
selama perjalanan ke kantor Rasya selalu tersenyum, karna ia terus mengingat saat mengecup bibir Naya.
sedang kan Keny yang menyetir pun mrasa heran melihat Tuan nya yang terus tersenyum, sekian lama nya ia bekerja dangan Rasya ini kali pertama ia melihat Tuan nya itu tersenyum.
Si Tuan kenapa ya? kok senyum-senyum sendiri, " ucap Keny dalam hati. Terus memperhatikan Tuan nya dari kaca yang ada di depan.
"Seperti nya tuan sedang bahagia, " ucap Keny memberikan diri, tapi Keny sudah tahu apa yang akan menjadi jawaban nya.
"Hemm! " jawab Rasya singkat, senyum yang ada di bibir nya, langsung menghilang.
Tepat separti dugaan ku, " ucap lagi di dalam hati.
Keny pun tidak lagi bertanya, ia melanjutkan menyetir mobil nya. tak berapa lama mereka pun sampai di kantor.
Keny turun dari mobil, berjalan ingin membukakan pintu untuk tuan nya, saat ingin membukak Rasya sudah keluar lebih dulu. Mereka pun masuk kedalaman kantor. menuju ruangan masing-masing.
Siang hari nya,
Keny mengajak Rasya untuk bermu dengan pak Rajo, untuk mebicarakan kelanjutan kerja sama mereka,
"Selamat siang tuan, " sapa tuan Rajo, setelah mereka sampai di rumah makan.
"Siang jugak, " balas Rasya.
Tuan rajo yang mebalasan sapa dsri Rasya tersenyum. Mereka bertiga pun duduk, mulai membahas pekerjaan dan perjanjian nya.
Sedang kan Naya.
__ADS_1
saat ini dia sedang membantu Bin Darmi mengurus ibunya. Ya walaupun sudah ada Bik darmi, tapi Naya tetap ikut mengurus ibunya, iya tidak mau lepas tanggung jawab begitu saja.
setelah melihat ibunya tertidur, ia menemui Bik Darmi.
"Bik Naya pergi sebentar ya, " pamit nya.
"Iya Non, " balas Bik Darmi, tanpa benanya mau ngemana Naya akan pergi.
"Titip Ibuk ya Bik! " ucap Naya lagi. sebelum meninggal kan rumah.
"Bik Darmi menganguk, satalah itu Naya pergi dari rumah, menuju Rumah makan.
Sampai dirumah makan, Naya masuk begitu saja, karna dia bukan berniat makan, tapi ingin menemui teman-teman nya.
"Nining!
Nining yang merasa nama nya di panggil pun menoleh.
Kanaya!
balas nya mendekati Naya, lalu mereka berpelukan.
"Udah lama ya Nay kita gak ketemu, " ucap Nining, melepaskan pelukan mereka, lalu mengajak Naya untuk duduk.
"Iya Ning, " esmang kamu ngak lagi sibuk ya Ning? " tanya naya.
Karna biasa nya, saat siang begini rumah makan akan rame.
__ADS_1
"Sibuk sih, tapi gak papa lah, masih banyak yang ngerjain, lagian dari tadi aku juga belum istirahat, " balas nya menjawab pertanyaan Naya.
"Dav, tolong gantiin aku ya! anterin pesanan pelanggan setia kita ya! di tempat biasa, kalau gak tau tempat nya tanya Bagas aja ya, " ucap Nining pada Davir.
"Baik kak, " patuh nya mengerjakan pekerjaan yang di katakan Nining.
Davir memang penurut dan pemdiam irit bicara.
Pekerja baru ya Ning? " tanya nya, karna ia tak mengenal Davir.
"Iya Nay, anak nya penurut banget Nay, tapi gak terlalu sukak bicara, " jawab Nining, sedikit menjelaskan sifat Dvir.
"Pantasan aku tidak memgenal nya. "
Naya dan Nining pun lanjut mengobrol, juga sesekali mereka bercandak.
Naya, kamu datang kemari hanya ingin bertemu dengan Ning-Ning? " tanya Bagas lalu ia datanang mendekati dua gadis itu.
Naya dan Nining pun menoleh pada Bagas, yang datang. kalau naya tersenyum pada Bagas, tapi tidak dengan Nining, ia merasaa kesal dengan pangilan Bagas pada nya.
Bagas, kamu apa kabar? " tanya Naya.
Naya lebih baik bertanya, dari pada harus menjawab pertanyaan Bagas.
"Baik, "jawab nya jetus, lalub duduk saja di samping Naya.
"Ngapain kamu kesini, " tuding Nining, nasih kesel pada Bagas.
__ADS_1
Untuk menemui calon pacar aku lah, iya gak Nay, " ucap Bagas mengedip kan mata nya, dan tersenyum mada Naya, Bagas juga merapat kan duduk pada Naya.