
Rasya meminta Keny untuk kembali membawa Jery ke penyekapan yang sebelumnya, Setelah itu ia membawa eyangnya pulang kerumah, untuk maminta penjelasan si eyang.
Setelah mereka sampa di rumah, Rasya meminta Eyang untuk turun, awalnya eyang tidak mau, dia hanya menatap Rasya, seolah-olah Rasya lah yang bersalah.
"Apa perlu aku menyeret Eyang keluar dari mobil ini," ucap Rasya menatap Eyang dengan tajam.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri," jawan Eayang sinis.
"Kalau begitu silahkan Eyang," lanjut Rasya. Ia manunggu eyang keluar dari mobil.
Eyang Desi keluar dari mobil Rasya, berjalan lebih lulu diikuti Rasya dan supir dari belakang, sedangkan Keny, ia kembali mengantar Jery ke tempat penyekapan.
Sampai di dalam rumah, Bunda sudah duduk di ruang tamu, menunggu anak dan mertuanya.
"Kenapa kalin menatapku sepeeti itu?" tanyanya eyang seolah-olah ia tak punya salah.
"Apa Mama masih bisa bertanya? tanpa mau menjelaskan apa yang sudah Mama lakukan?" Ucap bunda balik bertanya pada mertuanya.
Eyang diam, tadi dia mencoba biasa aja, tapi kaliini tidak, eyang balik menatap Bunda dengan marah. Padahal yang bersalah itu adalah dia
"Kenapa, kau mau tau kenapa aku melakukannya," balas Eyang bicara dengan tegas.
"Aku tidak suka Cerita yang bertele-tele, sekarang juga kasi tau, kuharap itu alasan yang cukup intuk menyelamatkan Eyang," kali ini Rasya berucap sambil menatap Eyangnya.
Eyang menelan ludah, saat melihat tatapan cucunya.
"Ya pria itu namanya Jery, dia anak pertama Eyang," jelas eyyang, tapi dia tidak melanjutkan ucapannya.
"Bukankah, Mama hanya memiliki dua putra dan satu putri?" balas bunda bertanyak.
__ADS_1
"Yah, semua orang memang taunya aku hanya punya putra dua, ya itu Jery dan Hado, tapi mereka tidak menerima putra Jery di keluarga mereka, mereka hanya menginginkan aku saat itu, dan kau tau dengan teganya mereka memisahkan aku dari putraku yang masih kecil, dan menyuruh aku mengurus cucu mereka yang sudah tidak punya ibu," ucap Eyang menjelaskan semuanya.
Setiap kali eyang mengingat itu, dia selalu saja merasa sakit, karna dia harus mengurus anak orang dan meninggalkan anaknya, walaupun biyaya hidupnya di tanggung, tapi tetap saja itu menyakitkan bagi eyang Desi.
Dulu dia juga yang menghasut suaminya untuk tidak merestui ayah dan ibunya Rasya, tapi saat eyang kakung meninggal, dia mengatasnamakan semua harta pada ayahnya Rasya, itu karna harta yang mereka nikmati adalah milik istri pertama eyang kakung.
Tapi eyang kakung juga menulis surat wasian, agar ayahnya Rasya memberikan sebagian dari hartanya untuk adik laki-laki dan adik perempuannya, yang di laksanakan oleh Rasya sendiri.
Karna belum sempat melaksanakan hal itu, ayahnya sudah meninggakkan dunia, jadilah Rasya yang meneruskannya.
Mereka semua terdiam saat mendengar semua penjelasan Eyang Desi, Rasya dan bunda, begitupun juga Naya dan Yara sangat terkejut mendengarnya.
"Lalu apa hubungannya dengan putraku? kenapa eyang harus menyakitinya? dia itu masih bayi, tidak bersalah," lanjur Rasya bertanya, ia tak habis pikir pada eyangnya.
Mungkin dulu eyang kakungnya memang bersalah, tapikan tidak ada hubungannya dengan putranya.
"Heh, agar kalian tau bagaimana sakitnya kehilangan anak, sama seperti yamg ku rasakan saat itu," jawab eyang enteng.
"Sama saja, aku tidak bisa membesarkannya, hanya karna mbesarkan ayahmu, padahal aku menikah dengannya itu agar bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya, tapi apa, aku malah berpisah darinya," sergah eyang memotong ucapan Rasya.
