
:Naya selalu kepikiran pada putranya yang masih ada di rumah sakit, jika ingin kesana dia tidak bisa karna dia juga masih butuh istirahat, sedangkan Rasya ia selalu menyempatkan diri menjenguk putranya, walaupun sudah di kawal tapi dia tidak lepas tangan begitu saja.
Tidak terasa sudah 2 minggu ini mereka meninggal kan putra mereka di rumah sakit. hari ini Rasya akan kembali mendatangi rumah sakit, kali ini ia berangkat dengan istrinya.
Sampai di rumah saskit mereka keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam.
"Permisi Dok, ada Pak Rasya dan istrinya," ucap suster itu memberitahu.
"Silahkan duduk Pak!" ucap Dokter mampersilahkan, setelah ia meliat Rasya dan Naya masuk keruangannya.
Rasya dan Naya pun duduk di depan dokter itu.
"Bagai mana keadaan putra saya Dok?" tanya Rasya.
"Alhamdulillah sejauh ini anak bapak sudah banyak perkemangan, berat badannya sudah mencapai 1,7 kg, minimal 1,9 kg dia bisa di bawa pulang, harap bersabar ya Pak Buk," jawab dokter itu memjelaskan.
Tapi hari ini kami boleh melihatnya langsung kan Dok, istri saya sanat merindukan putra kami," lanjut Rasya meminta pada dokter itu.
Sejenak dokter itu berpikir, lalu ia mengangguk, tanda setuju, membuat Naya tersenyum bahagia.
"Dokter itu membawa pasangan suami istri itu ke ruangan NICU, di mana bayi mereka di rawat.
Dengan memgenakan baju kusus masuk ke ruangan itu, sekarang Naya dan Rasya sudah ada di dalam ruangan itu, mereka memang bisa masuk, tapi tetap saja tidak bisa menyentuh atau pun menggendong putra mereka, tapi melihat dari dekat sudah cukup membuat Naya bahagia.
Naya tersenyum, melihat bayinya di dalam, ingin rassnya ia membawa pulang bayi mungil itu, tapi sayang belum saatnya.
Mereka hanya di perbolehkan melihat selama lima menit. walau pun masih, Naya harus kembali meninggalkan bayinya di dalam ruangan itu. Setelah itu mereka juga berpamitan pada dokter, Rasya berpesan pada anak buahnya agar selalu siaga dalam menjaga putranya.
Sampai di rumah, Naya bukannya masuk kekamarnya tapi masuk kekamar yang mereka siapkan untuk putranya. diikuti oleh Rasya dari belakang, Naya tersenyum mperhatikan kamar itu.
"Sebentar lagi anak kita akan menempati kamar ini ya Mas, aku benar-benar tidak sabar menunggu waktu itu," ucap Naya membayangkan saat dia mengurus putranya.
"Iya sayang, kamu yang sabar, tidak akan lama lagi kita akan membawanya ke rumah, rumahnya sendiri," balas Rasya, sambil memeluk Naya dari belakang.
__ADS_1
Ehemm
Dehem bunda saat ia masuk kekamar cucunya, membuat Naya buru-buru melepaskan tangan Rasya yang memeluknya.
"Bunda!" ucap mereka bersamaan.
"Bagai mana perkembangan cucu bunda?" tanya bunda, tadi ia melihat Anak dan menantunya pulang. Tapi saat ingin bertanya anak dan menantunya sudah naik ke atas.
"Sudah membaik Bunda, kata dokter dia berkembang dengan cepat, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa di bawa pulang," jawab Naya antusias sast menceritakannya pada ibu mertuanya.
"Syukurlah, Bunda sudah tidak sabar, segera menimang cucu bunda," balas Bunda tak kakah bahagia.
Di luar kamar, Eyang mengupin pembicaraan mereka, dia pikir anak yang Naya lahirkan itu tidak akan selamat, karna sudah kurang umur ditambah lagi meminum obat penggugur kandungan, ternyata dia salah, anak itu selamat dengan baik.
Buru-buru Eyang masuk kekamarnya, mengambil ponsolnya lalu menelpon putranya.
Eyang📱 "Jer, kau harus melakukan sesuatu, ternyata anak itu selanat," ucap Eyang setelah Jery putranya mengankat telponnya.
Jery📱 "Beik mah, aku akan segera menyingkirkan anak itu, aku tidak akan pernah membiarkan Rasya bahagia," balas Jery dari sebrang sana.
