Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
liburan atau bulan madu


__ADS_3

Egaahh


Naya menggeliat, ia merasa tubuhnya susah untuk bergerak.


"Lepas Mas!, bangun ini sudah siang, " ucap Naya, membangunkan suaminya.


"Bentar lagi Sayang, " balas Rasya mesra, mengeratkan pelukannya.


Aku mau bantuin Bunda masak Mas, " cetusnya, mencoba melepaskan tangan suaminya.


"Gak usah di bantuin Nay!, lagian kenamasih kalian suka sekali membantu para pembantu, " senggahnya, ia heran melihat ibu dan istrinya.


Menurut Rasya, itu hanya merepotkan diri sendiri.


Bukan membantu Mas, itukan memang sudah kewajiban. teturema aku sebagai istri dan menantu di rumah ini, " jelasnya, begitulah yang diajarkan ibunya.


Aku beruntung mendapatkan istri sepertimu, " pujinya, tersenyum pada Naya.


"Apa aku tidak salah dengar?, " tanya Naya saat mendengar susminya memuji dan mengakuinya.


"Pergilah! aku akan menyiapkan keperluanku sendiri, " imbuhnya melepaskan sang istri, agar tidak lagi bertanya.


"Baik lah, " balas Naya, ia turun dari ranjang mending asuk ke kamar mandi.


"Mas, aku keluar dulu ya, " pamitnya setelah keluar dari kamar mandi.


"Ya!" jawab Rasya dingkat. .


"Kau tidak salah dengar Nay, Aku benar-benar beruntung dan aku juga mencintaimu, " jawabnya setelah Naya keluar dari kamar itu.


"Dasar Rasya pengecut, Bodoh kamu Ras! B


mengnjawab itusaja kau tidak berani, " ejeknya pada diri sendiri.


Sedangkan Naya, saat ini ia sudah membantu ibumertuanya, menyiapkan sarapan pagi mereka.


Setelah semuanya selesai, makanan sudah terhidang rapih, satuper'satupun keluar. gaberkumpul di mejamakan.


Bun, besok aku dan Naya akan pergi kb ebali, " ucapnya memberitahu.


Uhukk uhukk uhukk


Naya tersedak saat mendengar ucapan suaminya. yangmengatakan oergi kebali, tansi


"Pelan-pelan sayang, " ucap Bunda mberi menantunya air minum.

__ADS_1


"Kakak gak romantis, " cetus Yara tiba-tiba, sambil menggelengkan kepala nya.


"Yara!" tegur bunda, juga menggelengkan kepalanya .


"Maaf kak, " sesalnya, juga memanyunkan bibirnya.


"Sudah, kamu makan saja!, " sahut Naya, mbela adik iparnya.


"Dasar sok baik, " gumam Eyang pelan, hanya iyalah yang mendengarnya.


"Bunda!, Rasya berangkat dulu, " pamitnya, ia setelah berdiri lalu neninggalkan mejamakan.


Naya yang melihat suaminya beranggat Rasyapun mengikutinya, mengantarnya sampai didepan pintu.


"Mas, pamit kerja dulu ya. Ingat, bersiap'siaplah, besok pagi-pagi sekali kita berangkat, " ujarnya, mengingatkan.


"Iya Mas, " balasnya Naya singkat.


Cup


Cup


Seblum berangkat Rasya, mengecup kening dan bibir istrinya, lalu buru pergi dari hadapan istrinya.


"Ehem…, cie, yang dapat kecupan pagi-pagi, di pegang terus ya, " ledek Yara, menggoda kakak iparnya.


"Yara, sejak kapan kamu di situ?, " tanya Naya, ia pura-pura tidak mendengar ledekan adik iparnya.


"Semenjak kakak, mengecup kening dan bibir kakak, " jawadnya berbisik. Setelah itu ia pun meneruskan langkahnya keluar dari rumah, Begitupun dengan Naya, ia kembali kemejamas kan, membereskan mejamakan.


Di lain tempat, tepatnya di kantor Rasya.


"Bagai mana? apa kau sudah mencari taunya, " tanyaLaisiaa begitu melihat asisten nya masuk.


"Apa tidak ada basa'basi, seperti menawarkan minum gitu, " Serunya malah bercanda.


Ini mak? lah yang membuat Rasya, sering merasa jengkel melihat Asistennya itu, semua dijadikan becanda.


"Aku tanya se_."


"Baik-baik, aku sudah mencari taunya, dan kau tau, mereka memang angkurut, " jelasnya, memotong ucapan Tuannya.


"Ken!, Apa kau lupa sekarang ini dimana?, " sindirnya yang mendengar Keny menyebutnya kau.


"Hehehehehe, maaf Tuan, saya lupa, " sesalnya meminta maaf.

__ADS_1


"Hemm sekarang lanjutkan, " sambung Rasya menatap Asistennya.


"Baik tuan…, mereka memang bangkurut karna di tipuTuan. Mereka mempercayai orang yang katany akan investor, mereka memang menjalan kan bisnisnya bebetapa bulanbini, tapi sekarang orang itu menhilang enrah di mana. Bukan cuma itu, nyonya Jiyyah juga terlalu suka bermain judi onlen Tuan, " jelas Keny menjelaskan semua yang ia ketahui.


"Emm baiklah, sekarang kau boleh keluar, " usirnya tanpa perasaan.


"Baik tuan, saya permisi dulu, " patuh Keny, yang sudah paham sipat Tuannya.


"Tunggu! Ada satu lagi kerjaan untukmu, " ucapnya membuat Keny menghentikan langkahnya, lalu kembali menghadap Tuannya.


"Kerjaan apa Tuan? " tanya Keny, kalini dia duduk di hadapan Rasya.


Tolong kau urus kepergian ku dengan Naya, " taeabnya tersanyum.


Keny mengerutkan keningnya, menlihat tuannya tersenyum.


Memangnya tuan mau kemana bersama nyonya?, " Keny kembali bertanya.


"Ke bali, aku ingin mengajak naya Liburan, jawabnya lagi-lagi ia tersenyum.


"Liburan atau berbulan madu, " goda Keny, yang melihat Rasya tersanyum.


Seketika senyum di wajah Rasya menghilang, ia menatap Keny, dengan tajam.


Gleek


Keny menelan ludah, ia nerasa akan segera di terkam oleh Rasya.


"Baik tuan, saya akan segera mengurusnya, memangnya Tuan mau berangkat kapan?, " balasnya, sekaligus bertanya.


"Besok, " jawab Rasya enteng.


Apa besok, Tapi Tu_, " ucapannya terhenti.


"Saya tidak mautau, kamu haris mengurusnya, usahakan memcari hotel yang dekat dengan pantai, dan buat kamar nya seindah mungkin, " selanya, langsung memotong ucapan Keny asistennya.


"Baik Tuan, " patuh Keny saja, mau protes dan bertanya, sama aja akan kenak marah.


Setelah Rasya menjelaskan apa saja yangakan ia siapkan, ia pun pamit pada Tuannya itu, ahar ia bisa mengerjakannya dengan cepat.


Mohon dukung krya mak ya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Seperti like komen favorit dan vote nya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Love you sekebon untunk semuanyaπŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2