Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Kebahagiaan seluruh keluarga Tamat


__ADS_3

Ahirnya Eyang dan Jery di tahan. Tapi Rasya tidak membiarkan Eyangnya kesusahan di penjara, namanya di penjara tapi eyang punya kamar sendiri juga bisa makan apa aja yang ia inginkan.


Hari-hari pun berlalu. pagi ini putranya Rasya juga sudah sehat, dan akan di keluarkan dari ruang perawatannya.


Bayi mungil itu akan di rawat oleh ibunya sendiri, membuat Rasya benar-benar bahagia. Karna hari yang sulit telah mereka lalui.


"Selamat ya Pak, putra bapak berhasil melewati semua masa sulitnya," ucap dokter, lalu memberikan bayi itu pada ayahnya.


Rasya menangis saat menerima putranya, dia terharu, benar-benar tidak menyangga bisa menggendong buahatinya, setelah dua bulan lebih umur di dalan ruangan kaca.


Rasya memberikan punranya pada istri tercinya, karna dia tau istrinya juga sudah sangat merindukan putra yang selama ini hanya bisa di lihat dari luar, tanpa biasa di sentuh.


"Makasih ya Dok," aku akan membayar mahal semua, usaha Dokter ini," ucap Rasya.


Rasya sampai tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya.


Dokter itu tersenyum, Setelah urusannya selesai, dokter itu pun berpamitan, begitu juga dengan susternya.


Hari itu semua orang di rumah itu, di sibukan dengan kehadiran bayi mungil, yang sangat menggemaskan.


"Hati-hati Sayang, badannya masih kecil," ujar Rasya, saat ia melihat istrinya mengganti popok putranya.


"Iya Mas, Aku tau kok," balas Naya.


Mereka terus memperhatikan wajah putra mereka itu, lalu tertawa bersama.


"Kok pada ketawa sih, ada yang lucu ya?" tanya bunda saat melihat anak dan mantunya tertawa.


"Iya Bun, Babynya lucu gerak-gerak aja dari tadi, mana badannya kecil tapi lincah aja gerakin kaki dan tangannya," jawab Rasya.


Bunda mendekat, melihat cucunya yang ada di dalam box bayinya.


Kalian sudah siapin nama bust cucu Bunda?" tanya bunda lagi.


"Sudah dong Bun," jawab Rasya.


"Radyanza Dirgantara. Apa kamu suka sayang? dengan nama putra kita?" tanya Rasya meminta pendatpat pada istrinya.


"Aku suka Mas," jawab Naya.


"Iya, itu nama yang bagus, terus di panggilnya Rady." bunda ikut menimpali.


"Yanza, saja Bun," balas Rasya, bunda pun mengangguk.


"Baby Yanza, kamu yang anteng ya sayang, cucu Oma," ucap Bunda, bicara pada cucunya

__ADS_1


"Kok Oma sih. Gak Eyang Bun," perotes Rasya.


"Gak Bunda maunya Oma, gak mau yang lain," balas Bunda.


Naya hanya melihat suami dan mertuanya yang berdebat hanya karna panggilan Eyang dan Oma.


Hari-hari yang Naya lalui sekarang sudah di sibukan dalam mengurus anak, karna ia tidak mau di bantu oleh Baby sister, semuanya Naya yang urus terkadang di bantu oleh suaminya.


Begitupun dengan Rasya, walaupun dia sudah lelah bekerja di kantor, jika malam hari dia siap siaga membantu istrinya mengurus Baby Yanza.


Di lain tempat, di sebuah restoran yang ada di dalam Mall, sepasang kekasih sedang asik makan siang bersama.


"Kakak Gak lagi sibukkan?" tanya Yara pada kekasihnya.


Semenjak kejadian di kantor, yang Keny bilang dia merepotkan dan manja, dia sudah banyak berubah, karna dia tidak mau Keny menganggapnya sebagai gadis manja.


"Gak Dek, tadi kakak juga sudah kasih tahu Rasya, kalau mau nemanin kamu belanja," jawab Keny.


Dia tau pasti Yara takut merepotkannya, padahal kalau sekarang Keny malah suka di repotkan olehnya.


Selesai makan baru mereka berbelanja. Kalau biasanya Yara akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berbelanja, sekarang tidak, cukup mengambil yang ia inginkan dan menghabiskan waktu 45 menit, mereka sudah keluar dari Mall itu.


"Apa gadis cantik ini mau ku antar pulang?" tanya Keny saat mereka sudah ada di parkiran.


"Sayangnya kali ini aku tidak menerima penolakan," lanjut Keny memotong ucapa Yara.


