
Pagi hari nya.
Pagi-pagi sekali Naya dudah bangun. Seperti bisa meski pun sudah ada pembantu, tapi ia selalu membantu bibik menyiapkan sarapan pagi.
Jadi ia juga bangun pagi ini untuk membantu para pelayan di rumah itu seami nya.
"Bibik sedang masak apa?, " tanya Naya begitu ia sampai di dapur.
"Eh si Non,! kok udah di sini sih?, " bik Darmi balik bertanya.
"Mau bantuin bibik masak, " jawab Naya.
Bik Darmi menolak dan kembali menyuruh Naya masuk kekamar nya.
Pasrah Naya ia pun kembali, tapi saat melewati ruang tamu ia melihat Eyang Desi di ruangan tamu.
"Pagi Eyang, " Naya menypa Eyang Desi.
"Dari mana kau? sepagi ini sudah kelayapan?, " tanya Eyang, tidak menghirau kan sapaan Naya.
"Dari dapur Eyang, " jawab Naya menunduk.
"Ngapain ke dapur?, kamu pasti bohong kamu lagi memperhatikan rumah ini kan!, dan mencari apa saja yang bisa kau curi!, " tuding Eyang penatap senis pada Naya.
"Tidak Eyang, aku tadi memeng dar_."
"Sudah!, aku sudah paham dengan orang-orang miskin seperti kamu ini!, " Eyang memotong ucapan Naya, dan menghina gadis itu.
"Saya permisi Eyang, " pamit Naya, ia sudah sakit hati mendengar hinaan Eyang Desi.
Lalu Naya pergi saja dari ruang tamu, naik ke lantai atas di mana kamar nya berada, sampai di kamar Naya bingung harus apa, lalu ia melihat suami nya yang masih tidur, setelah itu Naya masuk ke kamar mandi.
Di kamar mandi Naya menangis ia teringat perkataan Eyang desi.
Apa salah ku,! padahai aku berkata jujur, " gumam Naya, setelah itu iya membasuh wajah nya lalu keluar.
"Kau sedang apa?, " tanya Rasya tiba-tiba sudah ada di depan kamar mandi.
"Astagfirullah!, Mas, aku terkejut, " ucap Naya.
__ADS_1
Lalu Rasya memperhatikan wajah Naya. "kau menangis?, " lagi-lagi Rasya bertanya.
"Tidak mas, " jawab nya saja, memcoba untuk tersenyum.
"Ingat, katakan saja jika ada yang menyakiti mu, " ucap Rasya.
Naya hanya mengangguk, lalu berjalan kearah ranjang.
"Mas, boleh tidak?, aku bekerja kembali?, " tanya Naya duduk di tepian janjang.
"Tidak Nay!, jangan pernah minta hal itu pada ku, " jawab Rasya.
"Tapi Mas a_. "
"Sudah kukatakan tidak!, jadi tidak ada tapi-tapian, " bentak nya, memotong ucapan Naya.
Naya terkejut mendapatakan bentakan dari Rasya. Gadis itu pun diam tidak berani lagi bicara.
Maaf Nay!, aku tidak bermaksud untuk membentak mu, " ucap nya merasa bersalah.
"Tidak papa mas. "
Selesai mandi, Rasya keluar, ia sudah tidak mendapati istri nya lagi.
"Ke mana dia?, " gumam nya bertanya.
Ia mengambil pakaian yang di siapkan Naya. lalu memakai nya.
"Sudah Non!, biar bibik saja, " ucap bik Darmi melarang Naya membamtu nya menyiapkan mskansn di meja makan.
Ya merasa kesal dan sakit hati, akhirnya Naya kembali kedaput, membantu para pelayan.
"Tidak bik!, biar aku saja!, " kekeh Naya tetap ingin membantu.
Naya menngangkat saja gulai ayam yang ada di tangan bik Darmi, lalu berbalik ingin mengantar gulai itu kemeja.
Secara bersamaan Rena juga datang ke dapar dan.
Saaar
__ADS_1
aaaaakkkk panas!, " jerit Rena karna ia terkena tumpahan kuah sayur yang ada di tangan Naya.
"Maaf aku tidak sengaja, " ucap Naya, merasa bersalah.
Mama!, " teriak Rena memanggil mama nya.
Bunda dan mama Diyah pun berlari kedapur, begitu mendengar teriakan Rena.
"Ada apa ini, " bentak Diyah pada Naya.
Naya diam saja, karna ia sadar ini adalah salah nya, ya meskipun ia tidak sengaja, Bunda mendekati Naya, mengambil sayur yang di rangan nya, di berikan pada bik Darmi.
"Maaf Tante, " hanya kata maaf lah yang keluar dari mulut nya.
"Sudah lah Rena!, kan Naya sudah meminta maaf, " ucap Bunda menengahi.
"Jadi mbak lebih membela dia, padahal sudah jelas dia yang bersalah, " senggah mama Diyah tidak terima.
"Ada apa sih? pagi-pagi sudah pada ribut?, " tanya Rasya, melihat semua semua orang sudah berkumpul di dapur.
"Ini nih!, istri mu sudah membuat anak tante begini, " Diyah yang menjawab memperlihat kan keadaan Rena yang sudah kotor, terkena sayur.
"Lalu, kenapa tidak di obati, " ucap Rasya. datar.
Kalau sudah begitu tidak akan ada yang berani lagi untuk bicara, semua orang pun bubar dari dapur, Rasya Membawa Naya, sedang kan yang lainnya mengobati Rena.
*
*
*
*
*
*
mohon dukungan nya, untuk karya Author 🙏
__ADS_1
🙏🙏🙏