
Selama perjalanan pulang Naya hanya diam saja, dia merasa takut dengan tatapan Rasya, yang menurut nya sangat menyeramkan.
"Untuk apa kau datang ke rumah makan? " Rasya bertanya sambil pokus menyetir.
"Aku ingin menemui Nining Mas, " jawab Naya menunduk.
Dia sudah seperti anak yang di marahi oleh ibunya, karna membuat kesalahan.
"Menemui Nining, atau menemui pemuda itu, " ucap nya lagi, tak lupa wajah datar nya.
Naya menggeleng lalu berkata, "aku hanya ingin menemui Nining mas. "
"Lalu kenapa ada pria itu, " balas Rasya, menatap Naya sebentar, setelah itu ia kembali pokus menyetir.
Naya kembali diam, karna percuma juga dia menjelaskan, Rasya tidak akan percaya pada nya.
lima belas menit perjalanan, sapai lah mereka di rumah Naya. Rasya lebih dulu keluar dari mobil, lalu ia membukakan pitu untuk Naya.
"Naya tersenyum, iya tidak menyangka walaupun marah Rasya tetap membukakan pintu untuk nya.
"Makasih, Mas, " ucap nya tersenyum pada Rasya.
"Kenapa kau tersenyum? " yanya Rasya menatetap Naya dengan wajah datar nya.
"Gak mas, mas ganteng deh, kalau lagi tersenyum, " ucap Naya, mencoba menggoda Rasya.
Rasya yang memdengar nya tersenyum, tapi ia mencoba menutipi nya.
"Sudah ayo kita masuk! ada yang ingin aku beri tahu pada ibuk, " ucap Rasya mengajak Naya, menggenggam tangan nya. Mereka berdua pun masuk ke dalam. Begitu masuk Rasya mengajak Naya ke kamar yang di tempati Buk Sari.
__ADS_1
"Mas untuk apa kita ke kamar ibuk? " tanya Naya begitu mereka sampai di depan kamar Buk Sari.
"Aku kan sudah bilang, ingin memberitahu sesuatu pada ibuk, " jawab nya.
"Iya memberi tahu apa mas? " tanya Naya lagi.
"Kalau kita akan segera menikah, " balas Rasya enteng.
"menikah, " boe Naya menghentikan langkah nya yang ingin masuk ke kamar Buk Sari.
"Ia…, kenapa kau tidak mau? " tanya Rasya menatap Naya dengen tajam.
"A_aku s_siap Mas, " jawab Naya terbata, ia takut melihat tatapan Rasya. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Buk Sari.
Terkadang Naya heran melihat sifat Rasya yang suka berubah-rubah. Tapi ia akan mencoba untuk memahami itu semua, karna mau lari pun ia sudah tidak bisa.
Nak Rasya, " ucap Buk Sari sari tersenyum. Rasya pun membalas nya, lalu mebdekati Buk Sari.
"Buk, Aku mau memberi tahu sesuatu, " ucap Rasya dengan wajah serius.
Memberi tahu apa Nak, " balas Buk Sari, ia duduk dan bersandar di kepala ranjang.
"Aku dan Naya akan segera menikah buk, " ucap nya, tapi wajah nya tetap datar.
Buk Sari yang mendengar nya pun melihat ke arah Naya. Naya balas melihat ibu nya, ia tersenyum dan menganggukan kepala nya, agar ibunya mengiakan nya saja.
"Apa Nak Rasya mencitai putri Ibuk? " tanya Buk Sari beralih melihat ke arah Rasya.
Rasya diam, tidak tau menjawab apa, padahal sudah jelas kalau dia mencintai Naya, tapi entah mengapa sangat sulit rasa nya mengatakan iya.
__ADS_1
Buk Sari tersenyum melihat Rasya yang diam saja. "Ingat Nak, Ibuk tidak mau kalau Nak Rasya menikahi Naya kalau bukan karena cinta, " lanjut Buk Sari.
"Buk, Naya mohon izinkan Naya menikah dengan Mas, Rasya , " ucap Naya duduk di samping Buk Sari dan menggenggam tangan Ibunya.
"Kenapa kau ingin menikah dengan Nak Rasya? kalau kau tidak mencintai nya? apa ini ada hubungan nya dengan Ibuk, " cacar Buk Sari, melihat Naya dan Rasya bergantian.
"Gak buk, Na_."
"Ya Buk, aku mencintai Naya, aku mencintai nya, semangat mencintai nya, " ucap Rasya memotong ucapan Naya.
Naya Diam bagaikan patung, ia terkejut mendengar ucapan Rasya. "Apa iya dia mencintai aku, " ucap Naya dalam hati."
"Benar kah. "
"Iya Buk."
"Aku mencintai Naya sejak pertama kali melihat nya. "
"Nay, Apa kau juga mencintai Nak Rasya? " sekarang Buk Sari bertanya pada Naya.
Mendengar pertanyaan ibunya, naya pun tersadar dari keterkejutan nya.
"Iya Buk, " jawab nya, sekaligus mengangguk.
" Kau tidak karna terpaksa kan? " tanya Buk Sari lagi.
"Gak buk, " jawab Naya lagi meyakinkan ibunya.
Baik lah kalau begitu ibuk merestui kalian, " ucap Buk Sari ahir nya.
__ADS_1
Menbuat Rasya tersenyum lega, tapi tidak dengan Naya.