia lagi ada kerjaan, malah katanya dia lagi di luarkota, " jawab Nining jujur. Memang itulah yangbdi katakan Babas saat mereka cetingan.
"Gitu ya, Terus kalau misal… dia mau nemuin kamu, apa kau mau terima dia apa adanya?, " tanyanya lagi semakin penasaran.
"Jelas saja aku menerimanya, bagiku saat ini dialah yang terbaik, " jawab Nining, sambil tersenyum membayangkan saat dirinya bertemu pacarnya.
Ya mereka sdah resmi berpacaran, meskipun belum pernah bertemu. Bagas yang mendengar jawaban dari Nining merasa bahaga.
"Kau ingin menghasudku, mengatakan yang jelek-jelek tentang Babasku. Iya… asal kau tau ya, mau seperti apapun kau menjelekannya aku akan tetap percaya padanya, " sergashnya menatap Bagas, yang tersenyum.
"Baik lah, kalau begitu, aku pergi dulu, " pamitnya tiba-tiba.
"Kok tiba-tiba? Emangnya kau mau kemana?, " tanya Nining heran melihat Bagas.
"Aku lupa, tadi di suruh mama membeli obat untuknya, " jawabnya asal, sambil melengkah pergi meninggalkan Nining sndirian.
"Dasar aneh, obat apa cobak, bukannya tadi tante Erna bilang kalau dia mau pergi ke tempat neneknya, " gerutunya, jelas tadi ia mendengar saat ibunya Bagas menelepon ingin berpamitan.
"Terserah dia saja lah mau apa, "gumamnya, ia juga siap-siap ingin pulang.
__ADS_1
Setelah mengambil tasnya Nining pun berpamitan pada temannya yang bekerja malam ini, setelah itu ia keluar dari tempatnya bekerja.
Drrrrtt drrrrtt drrrrtt
Suara penselnya berbunyi, tanda ada panggilan nasuk.
"Babas! " ucapnya tersenyum, lalu mengangkat telponnya.
"Ya Bas, ada apa?, " tanya Nining. Ia heran tidak biasanya pacarnya menelepon saat ia madih di restoran, biasanya pasti setelah ia sampai di rumah.
Bagas "Aku mau ngajakin kamu ketemuan, " balas Bagas, ia tersenyum saat melihat wajah Nining bahagia.
Nining "bukannya kamu lagi di luarkota ya, " ujar Nining merasa heran.
"I_iya, tapi aku sudah pulang, baru aja, " ujarnya terbata, "
Nining "Beneran, kamu gak lagi bohongkan, " tukasnya, ia takut di bohongi untuk yang kedua kalinya.
Bagas "beneran sayang, aku janji. Kali ini aku akan datang, " balasnya sungguh-sungguh.
Nining "Baiklah, kita ketemu di Restoran XX aja ya, " ucapnya setuju, ia tersenyum bahagia.
Bagas "Baik lah, sampai jumoa nanti sayang, " balasnya, setelah mendengar balasan dari Nining, iapun mematikan sambungan telponnya.
Nining pulang dengan hati yang bahagia, ia mengendarai motornya dengan hati'hati, agar ia selamat sampai di rumah.
"Semoga kamu nggak kecewa ya Ning, entah sejak kapan perasaan ini ada, yang pasti saat ini aku benar-benar mencintaimu, " ucapnya, saat melihat Nining meninggalkan restoran.
__ADS_1