
Beberapa hari ini Bunda Yasmin sangat sibuk bengurus segala keperluan, pernikahan putra nya Rasya.
Mulai dari dekorasi, jamuan dan segalanya, ia mau pernikahan putranya berjalan dengan lancar, dan orang pun bahagia mengenang hari bahagia itu.
semua keluarga besar juga sudah berkumpul di rumah nya. Acara pun di adakan di rumah nya nya sendiri, Naya Ibunya dan juga adik nya sudah di boyong juga ke rumah Bunda Yasmin.
Hari-hari berlalu semua kesibukan Bunda pun berahir, sekarang semua tamu sudah hadir di acara pernikahan Rasya dan Naya.
Anggap aja ini dekorasi nya
"Bagai mana para saksi sah? "
sah
Sah
Sah
Ucam semua nya, setelah Rasya mengucapkan ijabkobul dengan satu tarikan napas.
Acara ijapkobul pun selesai, dan sekarang mereka sudah ada di pelaminan.
dan ini pelaminan nya
__ADS_1
Selamat ya sayang, Semoga kebahagiaan menyertai rumah tangga kalian, " ucap Bunda, memberi selamat pada Anak dan menantu nya.
Setelah itu mendekat lah Buk Sari, selamat ya Nak, semoga kelian berdua hidup rukun dan damai didalam berumah tangga, dan Nak Rasya, Ibuk minta tolong jaga Naya anak ibuk ya Nak, " ucap Buk Sari sedih, memberikan selamat dan, meminta agar Rasya menjaga putri nya.
Entah mengapa, Buk Sari, merasa kalau keluarga Rasya banyak yang tigak suka pada Naya putri nya.
Sudah lah, tidak usah pura-pura sedih, kalian pasti bahagia bisa masuk kedalam keluarga Dirgantara, " ucap tante Rasya yang bernama Jena, istri dari Om nya.
"Lebih baik Tante diam! tidak usah ikut campur, " sembur Rasya, menatap tajam tante nya.
Jena pun kesal menghentakan kaki nya lalu pergi dari pelaminan itu, tante nya itu memang masih terbilang muda.
"Sudah, kamu tidak usah mendengarkan ucapan nya, " ucap Rasya melihat Naya yang menunduk.
"Iya Mas, " balas Naya mencoba tetap tersenyum.
"Kak Rasya, aku kangen tau sama kakak, " ucap seorang gadis, tiba-tiba memeluk Rasya.
"Rena, kamu apaan sih, datang-datang langsung memeluk kakak, " ucap Nayara yang datang bersamaan dengan Rena, lalu ia menarik Rena yang memeluk kakak nya.
Begitu pun dengan Rasya, ia melepas kan tangan Rena yang memeluk nya, karna ia takut kalau Naya akan salah paham pada nya.
"Apaan sih Yar syirik aja sama gue! , kak Rasya aja gak papa kok, " ucap nya kembali memeluk Rasya.
__ADS_1
Padahal jelas-jelas Rasya juga tidak suka di peluk oleh nya.
Naya mempeehatikan semua nya, dan iya benar-benar tidak nyaman apa lagi saat melihat suami nya di peluk seorang gadis.
"Rena, kamu jangan gitu dong Nak!, kan kak Rasya sekarang sudah punya istri!, jadi Rena harus jaga jarak sama kak Rasya, " ucap Bunda Yasmin, memberi pengertian pada Rena.
"Kok Mbak ngong gitu! , bukan nya selama ini Rena memang dekat dengan Rasya, " cetus Mama Diyah, mama nya Rena.
"Bukan gitu Diy, dulu gak masalah kalau Rena memeluk dan menempel pada Rasya, tapi sekarang kan sudah berbeda, Rasya sudah punya istri, " Bunda Yasmin kembali menjelaskan kan, berharap Adik dan keponakan nya itu mengerti.
Diyah memang adik dari suami nya, ya itu Ayah Rasya, tapi Rena bukan anak kandung Diyah, dan Rena selama ini suka pada Rasya, ia hanya menjadikan alasan adik agar bisa selalu dekat pada Rasya, padahal Rasya selalu cuek pada nya.
"Baru jugak punya menantu miskin sudah bangga, " cetus Diyah lagi memandang rendah Naya.
"Jaga ucapan mu Diyah_. "
Ucapan Bunda Yasmin terhenti dia baru sadar kalau saat ini acara masih berlanjut.
"Sudah kalau kalian tidak suka, lebih baik pergi dari rumah ini, " ucap Rasya datar membuat semu orang tertunduk.
Padahal Rasya hsnya bicara pelan, tapi mampu membuat semua orang terdiam.
Semua nya pun pergi dari pelaminan itu maninggal kan Rasya dan Naya, acara pun kembali berlanjut.
Semua tamu undangan memberikan ucapan selamat pada sang pengantin, tak lupa juga ke dua teman Naya, dan beberapa taman kerja lain nya.
__ADS_1