
Rasya dan Naya menikmati hari pertama mereka di Vila itu hanya di kamar saja, karna Naya benar-benat males bergerak. Dia hanya ingin tidur dan tidur saja.
"Sayang, bangun yuk, kita belum makan, ini suda jam 9 pagi lo, " seru Rasya, sudah yang kedua kalinya ia membangunkan istrinya.
"Tapi aku masih mangtuk Mas. Males buat gerak, " balas Naya, entah mengapa ia merasa ingin tidur terus.
"Tapikan, masa tidur aja, kita kemari itu untuk leburan Sayang, " ujarnya mendekati sang istri.
"Iya, tapi ini benaran ngantuk banget Mas, " keluhnya manja.
"Ya sudah, kalau gitu kita tidur saja, " seru Rasya, ia naik keatas ranjang memeluk istrinya.
"Jangan Mas, Aku mau nya tdur sendiri, jauhan sana " balas Naya, mendorong suaminya, membuat Rasya merasa kesal.
"Kok gitu, lalu apa gunanya kita kemari, jika kamu haya ingin tudur dan sendiri, " lanjutnya duduk di samping Naya.
Rasya menatap istrinya dengan tajam, dari semalam ia sudah mengalah tidak mengganggu dan membiarkan istrinya yang tidur saja.
Naya yang tau salah bicara langsung duduk, ia menunduk saat melihat tatapan suaminya
"Maaf Mas, " ucapnya merasa bersalah.
"Sudahlah, mungkin aku memang mengganggu kenyamananmu, " ujar Rasya mencoba tersenyum.
Padahal Rasya sengaja mebawa istrinya berlibur, ingin menghabiskan waktu berdua. Agar mereka juga bisa lebih dekat, tapi entah mengapa mulai dari mereka sampai istrinya hanya tidur dan tidur.
"Gak, Mas, dari kemarin aku sudah mengabaikanmu, tidak seharusnya aku begitu, " seru Naya merasa bersalah.
__ADS_1
"Mungkin aku yang tidak bisa mengerti kamu, karena kamu lelah, jadi istirahatlah, " balasnya, tidak enak melihat istrinya merasa bersalah.
"Gak, aku sudah cukup isetirahatnya, sekarang aku mau ngikutin Mas, mau ngapain aja, dan kemana aja, " segahnya, tidak mau lagi mengecewakan suaminya.
"Baik lah kalau begitu, mandi dulu! setelahnya kita sarapan, " ucap Rasya dengan senang.
"Tapi gendong, " ujar Naya manja pada suaminya.
"Baiklah tuan putri, " balas Rasya, menuruti kemauan istrinya.
Sebenarnya Rasya merasa ada yang beda dari istrinya, ia tetap menuruti keinginan Naya yang ingin di gendong ke kamar mandi. Yang lebih parahnya lagi istrinya itu mintak dimandikan, yang membuat Rasya ikut mandi untuk yang kedua kalinya.
Mak Author: Jangan di bayasngin ya Rasya dan Naya sedang apa di kamar mandi, tar jadi pada pengen ðŸ¤ðŸ˜‚😂😂🙈🙈🙈.........
Keluar dari kamar mandi, wajah Naya sudah cemberut, berbeda dengan Rasya yang tersenyum bahagia, ksrna ia bisa menikmati istrinya di kamar mandi.
"Bukan salah Mas dong, kan bukan Mas yang ngajak, " balasnya tersenyum, mengoda istrinya.
"Ya, tapikan aku gask ngajak Mas anuan, " ujarnya merasa malu.
Gak di ajak, tapi di pancing-pancing, Mas mana tahan, " balasnya kembali mengoda istrinya.
Tok tok tok
Tiba-tiba terdengar ketokan pintu, membuat keduanya menghentikan obrolannya.
"Bentar, Mas buka pintudulu, Cup, " ucapnya, sekaligus mengecup bibir istrinya yang ingin membalas ucapannya.
__ADS_1
"Apaan sih Mas, " gerutunya, melihat suaminya yang berjalan kearah pintu.
Tak berapa lama Rasya kembali, membawa nanampan berisi dua pring makanan.
"Kita makan di kamar?, " tanya Naya.
"Ia Sayang, katanya males bergerak, maunya tiduran aja, " jawab Rasya, mendekati istrinya.
"Iya sih, " gumamnya, mbenarkan ucapan suaminya.
Ahirnya mereka makan, dengan Rasya menyuapi istrinya. nasi yang harusnya intuk mereka berdua. Habis di embat Naya seorang diri, mbuat Rasya yang menyuapi istrinya merasa heran.
"Yah habis, maaf…, Mas nggak kebagian, " ujarnya merasa bersalah.
Iya tidak menyangka bisa mengabiskan nasi sebasnyak itu.
"Gak papa, nanti Mas ambil sendiri, " balasnya tersenyum.
Padahal dalam hati ia juga tidak menyangka, kalau istrinya akan makan segitu banyaknya.
Setelah selesai makan, mereka keluar dari kamar dengan Rasya yang makan, setela itu barulah mereka jalan-jalan.
Kalau Rasya dan Naya menikmati lburan mereka, lain halnya dengan Ririn, saat ini gadis itu sudah kembali ke jakarta, dengan wajah yang cemberut.
"Ririn, kok udah pulang? bukannya liburannya tiga hari ya?, " tanya bunda, melihat Ririn sidah kembali sebelum waktunya.
"Iya Tan, kebetulan teman aku ada masalah, jadi harus pulang hari ini, " jawab Ririn berbohong.
__ADS_1
Setelah itu ia buru-buru maduk kekamarnya.