Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Ahirnya tertangkap juga


__ADS_3

Eyang Desi sangat terkejut, Begitu mengetahui bahwa putra kesayangannya telah tertangkap. Eyang berusaha mencari kemana Rasya membawa putranya, dan akan berusaha menyelamatkannya, tapi sejauh ini ia belum mendapatkan apapun.


Di tempat lain, di subuah rumah yang masih cantik, seorang pria terikat tak berdaya di dalam kamar, dia benar-tidak bisa apa-apa lagi. Rasya masuk ke kamar itu.


"Sekarang kamu jawab, siapa yang sudah mengutusmu untuk menyakiti puntraku?" tanya Rasya untuk yang kesekian kalinya.


Sudah dia hari ini ia terus bertanya, tapi tedak belum mendapat jawabannya. karna Jery tetap menutup mulutnya rapat-rapat, meskipun sudah di pukuli berkali-kali.


"Hahahahaha..., aku tidak akan pernah memberi tahumu," tawa Jery tetap tidak mau memberi tahu Rasya.


Rasya memperhatikan wajah pria yang terikat, dia seperti tidak asing dengan wajah itu, Rasya tidak percaya saat dia teringan akan wajah Eyangnya, tapi dia masih ragu.


Rasya meninggalkan Jery, dia keluar dari kamar penyekapan Jery lalu menemui Keny.


"Ken, aku merasa orang ini ada hubungannya dengan Eyang, mereka ada kemiripan," ucap Rasya memberitahu Keny.


"Apa Tuan Yakin? tapi bukankah om dan tante Tuan sudah hidup dengasn keluarganya masing-masing," balas Keny bertanya.


Meslipin terkadang masih merepotkan tapo tidak sampai mengakiti keluarga Tuannya itu. karna Rasya sudah memberikan usaha yang cukup untuk menghidupi keluarganya masinh-masing.


"Aku yakin, lebih baik kita menyilidikinya dulu " jawab Rasya yakin.


"Baiklah, bagi mana kalau kita buat Eyeng yang mengakuisemuanya," ujar Keny, memiliki sebuah rencana.


"Caranya?" tanya Rasya singkat.


Keny pun memberitahu Rasya bagai mana caranya. Rasya yang mendengarkan pun mengamgguk setuju dengan rencana Asistennya itu.


Seperti yang sudah mereka rencanakan, Rasya akan sedikit membocorkan keberadaan Jery di depan Eyang, kebetulan Eyang sedang ada di ruang tamu bersama bunda.


Rasya mendekat lalu duduk tepat di harapan Eyang, tidak berapa lama Ponsel Rasya pun berdering tanda ada panggilan masuk.


"Ada apa Ken?" Rasya pura-pura bertanya, padahal di sebrang sana Keny hanya diam sambil memandangi ponselnya.


"Ya sudah kau pindahkan saja ke gudang yang ada di belakangn kantor, itu kan sudah lama tidak terpakai, besok pagi aku akan kesana untuk menemuinya, memaksanya untuk mengakui semuanya," lanjut Rasya lagi, sambil ia memperhatikan wajah Eyang.


Setelah mengatakan itu Rasya pun pamit, ia mengajak Naya untuk melihat putranya, meninggalkan bunda dan eyang di rung tamu.


Setelah Rasya dan Naya pergi. Eyang pun pamit kekamar, karna harus memikirkan rencana untuk menyelamatkan putranya, ia sedikit senang, mendapat bocoran tentang putranya.

__ADS_1


Di dalam kamar Rasya tidak jadi melihat putranya, ia hanya meminta Naya yang masuk, lalu ia peegi kekamar Eyang, ia sudah seperti pencuri di rumahnya sendiri harus mengintip di kamar Eyangnya.


Rasya melihat Eyang menelpon seseorang, menguping spa saja yang Eyang katakan di dalam kamarnya.


Setelah mendengar semuanya, Rasya kembali kekamar, sampai di kamar istrinya sudah ada di kamar. Naya menatap suaminya dengan tatapan yamg menuh dengan pertanyaan.


"Aku tau, kau pasti beryanya-tanya melihat sikapku," ucap Rasya, yang mengerti arti dari tatapan istrinya


"Kalau sudah tau, bisa di ceritakan!" seru Naya ingin tahu.


"Bukannya membeeitahu istrinya, Rasya merogo sakinya, mengambil ponselnya dan mengetik pesan lalu mengirimnya pada Naya.


Naya melihat suaminya memeriksa ponselnya, yang mana isi pesan iti dari suaminya, Naya pun membukanya.


Siamiku sayang


["Aku curiga kalau orang yang ingin memcelakai putra kita itu ada hubungannya dengasn Eyang, aku juga tidak bisa menceritakannya karna Eyamg selalu mengawasi kita, jadi bersabarlah nanti kalau semua sudah terungkap aku akan menceritakannya padamu."] Begitulah isi pesan yang Rasya kirimkan untuk istrinya.


Naya hanya penatap Suaminya, tanpa bertanya, ia memperpercaya semuanya pada suaminya itu.