Setelah putranya menjawab, Eyang pun mematikan telponnya, mengirimkan alamat rumah sakit tempat anak Rasya di rawar.
Di sebrang sana Jery tertawa, setelah mendapat pesan dari ibunya, ia pun segera pergi ke Rumah sakit.
Siang harinya, Jery baru masuk ke rumah sakit, sebelum itu ia sudah menyamar menjadi perawar.
Saat ingin masuk kedalam ruangan Jery lebih dulu di periksa oleh penjaga yang ada di depan. Jery selamat dari penjaga itu, ia masuk kedalam mendekati Bayi yang ada di dalam tabung kaca itu.
"Maafkan kakek ya Sayang, kau harus pergi sebelum bertemu dengan ayah dan ibumu," ucapnya menyuntikan sesuatu keselang yang terhubung langsung pada bayi itu. lalu ia tertawa setelah berhasil menyuntikannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya perawat yang sesungguhnya, di ikuti dua pengawal di belakangnya.
Perawar itu langsung membuka peralatan medis, yang ada di tubuh bayi mungil itu, dua penjaga itu langsung meringkus Jery, meskipun sudah melawan tapi dia kalah jauh dari dua pengawal itu.
__ADS_1
Perawat itu langsung menhubungi dokter, karna ia takut terjadi sesuatu pada bayi mungil itu.
Dokterpun datang, ia segera memeriksa Bayi itu, untung saja belum terlambat, dia segera di kembalikan tempat lain.
"Di kantor Keny sangat terkejut, mendapat kabar dari anak buahnya. anak buahnya mengatakan ada seorang pria tertangkap masuk ke ruangan kusus Bayi tuannya.
Tidak tinggal diam, Keny langsung pergi kerumah Tuannya, tadi Rasya memang mengabarkannya tidak masuk kantor hari ini, karna ingin menemani istrinya.
Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Keny pergi menuju trumah Tuannya. dalam waktu sepuluh meniy, Keny sudah sampai di kediamam Dirgantara. Buru-buru Keny masik kedalam, spai di riang tamu kebetulan Rasya Naya dan Bunda sedang duduk di ruang tamu.
"Ada apa, Ken? Kenapa kau seperti panik gitu?" tanya bunda saat melihat wajah Keny yang tegang.
"Itu Nyonya, di rumah sakit terjadi sesuatu," jawab Keny, membuat Rasya langsung berdiri dari tempatnya.
"Ken, apa yang terjadi? Jangan sampai Putraku kenapa-napa," tanya Rasya, menatap Keny.
"Sudah nanti ku jelasjan di jalan! kita harus ke rumah sakit sekarang!" ucap Keny mengajask semuanya pergi ke rumah sakit.
Sambil mengemudi, Keny menjelaskan apa yang anak buahnya katakan, membuat Rasya kembali mengepalkan tangannya. Rasya benar-benar geram, tapi dia heran kali ini siapa lagi yang ingin mengganggu keluarganya.
Sampai di rumah sakit, mereka srmua buru-buru menemui Dokter, Rasya bertanya tentang ke adaan putranya.
Dokter menjelaskan kalau bayinya tidak papa, karna cepat di cegah, dokter itu juga meminta maaf karna sudah lalai menjaga pasiennya, terlebih lagi itu bayi yang memang harus di jaga.
"Sekali lagi saya minta maaf Tuan," ucap dokter itu setelah menjelaskan semuanya, ia juga sudah meminta maaf untuk yang kesekian kalinya.
Karena tidak mau mengbil resiko untuk yang kedua kalinya, Rasya meminta pada dokter, agar ia membawa pulang putranya lengkap dengan semua perobatan medisnya.
Karna masalah biyaya tidak jadi masalah bagi Rasya. ahirnya Dokter pun setuju, Rasya meminta mereka mengurus segala keperluannya, Setelah semuanya selesai Rasya membawa pulang putranya.
Rasya membawa Dokter dan perawat ikut kerumahnya, karna hanya merekalah yang mengerti cara memasang segala sesuat yang di butuhkan putranya.
Eyang terkejut, saat melihat ada perawat dan dokter datang kerumah cucunya, Tak berapa lama lewatpula bayi yang madih dibdalam box kaca penghangat.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, Dokter itu pamit pergi, sedangkan suster tinggal di rumah itu mengecek setiap perkembangan si bayi.