Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah Naya di pindahkan ke ruamgan lain, Rasya pun segera menemui istri tercintanya.


Cukup lama Rasya menemani Naya, sampai malam hari barulah Naya sadar. Begitu sadar Naya langsung meraba perutnya yang sudah datar, lalu ia melihat suaminya yang tertidur dengan posisi menelungkup.


"Mas, di mana anak kita? Dia baik-baik ajakan?" tanya Naya membangukan suaminya.


Rasya pun langsung bangun, dia menggenggam tangan Naya, ia tersenyum agar Naya tidak khawstir.


"Kamu sudah bangun sayang, kamu tenang dulu, anak kita baik-baik aja kok," jawab Rasya, tersenyum, membuat Naya merasa lega.


"Maafin aku ya Sayang, karna kecerobohanku kamu jadi separti ini," lanjut Rasya, Ia benar-benar merasa bersalah.


Walaupun anak mereka selamat, tetap saja ada rasa bersalah di hati Rasya, bisa-bisanya istrinya di serang saat di spingnya.


"Nggak Mas, kamu tidak bersalah, kamu sudah menjagaku dan anak kita dengan baik," balas Naya.


"Makasih," ucap Rasya sambil mengecup kenik isttrinya.


"Untuk?" belas Naya bertanya.


"Untuk segalanya." jaeab Rasya, Naya mengagguk dan tersenyum.


Rasya menghubungi bunda dan ibu mertuanya, ia mengabarkan kalau Naya sudah sadar.


Saat Ibunya mengatakan akan segera kerumah sakit, Rasya melangnya, dia mengatakan datang bosok saja, sekalian mebawakan Naya sarapanpagi.


Keesokan hari nya, Nining dan Bagas datang kerumah sakit, mereka berdu bertanya pada suster di kamar berapa Naya di rawat, setelah itu mereka pergi lanjut berjalaen menuju kamar Naya di rawat.


Bagas membuka pintu, lalu mereka berdua sama-sama masuk kedalam. Nining mendekati Naya yang ada di brankarnya. Naya sudah sadar dan Rasya selalu hadir di sping istrinya.


"Pak Rasya, Naya, maafin kita ya, karna mersa lah nyag hasiri acara kita kamu jadi begini," kiicap Nining, merssa bersalah.


"Hus…, kamu ini ngomong apa sih, aku tidak apa-apa kok, jadi jangan merasa bersalah," balas Naya.


Nining terus meminta maaf, membuat Naya ahirnya mengangguk, setelah itu baru Nining merasa lebih tenang.


Nining menemani Naya,sedangbkan dua pria itu, mereka mengobrol Santai, sampai tiba-tiba suara ponsel Rasya berbunyi. Rasya melihat siapa yang penelponnya lalu mengangkatnya.


RasyaπŸ“±"Halo Ken, ada apa?" tanya Rasya saat panggilannya sudah terhubung.

__ADS_1


KenyπŸ“±"Aku sudah membawa Ririn ke gudang, terus mau di apakan wanita ini? dia membuat ku pusing karna terus mengoceh tak jelas! kurasa dia sudah gila." Dari sebrang sana, Keny menjawab sekali gus bertanya.


RasyaπŸ“±"Terserah kau saja! yang penting dia tidak lagi mengganggu keluargaku," balas Rasya, menyerahkan semuanya pada Keny.


Setelah itu ia mematikan sambungan telponnya. Lalu Suster datang mengantar sarapan pagi untuk Naya, Tapi Rasya menolaknya.


Karena ibu dan ibu mertuanya yang akan membawakan sarapan untuk Naya, suster itu pun keluar, kembali membawa sarapan untuk Naya.


Bukan tanpa alasan Rasya melakukan itu, dia hanya takut kejadian itu terulang kembali. Tak berapa lama pintu terbuka, menampilkan bunda dan Buk Sari.


Mereka berdua masuk, bunda dan Buk Sari mendekati Naya, Bunda berniat memnyuapi Naya. tapi Rasya mengatakan agar dia yang menyuapi istrinya itu.


Bundapun memberikannya, Sedangkan Buk Sari yang melihat menantunya sangat sayang dan perhatian pada putrinya, merasa sangat bahagia.


Di tempat lain, Ririn merenungi kebodohannya, harusnya dia menuruti permintaan ibunya untuk pergi. Setelah sukses baru ia pulang agar bisa membalaskan dendamnya, Tapi sayang iru sudah terlambat karna ia sudah tertangkap.