Karena hari sudah malam, waktunya semua orang untuk tidur, tapi tidak dengan Rasya, dia lebih memilih menemani putranya untuk beberapa saat lagi, yamg hanya bisa di lihatnya dari luar kaca.


Sebelum keluar dari kamar itu, Rasya meminta pengawalnya masuk kedalam, ia meminta pengawalitu menjaga putranya selama 24 jam, ia takut kalau Eyang akan mengbil kesempatan untuk mentakiti putranya.


Meninggalkan kamar itu, Rasya pergi ke kamarnya, lalu ia tidur, dengan memeluk istrinya.


Tidak terasa malam sudah berganti pagi, sambil berjalan ke bawah, Rasya menpelkan ponselnya di telinganya, saat ia melihat Eyang ada di meka makan.


"Ya ken, Aku akan segera berangkat ke gudang itu, sebelum aku datang tolong kau urus pria itu," ucap Rasya dalam sambungan telpon bohongannya.


"Siapa yang akan Keny bawa ke gudang?" tanya Bunda, yang juga ikut penasararan.


"Pria yang berani menyakiti putraku, aku tidak akan membiarkannya hidup!" jawab Rasya, dengan wajah yang marah.


Rasya sengaja mengatakan hal itu, dia ingin Eyangnya mengambil langkah cepat, karna khawatir. Dan benar saja, seketika wajah Eyang berubah menjadi takut.


"Aku harus segera sampai di gudang itu, sebelum Rasya sampai lebih dulu," ucap Eyang dalam hati.


Eyang pamit lebih dulu, membuat Rasya tersenyum karna Eyangnya itu sudah masuk ke dalam perangkapnya.

__ADS_1


melihat Eyang pergi. Rasya segera menelpon orang yang sudah menunggu di luar gerbang, ia mengatakan agar orang-orang itu segera siap mengerjakan tugasnya.


"Kau sudah tau tujuan kita?" tanya Eyang saat ia memasuki mobil yang sudah ia pesan dari semelam, lengkap dengan orang-orangnya.


"Ya Nonya," jawab orabg itu singkat.


Setelah itu orang itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, beberapa menit kemudian mereka sampai di gudang yang Rasya sebutkan. orang-orang itu keluar dari mobil, lalu di hadang pengawal suruhan Rasya.


Mereka bertempur, dan pengawal Rasya kalah, mbuat Eyang dan yang lainnya masuk kedalam gudang itu.


Sedangkan Rasya bunda dan yang lainnya menyaksikan itu semua, lewat cctv yang ysng terhubung langsung dengan ponsel Rasya.


"Mama! Bagai mana mingkin mama bisa tau aku ada disini?" tanya Jery saat melihat ibunya ada di gudang itu.


"Itu semua karna ke corobohan Anak itu. Dia mengangkap mama ini sepele, tidak bisa apa-apa," jawab Eyang dengan bangganya.


Ia berpikir kalau kemenangan sudah ada di tangannya, karna telah berhasil melepaskan putranya.


"Apa segampang itu mengalahkan Rasya? Kenapa aku merasa ada kejanggalan, selema ini aku sangat sulit mencari celah untuk mengelabui Anak itu," ucap Jery merasa heran.


"Sudah lah! Sekarang ayo kita pergi dari tempat ini, sebelum Rasya sampai, dia bisa membunuh kita berdua kalau tau semuanya," balas Eyang mengajak Jery, meskipun merasa Aneh tapi Jery tetap menurut mengikuti ibunya.


Sedangkan Rasya dn Bunda yang mendengarkan pria itu memanggil pada mama pada ibu mertuanya. Bunda merasa terkejut, selama ini yang Bunda tau Ibu mertuanuanya hanya memiliki dua putra dan satu putri, Tapi kenapa pria itu memanggilnya mama, heran Bunda begitu juga dengan Rasya.


Tanpa mengatakan apapun, Rasya segera peegi ke gudang di mana Eyangnya berada, ia melaju dengan cepat, Sampai di gudang Rasya langsung masuk. Sedangkan Eyang dan Jery sudah di kepung, oleh anak buah yang eyang bawa tadi.


Ya orang-orang itu sudah Rasya ganti dengan orang orangnya, maka dari itu pertempuran tadi pun di menangkan oleh mereka, karna itu semua hanya ke pura-puraan.


"Sudah ku duga Eyang lah di balik semua ini, tapi aku heran, siapa pria ini? Kenapa dia memanggil Eyang dengan sebutan Mama?" ucap Rasya di ikuti dengan pertanyaan, yang membuat Eyang terdiam.


"Dari tadi aku sudah merasa ada yang tidak beres bukan, ternyata aku tidak salah, karna tidak semudah itu mengelabui Rasya," ucap Jery berbisik


"Sudah, kau diam saja! lebih baik kau cari cara agar kita bisa keluar," Eyang membalas dengan bisikan.


"Tidak segampang itu Mah," ujar Jery, ia pasrah saat orang-orang itu kembali mengikatnya.


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏

__ADS_1


Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞


__ADS_2