
Malam itu Nining kembali sampai lebih dulu di restoran, bedanya sekarang ia duduk di kursi yang sudah di pesan oleh Bagas, mejanya juga sedikit dihias menjadi lebih indah, membuat gadis itu tersenyum bahagia.
Sedangkan Bagas, ia sudah sampai dari tadi, hanya tidak berani keluar, ia takut kalau Nining melihatnya labih dulu, gadis itu akan pergi, jadi lebih baik ia menunggu Nining duduk lebih dulu.
Nining, kamu ngapain disini, ? tanya Bagas, saat melihat Nining seperti mencsri seseorang.
"Aku mau ketemuan lah, trus kamu ngapain disini, " jawab Nining, lalu kemalik bertanya.
"Aku juga mau ketemuan, aku boleh duduk disini gak, " jawab Bagas, ia juga kembali bertanya.
"Enak aja! Ini itu tempat Babasnya aku, " ujarnya Nining melarang.
"Maka dari itu aku yang akan duduk di sini, bagai mana kamu suka gak tempatnya, " balas Bagas, sebisa mungkin menghilangkan kegugupannya.
"Maksud kamu apa?, " tanya Nining yang tidak mengarti maksud Bagas.
"Iya, aku…, aku yang akan duduk disini, dan aku adalah pacarmu, Babas, " jawabnya enteng, tapi sebensrnya ia sangat takut Nining akan marah.
"Kau jangan becanda ya Gas, Aku tidak suka candaanmu!, " balas Nining mulai kesal.
"Aku nggak lagi becanda, Ning, karna aku ini benaran Babas, yang ksu kenal di grup cet, dan yang sudah mengecewakanmu beberapa hari yang lalu, " jelas Bagas, ia berhap Nining akan percaya.
"Apa buktinya kalau kau itu Babas?, " tanya Nining, masih tidak percaya.
"Baik lah, dua hari yang lalu kita telponan, aku bilang akan datang kerumah orang tuamu, untuk melamarmu, " jelas Bagas lagi kembali meyakinkan Nining.
"Gak Gas, kamu mempermainkan aku kan, " ucapnya, setelah itu pergi meninggalkan Bagas.
__ADS_1
Nining berlari keluar dari restoran itu, bukan hanya kecewa, iy juga merasa di permainkan oleh Bagas, padahal ia selalu bercerita pada pria itu, Tapi selalu saja bilang tidak tahu. sekarasng pria itu datang mengaku sebagai Babasnya, yang ia anggap pria sempurna walaupun mereka belum pernah bertamu.
"Ning! Nining! tunggu!, " panggilnya, mengejar Nining, gadis itu samasekali tidak mendengarkannya.
"Ning, dengerin aku dulu, aku gak bermaksud bohong sama kamu, aku juga baru tau saat kita pertamakai ingin bertemu, ucapnya mengejar langkah Nining.
"Itu sama saja kamu udah bohong, kenapa kamu nggak langsung jujur aja sama aku, " balas Nining, masih terus melangkah.
"Ning! Aku mohon percaya sama aku, aku ini benaran cinta sama kamu, aku nggak berniat mempermainkanmu atau membohongimu, " ungkap Bagas sungguh-sungguh.
Nining menghentikan langkahnya, ia berbalik menghadap Bagas metatap pria itu.
Kamu pikir aku percaya sama kamu, heh aku nggak akan ketipu Gas, " cetus Nining tersenyum paksa.
"Jadi, aku harus bagaimana, biar kamu percaya sama aku? " tanya Bagas sambil memegang kedua bahu Nining.
"Aku takut, kamu akan membenciku, sama seperti saat ini, " jawab Bagas, sambil memegang tangan Nining.
Nining terdiam, ia merasa deg degan, karna Bagas memegang tangannya. Nining baru pertamakali dekat dengan yang namanya pria, maka dari itu ia merasa cocok saat Bagas bicara lembut padanya.
"Kamu lihat aku, apa di mataku ada kebohongan, " ujarnya memegang kedua pipi Nining, agar menghadapnya, membuat gadis itu bertambah gugup.
"Hey, ternyata kamu juga merasakan yang aku rasakan, " lanjutnya tersenyum, ketika mendengar detank jantung Nining,
Nining menatap Bagas, ia benar-benar melihat sosok Babas saat mendengar cara bicara Bagas.
"A_ apa maksudmu? memangnya apa yang ku rasakan?, " tanya Nining terbata, jelas ia tau maksud dari perkataan Bagas.
__ADS_1
"Ini Ning, kamu merasakannya kan, " ucapnya meletakan tangan Nining di dadanya. Agar gadis itu bisa mendengarkan detak jantungnya.
Nining kembali terdiam, tanpa ia sadari Bagas sudah memeluknya.
"Jangan seperti ini Gas, malu ini di jalan, " ucap Nining, setelah is tersadar, tapi sayang Bagas malah mengeratkan pelukannya.
Biarin aja Ning, mereka juga tau kok kalau anak muda lagi jatuh cinta, suka lupa waktu dan tempat, " balasnya tersenyum.
"Kamu ya, " ujar Nining tersenyum.
"Jadi, kita pacaran bukan cuma di dunia mayakan? di dunia nyata jugak dong?, " tanya bagas, menggoda Nining,
"Apaan sih Gas, " ujar Nining merasa malu, lalu ia mencubit perut Bagas.
"Sakit yang, " keluhnya merangkul Nining, mengajaknya kekadihnya kembali kerumah makan, dan malam itu mereka resmi berpacaran.
Di tempat lain, di rumah keluarga Dirganrara.
Eyang, bagai mana ini, besok Rasya akan pergi dengan istrinya, terus bagai mana denganku?, " ucap Ririn bertanya.
"Iya, Eyang juga tau, makanya, kamu bantu Eyang mikir, bagaimana caranya agar mereka tidak jadi pergi, " ujar eyang mencari cara.
"Bagai mana kalau aku ikut saja, " usulnya memberi ide.
"Caranya bagaimana, kamu pikir ke bali itu geratis gak make biaya, " timpal mama Jiyyah.
"Kalau masalah uang, kalian tidak usah khawatir, biar itu menjadi urusan Eyang, " balas Eyang, membuat dua wanita itu tersenyum.
__ADS_1