Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Berharap cemburu


__ADS_3

Merasa tidak ada lagi yang di bicarakan, Rasya pun pamit keluar dari kamar ibunya. setelah itu Rasya langsung menuju ruangan kerjanya. Karna ia ingin menghubungi Keny.


Tuuuut tuuuut tuuuut


Dering ketiga barulah Keny mengankat teleponnya.


Keny "Ya tuan! " ucap Keny begitu menggangkan telepon dari tuannya.


Rasya "Kamu cari tau! apa yang menyenangkan tante Jiyya bangkurut! karna akubtidak mau mengambil keputusan yang salah, " perintah Rasya, begitu Keny mengangkat teleponnya.


Keny yang mendengar perintah Tuannya pun mengerut kak kening, sudah lama ia tidak mendengar nama Jiyyah dan Ririn.


Keny "Memangnya, mereka kenapa tuan?, " tanya Keny merasa penasaran.


Rasya "Kalau aku tau, untuk apa lagi kau mencari taunya, " jawab nya kesal.


Keny " baik tuan, saya akan mencari tahunya, " patuh Keny saja, munggik besok ia akan tau semuanya.


Karna sudah pasti, saat ini suasana hati Tuannya sedang tidak baik-baik saja.


"Memm!, " Rasya hanya berdehem, kalu mematikan sambungan teleponnya.


"Dasar, Tuan menyebalkan, " maki Keny memandangi kontak Rasya yang ada di ponselnya.


"Memangnya ada apa dengan Ririn? " tanyanya bicara sendiri.


"Mungkin nenek lampir itu kenak karma kali ya, " jawabnya sendiri.


Keny memang sudah sangat mengenal dua orang itu, dulu dia juga yang membongkar kebohongan dua wanita itu,


Kembali pada Rasya. Selesai menelpon Keny, ia keluar dari ruang kerjanya, lalu naik kelantai atas tempar dimana kamarnya beraba.


Ckleek


Rasya membuka pintu, lalu masuk kedalam.


"Dimana dia?, " tanyanya sambil memperhatikan kamarnya yang kosong.


Tidak menemukan istrinya. ia pun keluar, mencari keberadasn istrinya.


"Kok kayak suara orang lagi cerita, apa Yara belum tidur? tapi dia bicsra dengan siapa, " gumamnya saat mendengar suara dari kamar adiknya.

__ADS_1


Rasya kembali membuka pintu yang memang terbuk sedikit, masuk begitusaja kedalam. Dan ia menemukan istrinya ada disitu.


"Kakak!, " seru Nayara, terkejut melihat kakaknya yang tiba-tiba masuk.


"Ternyata kau ada disini, " seru Rasya, tanpa menghiraukan adiknya.


"Iya, kakak memang ada di sini, memangnya kenapa?, " ujar Yara lalu bertanya.


"Aku tidak bicara padamu, Aku bicara padanya, " balas Rasya, memunjuk istrinya.


"Padanya…, pada Istriku kak, " beo Yara, sekligus mengajari kakak nya.


"Hemm! " dehem Rasya.


"Kalau begitu kembalikan istriku, " balas Rasya menatap adiknya.


"Silahkan…. lagian kita jiga sudah selesai ceritanya, weeek, " lanjut Yara, meledek kakaknya.


"Terserah…, apa katamu. Ayo Nay. "


Rasya pun membawa istrinya dari kamar adiknya.


"Terserah apa katamu, " ejek Yara meneru cara bicara kakaknya.


Kenbali pada Rasya dan Naya.


"Memangnya kalian ngapain di kamar Yara?, " tanya Rasya, saat mereka berjalan kekamar.


"Yara hanya bertanya beberapahal padaku, " jawab Naya, sambil menunggu Rasya membuka kan pintunya.


"Bukan kau yang bertanya padanya?, " tanya Rasya ingin tahu.


"Bukan, " jawab Naya berbohong.


Padahl tadi ia juga bertanya, peperapa hal tentang Rasya.


"Apa kau tidak penasaran, siapa Ririn sebenarnya, " ucap Rasya, mencoba menggoda istrinya.


"Tidak…, memangnya di siapa, mengapa aku harus penasaran, " ucapnya cuek, padahal didalan hatinya ia sangat penasaran siapa Ririn sebenarnya.


"Baik lah…, kalau kau tidak penasaran, jadi aku tidak harus memberi tahumu, " belas Rasya tersenyum.

__ADS_1


Ingin sekali Rasya Tertaw melihat wajah istrinya, yang sebenarnya penasaran.


Baiklah, ayo kita tidur, " ucap Rasya, mengajak Naya.


Lalu mereka pun naik keatas ranjang, mereka merebah kan tibuh masing-masing, dengan Naya yang membelakangi suaminya.


"Apa kamu benar-benar tidak ingin tahu, " goda Rasya lagi. Ia mendekati istrinya, memeluknya dari belakang.


"Kalau mas tidak keberatan menceritakannya, " balas Naya, menurunkan egonya. Lalu ia membalikan tubuhnya agar menghadap sang suami.


"Baik lah…, Ririn itu mantan tunanganku. aku dan Dia itu hampir saja menikah, " imbuh nya, lalu memperhatikan wajah istrinya.


Ia berharap Naya akan cemburu.


"Apa kau tidak cemburu?, " lanjutnya bertanya, karna melihat wajah istrinya yang biasa saja.


"Apa aku sudah berhak cemburu?, " balas Naya balik bertanya.


"Memangnya, siapa yang melarangmu untuk cemburu, " ujar Rasya. Ia sangat berharap menemukan kecemburuan di wajah istrinya.


"Tidak ada, aku hanya takut saja, "sahut Naya, memang takut menaruh hatinya pada suaminya.


"Dengar ya Nay, aku bukan pria yang romantis, tapi aku juga bukan pria tang breksek, " jelas nya, mengadapkan wajahnya tepat di depan wajah Naya.


"Lalu, mengapa kau masih membiarkan mantan tunanganmu tinggal dirumahmu, " balas Naya keceplosan, tapi Rasya tidak menyadarinya.


"Aku terpaksa…, karna mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi, " balasnya, memngbitublah alasannya membari izin.


Naya menatap suaminya, seolah meminta penjelasan.


"Baiklah sayangku, sekarang aku akan menceritakan semuanya, " ucapnya, ia mengajak Naya duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Tapi tunggu, tadi kau bilang apa?, " ucapnya seperti melewat kan sesuatu.


"Sudah lah, tidak usah dibahas lagi, " ucap Naya cemberut.


"Baik-baik aku akan menceritakan nya. "


mohon dukung krya mak ya 🙏🙏🙏🙏


Seperti like komen favorit dan vote nya 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Love you 💓💓💓💓💓💓💓💞💞💞💞💞💞💞💞


__ADS_2