Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Menjemguk Naya


__ADS_3

Begitu mendapat kabar dari anak buahnya, Keny langsung menemui Rasya di ruangannya. untuk memberitahu bosnya tentang kecelakaan yang di alami Jiyyah.


"Maaf Tuan, anak buah kita gagal menangkap nyonya Jiyyah dan puntrinya," ucap Keny, begitu ia sampai di ruangan Rasya.


"Hanya menangkap dua wanita saja mereka tidak bisa! Mereka bekerja atau sedang bermain-main!" serunya menatap Keny dengan tajam.


"Bukan tidak bisa Tuan. tapi mobil yang di kendarai nyonya jiyyah masuk kejurang, Sekarang semuanya sedang di urus oleh pihak yang berwajib," balas Keny memberitahu Rasya.


"Sial!" kesal Rasya.


Rasya kesal, Kalau sudah di urus pihak yang berwajib, Rasya tidak bisa lagi menangkap jiyyah.


"Lalu bagai mana kabarnya sekarang?" lanjut Rasya bertanya.


Saya belum tahu Tuan, tapi kecil kemungkinan untuk mereka hidup, karna mobilnya langsung meledak, begitu maduk kejurang," jawab Keny, kembali menjelaskan psfa tuannya.


Baiklah, kalau begitu cari tau di bawa kemana mereka saat ini!" perintahnya pada Keny.


"Baik Tuan," patuh Keny, setelah itu ia langsung keluar dari ruangan Rasya.


Di tempat lain.


Eyang Desi sedang menghubungi putranya.


πŸ“žEyeng " Halo. Daston sekarang kau aman," ucap Eyang, setelah panggilannya terhubung.


πŸ“žDaston "Maksud mama apa? aku tidak mengerti," balas Daston dari sebrang sana.


πŸ“ž "Yah, saat ini Rasya sedang sibuk mengejar Jiyyah, dan mama akan membuat, kalau orang yang menyerang ibu dan istrinya itu adalah jiyyah," jawab Eyang menjelaskan.


πŸ“žDaston "Memangnya apa yang di lakukan jiyyah? Mengapa Rasya sampai mengejarnya?" tanya Daston lagi.

__ADS_1


Di dalam sambungan telpon itu, eyang menjelaskan kejadian yang terjadi di kediaman Dirgantara. Eyang juga mengatakan rencananya, setelah itu sambungan telponnya pun berahir.


Buk Sari yang mendapat kabar putrinya diserang. Ia segera mendatangi rumah mertua dari putrinya itu.


"Naya, kamu tidak apa-apa kan, Nak?" tanya Buk Sari begitu ia sampai di kamar putrinya.


"Naya nggak papa buk," jawab Naya tersenyum pada ibunya.


"Naaf Mbak, turut berduka, atas segala masalah yang menimpa keluarga ini," ucap Buk Sari pada besannya.


"iya Mbak sari. Semuanya sudah di urus sama Rasya, mudah-mudahan semuanya cepat terselesaikan," balas bunda. Lalu mereka berpelikan.


...****************...


"Bas, kita jengukin naya yuk!" seru Nining mengajak calon suaminya.


"Memangnya naya kenapa?" tanya Bagas yang memang tidak tau masalah yang menimpa Naya.


Semalam Naya memang mengabarinya, tapi mereka belum sempat datang menemui sahabat mereka itu.


"Baiklah, mari kita temui naya," balas Bagas, yang di angguki oleh Nining.


Merekapun berangkat, menuju kediaman Dirgantara.


Cukup jauh perjalanan yang mereka tempuh, 20 menit menaiki sepeda motor, barulah mereka sampai.


"Permisi Pak, Nayanya ada?" sapa bagas lalu bertanya pada satpam yang berjaga.


"Ada Den, sikahkan masuk!" jawab Pak satpam mempersilahkan Bagas dan Nining masuk.


Bagas dan Nining maduk kedalam, sampai di dalam mereka di antar pembantu ke kamar Naya.

__ADS_1


"Naya, kamu gak apa-apakan? baby nya juga gak bsik-baik ajakan?" tanya Nining, langsumg mengelus perut Naya.


"Aku gak papa Ning, Baby nya juga," jawab Naya, tersenyum pafa sahabatnya itu.


Lalu Nining melihat kearah bik sari, iya tersanyum dan mendekati ibu sahabatnya itu.


"Ibuk juga ada di sini?" tanya Nining.


"Iya Nak. Nak Nining Apa kabar?" jawab Buk Sari, bertanya pada Nining.


"Baik buk, udah lama Nining gak ketemu sama ibuk, jadi kangen," ujar Nining, lalu ia memeluk Buk Sari


Selama ini ia memang dekat dengan Ibu dari sahabatnya itu, tapi setelah pindah dari rumah yang lama. di tambah Naya yang sudah menikah, mbuat mereka tidak pernah lagi bertemu.


"Nak Bagas apa kabar," Buk sari berganti menyapa Bagas.


"Baik buk," sahut Bagas.


Mereka semua mengobrol, menemani naya sampai sore hari. Setalah itu baru mereka berpamitan pada bunda dan naya.


Sedangkan Rasya. Ia pergi kerumah sakit, melihat keadaan korban yang nereka yakini adalah Jiyyah dan Ririn.


"Aoa kau yakin? kalau itu adalah mereka?" tanya Rasya, entah mengapa ia sedikit ragu.


"Ya Tuan, Anak buah kita melihatbdengan jelas kalauereka yang mengendarai mobil itu, lagian mobilnya juga mobil Tuan yang mereka curi," jawab Keny memberitahu tuannya.


"Baik lah. Sisanya kau urus saja!" Rasya kembali memerintahkan Asisten nya.


Mohon dukung krya mak yaπŸ™πŸ™πŸ™


Dengan like komen favorit dan vote nyaπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Love you sekebun buat kalian semua πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’žπŸ’ž


__ADS_2