Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin

Terjebak Dalam Cinta CEO Dingin
Pergi ke butik


__ADS_3

Siang hari nya Rasya menjemput Naya kerumah nya, sebelum berangkat ia menelepon Naya terlebih dahulu, agar ia tidak menunggu terlalu lama.


Hanya beberapa menit saja Rasya sudah sampai di rumah yang di tempati Naya.


Tanpa mengetok atau apaun ia langsung masuk kedalam rumah, lali duduk di sofa ruang tamu.


"Bik, Naya nya mana? " tanya Rasya saat melihat Bik Jumi melewati ruang tamu.


"Ada di kamar nya Den, " jawab Bik Jumi sambil memberi hormat pada Rasya.


Setelah mendengar jawaban Bik Jumi Rasya langsung pergi ke kamar Naya, ban masuk begitu saja.


Astagfirullah!


Ucap Naya terkejut melihat Rasya yang masuk begitu saja ke kamar nya.


"Mas ngapain masuk ke kamarku? " tanya Naya, untung saja ia sudah selesai berpakaian, hanya tinggal merias wajah nya saja.


"Memang nya tidak boleh ya? aku masuk kekamar mu? " bukan nya menjawab Rasya malah balik bertanya sambil menatap Naya.


Bejalan perlahan mendekati Naya. Naya yang melihat Rasya mendekatinya pun berjalan mindur. Gsrna takut saat melihat tatapan Rasya.

__ADS_1


Karna berjalan mundur tanpa sengaja Naya tersandung kaki nya sendiri, dengan cepat Rasya pun menangkap pinggang Naya.


"Hati-hati Nay, " ucap Rasya menarik pinggang Naya, agar Merapat padanya.


Cukup lama mereka di dalam kamar. Entah apa yang mereka lakukan di kamar itu Mak pun tidak tahu.😂😂


Keluar dari kamar, mereka pun pergi ke butik langganan Bunda Yasmin.


Tiga puluh menit perjalanan sampai lah mereka di butik, keluar dari mobil masuk kedalam butik ternama itu.


Selamat siang Tuan, Buk Jihan sudah menunggu Anda di dalam ruangan kusus gaun pengantin, " ucap karyawan yang sudah cukup mengenal Rasya.


"Hemm, " jawab nya saja tanpa melihat pegawai itu.


"Selamat siang ganteng, " sambut Jihan melihat Rasya dan Naya masuk, mendekati kedua nya lengkap dengan gaya jalan nya yang ber lenggak lenggok.


Naya terus memperhatikan Jihan, tadi seingat nya karyawan itu mengatakan Ibik Jihan, tapi mengapa yang ada di dalam ruangan itu seorang pria.


"Ike ye calon istri ye? " tanya Jihan begitu dekat dengan Rasya dan Naya.


"Hemm, " jaweb Rasya, lalu menarik pelan tangan Naya, membawa nya duduk di sofa.

__ADS_1


"Cantik ye ciiin, "ucap Jihan mengikuti Rasya, ia juga duduk di sofa di sebelah Naya.


"Hey gadis manis, nama kamu siapa? " tanya Jihan alias Jayan, ia melihat kearah Naya.


"Nama nya Kanaya, " jawab Rasya menatap, Jayan.


"Aku bukan bertsnya pada mu, " ucap Jayan melihat ke arah Rasy.


"Sidah cepat lah, di mana baju nya? " tanya Rasya.


"Sabar, kenapa sih Ras, " balas Jayan, tapi mata mya tertuju pada Naya.


"Tadi dia seperti wanita, sekarang sudah menjadi pria? lalu yang mana nya Buk jihan mana? " Naya terus bernya dalam hati, ia masih terus memperhatikan Jayan.


Rasya yang melihat Naya seperti sedang memperhatikan Jayan pun merasa tidak suka. maka dari itu dia juga terus menatap Jayan.


Cepat lah! aku ingin segera pergi dari tempat ini, " ucap nya datar berpindah duduk kebsambing Naya, agar Jayan tidak lagi melihat Naya.


"Di mana kau menemukan gadis secantik ini? " tanya Jayan, tersenyum pada Rasya.


Rasya hanya menatap Jayan, tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan Jayan.

__ADS_1


Kalau melijat wanita cantik saja, dia kembali menjadi waras layak nya seorang pria, " gerutu Rasya, tapi masih bisa di dengar oleh Jayan.


"Iya dong, " balas nya sambil berjalan membantu para karyawan nya mendekat kan gaun pengantin yang ingin di coba oleh Naya.


__ADS_2