Yah Ririn memang tidak jadi pergi saat ia membaca surat yang di masukan ibunya ke dalam tasnya.


Di mana Jiyyah mengatakan akan berkorban demi dia, itu yang membuat Ririn tidak jadi pergi, saat ia kembali menemui ibunya, Ririn menihat kalau ibunya sudah di kejar oleh anak buah Rasya. Dia juga melihat saat ibunnya masuk kedalam jurang.


Itu sebabnya dia terus mengawasi Rasya dan Naya. Berharap bisa membalaskan dendamnya, tapi sayang Naya tidak pernah keluar dari rumah tanpa pengawalan yang ketat.


Jadilah sekarang ia tertawa karna sudah berhasil meracuni Naya, tapi dia juga menangis karna sudah tertangkap oleh Keny.


Menurut Keny Ririn itu sudah gila, terkadang dia sudah tertawa, tapi bisa tiba-tiba menangis. Membuatnya pising saja. jadilah dia meminta orang-orang nya memasukan Ririn kerumah sakit jiwa.


Setelah mengantar Ririn ke rumah barunya, Keny pun pergi ke rumah sakit. Saat masuk kedalam, tidak sengaja ia berpapasan dengan Yara. Membuat mereka sama-sama masuk.


Keny dan Yara masuk kedalam kamar inap Naya. Rasya yang melihat adik dan asisten itu selalu bersama-sama merasa heran.


"Kalan habis dari mana?" tanya Rasya menatap keduanya.


"Aku dari rumah kak, kalau Kak Keny tidak tau," jawab Yara sambil mengangkat bahunya.


"Saya mengantar Ririn kerumah barunya Tuan," Keny juga menjawab, ia menjeladkan di mana rumah baru Ririn.


"Tapi kenapa kalian sering berdua?" tanya Rasya lagi.


"Bukan berduaan Kak, kita tidak sengaja bertemu di luar, karna tujuan kita sama ya sama-sama masuklah," jawab Yara menjelaskan.

__ADS_1


"Tidak mungkinkan kalau semua pertemuan kalian itu kebetulan," cacar Rasya lagi, sudah lama ia mperhatikan Adik dan Asistennya itu


"Ingat Ken, aku tidak suka yang nananya pacaran, jadi jika kau suka pada adik ku, langsung lamar, jadikan dia istrimu," lanjut Rasya sambil menatap Keny.


"Benaran kak, Aku boleh nikah sama Kak Keny?" timpal Yara antusias.


"Kalau dia mau sama kamu, tanpa paksaan apapun," balas Rasya.


"Baklah, setelah semua masalah ini selesai saya akan datang melamar Yara," balas Keny, sungguh-sungguh.


Yara tersenyum, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi, selama ini ia sangat takut kakaknya akan marah jika tau dia menyukai Keny.


"Benaran ya kak, Yara tunggu," ujarnya ingin memeluk Keny, tapi buru-buru di tahan oleh Rasya.


"Belum waktunya," ujarnya menatap adiknya.


Yara hanya cengengesan, sedangkan Keny menggelek, entah mengaoa ia bisa mencintai gadis manja itu.


...****************...


Tak tersa 5 hari berlalu, sekarang Naya sudah di perbolehkan pulang. Tapi tidak dengan putranya. Kata dokter Bayinya masih harus di rawat di ruang NICU untuk perawatan, karna bayinya lahir dalam keadaan prematur.


Rasya dan Naya harus bersabar sampai nanti keadaan bayinya membaik baru bisa di bawa pulang.


Dengan barat hati, Rasya meninggal kan Bayinya, Rasya meminta Keny untuk menaruh orang-orangnya untuk menjaga ruangan bayinya. Rasya tidak mau sampai kecolongan lagi dalam menjaga bayinya.


Menempuh perjalanan 20 menit, sampailah mereka di rumah, dengan hati-hati Rasya mengangkat istrinya membawanya kekamar.


"Kamu harus banyak istirahan, biar nanti saat putra kita datang, kamu sudah bisa mengurusnya dengan baik," ucap Rasya tersenyum, di angguki kepala oleh Naya.


Naya sangat sedih karna ia tidak pulang bersama putranya, bahkan melihatnya pun hanya dari luar ruangan.


Tapi Rasya delalu meyakinkannya, kalau semuanya akan baik-baik saja.


Mohon dukung krya mak yaπŸ™πŸ™πŸ™


Dengan like komen favorit dan vote nyaπŸ™πŸ™πŸ™


Love you sekebun buat kalian semua πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2