Keny membawa Yara masuk, kedalam mobilnya, dia tau, gadis itu pasti akan menolak tawarannya, maka dari itu ia memaksa gadis itu.


Keny menjalan kan mobilnya menuju ke diaman, Dirgantara. Tapi Yara menyuruh lanjut kekantor saja, karna dia ingin menemani Keny bekerja, dengan senang hati Keny melaju ke kantor tempatnya bekerja.


Sampai di kantor mereka masuk kedalam, dan langsung menuju ruangan Keny, Bengitu mereka masuk, tanpa mengetuk pintunya Rasya masuk kedalam ruangan Keny.


"Yara, kau ada disini, sejak kapan, bukannya tadi kalian bertemu di luar kantor?" cacar Rasya dengan berbagai pertanyaan.


"Kakak, kalau mau masuk ruangan orang itu di ketuk dulu," berotes Yara tanpa menghiraukan pertanyaan kakaknya.


"Tersarah aku mau mengetuk atau tidak, sekarang jawab pertanyaanku," balas Rasya.


"Aku baru sampai Kak, tadi kami memang bertemu di Mall, tapi aku ingin ikut ke Kantor," jawab Yara nembalas ucapan kakaknya.


"Sudah, kau tidak perlu disini, biar supir yang mengantarmu pulang, kau hanya akan mengganggu pekerjaan Keny," ucap Rasya, menatap adik perempuannya.


Mau tidak mau Yara ahirnya pulang, sedangkan Keny ia hanya diam, tidak berani melarang, karna dia tau Rasya memang tidak suka melihat mereka terlalu lama berduaan.


"Kapan kau akan melamarnya? semua masalah sudah selesai, jadi tidak ada lagi alasan untukmu, jangan terlalu lama berpacaran itu tidak baik," Rasya bertanya sekaligus menegaskan Asistennya itu.

__ADS_1


Aku akan segera datang, tapi kau tau kan, kalau aku hanya sebatangkara, tidak memiliki orang tua," jawab Keny, bemberi tahu keadaannya.


"Apa aku pernah mempermasalahkan itu, bagiku yang terpenting itu kau bisa menjaga adikku dengan baik, dan membahagiakan dia, kalau masalah orang tua, bukankah selama ini bunda itu adalah orang tuamu," balas Rasya.


Dia memang sudah sangat mengenal Keny, begitu juga sebaliknya, Keny pun sangat mengenal Rasya. Mereka sudah berteman sejak masih di SMP, dan Rasya lah yang banyak membantu Keny jika kekurangan biyaya.


Maka Dari itu, Rasya sangat percaya kalau Keny mampu menjaga dan membahagiakan adik satu-satunya itu


Seperti yang sudah Keny janjikan, dia datang melamar adik dari bos sekaligus sahabatnya itu untuk menjadi istrinya.


Acara lamaran berjalan dengan lancar, karna Baik Bunda ataupun Rasya, mereka sudah setuju jauh sebelum Keny datang untuk melamar Yara.


Rasya yang tidak suka memberlambat urusan, dia segera mengurus pernikahan adiknya.


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba di mana hari ini adalah hari pernikahan Yara dan Keny, acaranya cukup meriah, meskipun Keny hanya sebagai asisten, tapi dia sudah punya cukup banyak uang untuk mendirikam pesta seperti yang di inginkan calon istrinya.


"Bagaiana para saksi?" tanya pak penghulu saat Keny berhasil mengucap ijap kobul dengan satu kali tarikan nafas.


Sah


Sah


Sah


Ucap semua para tamu secara bersamaan.


Di lanjut dengan acara memberi selamat pada kedua mempelai. Hari bahagia itu mereka lalui dengan aman dan damai tanpa gangguan apapun.


...****************...


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sekarang usia Yanza sudah 5 tahun, dan sekarang Naya sudah kembali mengandung anak nya yang ke dua, usia kandungannya saat ini memasuki bulan ke 3.


Bebgitu juga dengan Nining dan Bagas, mereka memiliki putri yang masih berumur 2 tahun, yang bernama Zasira putri.


Sedangkan Keny dan Yara, mereka baru saja di karuniai putri yang masih berumur 2 bulan, yang mereka beri nama Rexsiana. Sekarang bunda juga tinggal bersama Yara di rumah utama keluarga Dirgantara.


Katena Rasya lebih memilih membeli Rumah untuk keluarganya sendiri, bukan tidak mau tinggal bersama bundanya, tapi memang bunda yang meminta tinggal bersama Yara, tapi walau begitu dia juga sering menginap di rumah putranya.


...TAMAT...


Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏


Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏🙏


Love you sekebun buat kalian semua 💓💓💓💓💞💞

__ADS_1


__ADS_2