
Sampai siang hari, Naya benar-benar hanya di kamar saja, bukan tidak bisa keluar tapi Suami nya yang membuat dia tidak bisa keluar, karna suaminya tidak mengijin kannya keluar dari kamar itu.
...*********...
Siang itu nya di empat lain, di sebuah rumah makan.
Nining sedang menunggu seorang Pria kenalan nya di Gc NT, ia sudah menunggu cukup lama tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan orang yang iya tunggu.
Derrrt derrrt derrrt
Suara ponsel nya pun berbunyi.
Nining "Hallo, " ucap setelah mengangkat sambungan telepon nya.
Xx "Maaf ya, aku tidak jadi datang, " balas Pria itu dari sebbrang sana.
Nining "Kenapa? kitakan sudah janji untuk bertemu hari ini!, juga aku sudah menunggu mu, " cacar Nining kecewa.
Bagai mana tidak kecewa dia sudah menunggu dari tadi, tapi yang di tunggu tiba-tiba menggagalkan pertemuan mereka.
Xx "Iya, tapi aku benar-benar minta maaf, " balas nya lagi, setelah itu, ia mematikan telpon nya.
Ia memandangi gadis yang duduk seorang diri, dan nerasa sangat bersalah.
Maafin aku Ning, gumam Bagas tetap memandang Nining, yang sedang merasa sengat kecewa.
"Tapi kamu tenang aja Ning, aku akan mencoba jujur padamu!, hanya saja tidak sekarang, " ucapnya dari kejauhan, terus memandangi Nining.
Ya, ternyata orang yang Nining tunggu adalah Bagas, tadi sebelum sampai Bagas sudah bertanya, gadis yang ingin iya temui itu memakai baju apa, dan duduk di meja nomer berapa.
Betapa terkejut nya Bagas, begitu melihat gadis yang ingin ia temui, ia jafi menyesal tidak menuruti permintaan gadis itu yang meminta mereka video kal saja sebelum bertemu.
Beginilah jadi nya, iya merasa kecewa melihat siapa gadis yang ingin iya temui, bukan karna Nining jellek, juga bukan tidak suka pada Nining, tapi iya hanya malu menemui gadis itu.
malam harinya, karna Rasya dan Naya tidak keluar dari kamar, Bunda memutus kan mendatangi kamar putra dan menantunya
Tok tok tok
__ADS_1
Bunda mengetok pintu sambil berkata. "Rasya, Bunda mau masuk, " ucap Bunda setelah mengetok pintu.
"Mas, gimana dong bunda mau masuk ni, " ucap Naya yang mendengar Bunda dari dalam.
Ia takut, kalau Bunda akan marah pada nya karna tidak keluar dari kamar satuharian.
"Gak papa, kamu di sini saja!, biar Aku yang keluar, " balas Rasya.
Rasya berjalan karah pintu, lalu membuka nya.
"Ada apa Bun?, " tanya nya membuka pintu nya, tapi hanya sedikit.
"Kau bikang, Naya srdang sakit!, Bunda ingin menemuinya, " jawab Bunda, sambil melihat kedalam kamar, tapi Rasya selalu menghalangi nya.
"Hehehe, sebenarnya dia tidak sakit Bun, tapi anu Bun itu,! gimana ya cara menjelaskan nya…, " ucap Rasya yang tidak melanjutkan ucapannya karna dia bingung harus bilang apa.
"Ooh gitu ya, " balas Bunda seolah tau, meskipun tidak di beritahu Rasya.
"Bunda tau kan, "
"Iya Bunda ngerti kok. "
Rasya kembali cengengesan, sedang kan Bunda tersenyum melihat putra nya itu.
"Ya sudah!, kalian lanjut saja, Bunda kedepan dulu, " pamit nya tersenyum, meninggal kan kamar putra nya.
Rasya menutup pintu nya, setelah Bundanya pergi.
"Bunda sudah pergi Mas?, " tanya Naya begitu oa melihat suaminya yang mendekat pada nya.
Sebenarnya Naya sudah nerasa lebih baik, ia hanya malu keluar dari kamar nya.
"Ya sudah, sekarang kita tidur ya, " ucap Rasya, naik keatas ranjang, mereka pun tidur.
Pagi harinya.
Bunda, hari ini Naya mau kerumah Ibuk, " ucap Naya memberitahu.
__ADS_1
"Iya sayang, gak papa kok, " balas Bunda mengijin kan.
"Halah alesan, kau menemui ibumu pasti ingin bemberikan hasil yang kau dapar dirumah ini, iya kan, " timpal Eyang menuduh.
Entah mengapa semenjak Rasya menikah, ia selalu ada di rumah itu, biasa nya dia sangat jarang jika ingin menginap, paling ia menyuruh cucu perempuan nya datang menemui nya di rumah mama mama Diyah.
"Gak Eyang, Aku memang ingin menemui Ibuk Eyang, " jelas Naya yang di balas senyum mengejek Naya.
"Sudah lah Eyang!, jangan terus berburuk sangka pada kak Naya, " timpal Nayara membela kakak iparnya.
"Kau tidak usah membela nya jika!, " marah u
Eyang.
Kalain semua, sudah di berikan apa sih sama sia, sehungga kalian terus saja membela nya, " lanjut nya lagi melihat ketiga nya bergantu secara bergatian.
"Kuta gak di berikan apapun Eyang,! tapi kak Naya memang bukan seperti yang eyang fikirkan, " Nayara terus membela kakak iparnya.
Braaak
Rasya menggebbrak meja, membuat ketiganya terkejut, terutama Eyang Desi.
Kalau tidak suka pada isrtiku labih baik tidak usah datang kerunah ini, " marah Rasya menatap eyang nya.
"Mas, Sudah lah, jangan seperti itu, " sela Naya mengusap tangan suaminya, mencoba menenangkannya.
"bukan nya tenang, rasya malah menarik tangan istrinya membawanya keluar dari rumah.
"Mah, aku mohon, tolong jangan terlalu kassr mada Naya, itu akan semakin Rasya semakin membenci mamah, " ucap Bunda pada mertua nya.
Tapi sayang, Eyang Desi tidak memberdulikan itu semua, dia malah menhabiskan sarapan nya.
Tolong dukung krya mak ya 🙏🙏🙏
Seperti like komen favorit dan vote nya 🙏🙏🙏
Love you 💓💓💓💓💓💓💓💞💞💞💞💞
__ADS_1
Sudah