"Jadi karna kesalahan di masalalu yang tidak kami ketahui, Mama membalaskannya pada kami, dulu Mama membuatku hampir berpisah dari mas Rasdi, sekarang mama ingin melenyapkan cucuku," unggap bunda, saat ia teringan kejadian dulu.
"Oh ya, jangan eyang pikir selasma ini aku tidak tahu kalau eyang yang menyuruh Ririn dan ibunya untuk menganggu rumah tanggaku," timpal Rasya, membuat bunda lagi-lagi kecewa pada mama mertua yang selalu ia hormati hanya karna pesan suaminya.
"Aku benar-benar kecewa pada Mama, dan kali ini aku akan menyerahkan semua keputusannya pada Rasya, aku tidak akan lagi membela mama," sergah bunda, ia meninggalkan ruang tamu.
Melihat kepergian menantunya, eyang menatap Yara, berharap kali ini cucunya itu akan menolongnya, tapi sayang Yara tidak menghiraukannya, gadis itu pergi begit saja.
"Sekarang sudah tidak ada lagi yang membela Eyang. Eyang taukan dari dulu aku juga tidak suka dengan sikap eyang yang selalu semene-mena pada bunda, aku diam itu karna permintaan bunda," ucap Rasya, melihat Eyangnya yang menunduk.
__ADS_1
Sebenarnya sudah banyak kesalahan Eyanya yang sudah mereka maafkan, hanya karna satu ya itu pesan dari ayahnya Rasya. karna dia memang sangat mentayangi Ibu sambungnya itu, ibu yang sudah membesarkannya di saat dia sangat mambutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Dulu Ayahnya Rasya berpesan pada Bunda, agar selalu menyayangi dan menjaga Ibu sambungnya itu, dan memenuhi segala kebutuhannya, meskipun sudah banyak kesalahan yang di buat oleh eyang Desi. Bunda pun menurut.
Maaf eyang, kali ini gak ada maaf lagi buat Eyang," ucap Rasya setelah memikirkan semuanya.
"Eyang mohon Ras, sekali ini lagi, beri Eyang kesempatan, dan lepaskan Jery, eyang janji tidak akan mengulanginya lagi," eyang menohon dan meminta pada Rasya, agar putranya itu di lepaskan.
"Maaf eyang, sudah terlalu banyak kesempatan yang di berikan untuk eyang," balas Rasya meminta maaf, karna dia sudah tidak bisa memaafkan eyangnya itu.
"Baiklah, Eyang akan menerima hukuman yang akan kau berikan, tapi tolong lepeskan putra eyang karna dia tidak bersalah, dia melakukan itu semua atas perintah eyang," pasrah eyang desi, dia akan menerina semua hukuman yang akan Rasya berikan.
"Tidak bisa eyang, kali ini aku tidak mau mengambil keputusan yang akan membahayakan keluargaku lagi," balas Rasya langsung menolak, ia tidak ingin mengambil kesalahan yang sama seperti saat memaafkan eyangnya.
Tidak ingin menunggu waktu lama, Rasya langsung menelpon Keny meminta Asistennya itu melaporkannya pada polisi, biarlah kali ini pihak yang berwajip yang menangani semanya.
Eyang desi sudah tidak bisa apa-apa, mau kaburpun sudah tidak bisa, terlebih lagi ia mendengar langsung ucapan Rasya yang meminta keny melapor pada polisi.
Tak butuh waktu lama, pak polosi benar-benar datang untuk menangkap eyang desi. Sebelum eyang di bawa pak polosi, bunda kembali menemui ibu mertuanya.
"Mudah-mudahan setelah ini Mama segera sadar, dengan apa yang sudah Mama perbuat, dan tidak ada lagi niat jahat di hati Mama," ucap Bunda pada ibu mertuanya itu.
Eyang desi hanya diam sambil menunduk, dia tidak tau lagi harus hilang apa, dia juga pasrah saat pak pololisi membawanya.
Sampai di mobil pak polisi, eyang sudah mendapati putranya di dalam mobil, mereka berduapun di bawa ke kantor polisi. Sampai di kantor polisi, Eyang dan Jery meminta aga mereka dibuat satu sel yang sama,
Tapi sayang nya, pak polisi tidak bisa menuruti permintaan eyang desi, karna walaupun mereka anak dan ibu, lain jenis dengan putranya.
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏
__ADS_1
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏
Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