Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
membeli bunga


__ADS_3

Malam harinya


Selain Bik Darmi ada juga pembantu lain dirumah itu, yang bernama Bik Jumi. Selain itu ada Pak Dirman.


Bik jumi dan Pak Darmin suami istri.


"Bik ada yang bisa Naya bantu, " ucap naya mendatangi Bik Jumi, yang sedang memper siapkan makan malam mereka.


Gak berlu Non, Non Naya tunggu di meja aja, " ucap Bik Jumi menolak.


mana berani Bik Jumi menbiarkan Naya ikut bekerja, yang ada dia malah berenti bekerja.


Setelah sumua masakan sudah tersusun rapi, kini saat nya mereka untuk makan. Meja makan itu hanya di isi oleh Naya dan Dian, karna Buk Sari makan di kamar di bantu oleh Bik Darmi.


"Kak sebenarnya? Tuan Rasya itu siapa nya kk sih? " tanya Dian penasaran.


"Gak siapa-dispa Dian, sudah kamu makan saja! " ucap Naya pada adik nya.


Naya masih belum berani mengatakan pada siapapun, kalau sebentar lagi ia akan menikah dengan Rasya.


Ya walau pun Naya sendiri, tidak tau itu kapan.


"Kalau bukan siapa-siapa, kenapa dia baik sekali, membiarkan kita tinggal di rumah secanting dan semewah ini, " ujajr Dian menatap kakak nya tersenyum.


Sudah kamu gak perlu tau, yang penting itu sekarang kamu sekolah yang benar! dan rajin belajar! " ucap nya Naya pada adik nya.


iya kak, " balas Dian, melanjut kan acara makan nya.


selesai makan mereka berdia pun masuk ke kamar masing-masing.


Pagi harinya.


"Ras, katanya kamu udah punya pasangan? tapi kok gak di kenalin sama Bunda? " tanya Bunda Yasmin pada putra nya.


Saat ini mereka sedang ada di meja makan.

__ADS_1


Rasya hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Bunda Yasmin.


"Ras, kenalin dong Nak, pasangan mu sama Bunda, " lanjut Bunda Yasmin lagi, karna Rasya hanya diam saja.


"Hemm, baik lah, " jawab nya singkat.


Bunda Yasmin menggeleng melihat putra nya, ia tak habis pikir mengapa bisa putra nya seperti itu, sudah wajah nya selalu datar, bicara pun irit hana seperlu nya saja.


"Kamu ya Ras, kebiasaan kalau bunda ngonong jawab, Hmmm Ya Baik lah, hanya itu lah jawaban mu, " papar Bunda Yasmin.


"Terus Rasya harus bilang apa lagi Bun? " tanya Rasya, Bunda Yasmin tersenyum mendengarkan pertanyaan putra nya.


"Ya apa aja yang penting kamu sedikit lebih banyak bicara nya, " ucap nya.


Terkadang Bunda Yasmin ingin bercerita dengan putra nya, bercerita apapun itu yang penting mereka saling bicara.


Tapi sayang, sepertinya putra nya itu tidak mengerti keinginan Bunda nya.


"Bunda kan tau, kalau kk nggak suka ngomong terlalu banyak, " ucap Yara, menimpali.


"Rasya sudah selesai, berangkat dulu Bun, " ucap Rasya, pamit pada bunda nya. tak lupa menyalim Bunda Yasmin.


Sampai di luar rumah Keny sudah menunggu nya di samping mobil.


Kita berangkat Tuan" ? tanya Keny, bitu melihat tuan nya keluar dari rumah. membukakan pintu mobil nya.


"Hemmm.


jawab nya seperti niasa, lalu masuk kedalam bobil. Keny pun menjalan kan mobilnya.


Sebelum kita kekantor, kita kerumah Naya dulu, " ucap Rasya, ia sudah sangat merindukan gadis yang ia klim menjadi milik nya.


"Baik tuan, " ucap Keny patuh, menuju rumah Naya.


Baru beberapa menit perjalanan Rasya melihat ada toko bunga.

__ADS_1


"Stop Ken! " Rasya tiba-tiba menyuruh Keniy memberetikan mobil nya.


ciiiittt


"Ada apa tuan? apa ada yang ketinggalan? " tanya Keny heran. Mengapa tuan nya minta berenti mendadak.


"Tidak!


jawab nya.


"Lalu apa Tuan? " Keny kembali bertanya.


"Tolong belikan bunga itu! perintah nya.


Keny diam saja di tempat nya duduk, ia merasa heran, untuk apa tuan nya membeli bunga.


"Kau dengar tidak, " ucap Rasya sedikit membentak Keny. Membuat Keny tersadar.


"De_ dengar Tuan, " ucap Keny terbata. segera ia turun dari mobil nya.


Keny pun membeli bunganya, setelah itu kembali ke mobil.


"Ini tuan, bunganya, " ucap Keny, memberikan bunga yang ia beli.


"Hemm. " Rasya mendehem, menerima bunga nya dari tangan Keny.


Setelah acara membeli bunga selesai, Keny kembali melanjutkan perjalanan mereka. Baru beberapa menit perjalanan.


Stooop


Rasya kembali meminta Keny untuk berhenti.


Ada apa lagi Tuan? " tanya Keny, ia sudah merasa geram melihat Tuan nya itu.


"Beli kan itu! " perintah nya lagi.

__ADS_1


"Baik tuan. "


Begutulah sepanjang perjalan, setiap kali melewati toko, toko apa pun itu, Rasya selalu menhuruh Keny membeli nya.


__ADS_2