
"Naya pamit dulu ya buk, "ucap nya berpamit, lalu mencium dan memeluk Buk Sari.
"Iya nak!, kau baik-baik di rumah suamimu, dan ingat patuh lah pada suami dan mertuamu!, jangan kecewain Ibik, " tutur Buk sari menasihati putrinya.
"iya buk, " sahun Naya saja, diikuti Rasya yang juga berpamitan pada mertua nya, Setelah itu mereka pun meninggal kan rumah Buk Sari.
"Kita langsung pulang atau mau singgah dulu?, " tanya Rasya.
"Langsung pulang saja Mas!, lagian kita mau singgah di mana coba?, " ujar Naya, lalu bertanya.
"Di mana saja, di rumah makan!, atau di hotel juga boleh, " balas Rasya menggoda istrinya.
"Apaan sih Mas, " cetus nya membuang muka ke arah lain.
"Lah, kok apasn sih, " balas Rasya tetap menggoda.
"Sudah lah!, kita pulang saja!, " ucap Naya kesel melihat suami nya.
Padahal dia tau, kalau Rasya hanya menggodanya, tapi entah mengapa ia nalah tersimu dan kembali mengingat malam pananas mereka.
hahahaha, iya kita pulang, " balas Rasya, ia tertawa, merasa bahsgia bisa menggoda istrinya.
Beginilah kalau ia sedang bersama Naya, sifat nya akan berubah hangat, tapi itu semua ia tunjukan hanya saat mereka berdua saja. Asik menggoda istrinya, sampai tidak dadar kalau mereka dudah sampai di depan rumah Bunda.
"Kita sudah sampai tuan putri, " ucap Rasya, membukakan pintu untuk Naya.
"Terima kasih tuan Raja, " ucap nya kali ini membalas ucapan suami nya.
Rasya tertwa, lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Sampai di dalam. " Gak papa kan, kalau mas dulan ke kamar nya!, soalnya aku beresin ini dulu!, " ucap Naya meminta izin.
"Memang nya di rumah ini tidak ada pembantu, harus kamu yang mengerjakan itu, " ucap nya kembali datar.
"Bik!, "
"Ya den, "
Bibik pun datang nenbmdekati Rasya dan Naya, lalu Naya mberikan makanan yang ia bawa dari rumah ibunya pada bibik. Setelah itu mereka melanjutkan langkah nya menuju lantai dua di mana kamar mereka berada.
Saat di pertengahan tangga mereka ber papasan dengan Ririn yang ingin turun kebawah.
Rasya!
__ADS_1
Sapa Ririn, begitu ia melihat Rasya.
Ririn!
balas Rasya, menatap heran pada Ririn.
"Ini Istri kamu ya?, " lanjut Ririn bertanya.
"iya, ini istriku!, " jawab Rasya datar.
"Hai, kenalin aku Ririn, teman nya Rasya, ucapnya ramah, sambil mengulurkan tangan nya.
"Hai juga, aku Kanaya, panggil aja Naya, " sahut Naya ramah, menerima uluran tangan Ririn.
"Kamu beruntung ya bisa dapetin Rasya, " lanjut Ririn melirik pada Rasya.
"Sudah cukup basabasinya, " potong Rasya, sebelum Naya menjawab ucapan Ririn,lalu ia membawa Naya melewati Ririn.
"Kamu tetap tampan ya Ras, masih sama seperti dulu, " ujar nya, melihat punggung Rasya dan Naya yang semakin menjauh, lalu ia melanjutkan langkah nya turun ke bawah.
"Apaan sih Mas!, gak sopan tau, " seru Naya, begitu mereka sampai di dalam kamar.
"Kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana!, "ucap Rasya tanpa mendengarkan apa yang Naya katakan.
"Sudah kau tidak usah bertanya!, yang penting jangan keluar dari kamar!, " lanjut nya, tidak menjawab pertanyaan istri nya.
Setelah mengatakan itu, Rasya piun kembali keluar dari kamar, meninggalkan Naya yang masig bingung.
"Mas Rasya kenapa sih?, dan siapa sebenarnya perempuan tadi?, " ucap nya bicara sendiri, yang membuat ia bertambah bingung karna tidak mendapat jawaban.
Sedangakan Rasya, begitu keluar dari kamarnya, ia langsung mencari keberadaan Ririn.
"Untuk apa lagi kau datang kemari?!, " tanya Rasya, begitu ia menemukan Ririn.
"Eyang yang mengaj"akku tinggal disini, " jawab Ririn, menunjukan wajah sedih nya.
"Eyang, " beo Rasya menggelengkan kepala nya.
"Katakan saja apa mau mu?, " tanya Rasya lagi yang sudah tau seperti apa Ririn sebenarnya.
Ririn hanya diam, penundukan kepala, membuat ia seolah-olah sedang di marahi oleh Rasya.
"Jangan sampai kau mengganggu rumah tangga ku!, apalagi berniat mencelakai istri ku!, " ucap Rasya memperingati Ririn, ia sangat tidak suka begitu menemukan Ririn ada di rumah nya.
__ADS_1
"Apa aku seburuk itu di matamu?, " tanya Ririn sedih, melanjutkan sandiwara nya.
"Lebih dari itu, " jawab Rasya dingin.
"Aku tau dulu aku salah sudah menyakitimu!, aku minta maaf untuk itu!, dan sekarang aku sudah berubah Ras!, " lanjut Ririn menangis.
"Hah, kau pikir aku akan percaya, sayang nya tidak, " ujar nya meninggal kan Ririn yang masih menangis.
"Kita lihat saja Rasya!, kau yang akan datang sendiri pada ku, " gumam nya, menghapus air mata nya.
Rasya Kembali maduk kekamarnya, begitu masuk ia tidak mendapati istri nya ada di dalam kamar.
"Kemana dia?, mengapa tidak menuruti perintah ku, " gumam nya gerem pada Naya.
Sedangkan orang yang ia cari sedang ada di dapur, membuat kan teh untuk suami nya.
"Mungkin Mas Rasya sudah kembali ke kamar ucap nya, lalu ia membawa teh yang ia buat, membawa nya kekamar.
Ceklek
Naya membuka pintu, lalu masuk kedalam.
"Dari mana saja kau?!, " bentak Rasya tiba-tibam membuat Naya terjingkak terkejut.
Praaangg
Teh panas yang ada di tangan Naya pun jatuh dan mengenai kaki nya.
"Maaf mas, tadi aku membuat kan teh untukmu, " jawab nya dengan air mata yang berderaian, menahan panas dan sakit sekaligus.
Ia sedih karna di bentak oleh Rasya,di tambah lagi kaki nya panas terkena tumpahan teh yang ia buat untuk orang yang sedang membentak nya.
Maafkan aku!, aku tidak bermaksudβ¦." Rasya menghentikan ucapan nya, begitu ia melihat kaki Naya yang memerah.
"Maaf aku benar-benar minta maaf, " lagi-lagi ia meminta maaf, sambil menggendong Naya, membawanya ke atas ranjang.
Naya hanya diam tidak menjawab suaminya, ia malah membuang muka.
Mohon dukungan krya mak ya ππππ
Seperti like komen favorit dan vote nya ππππ
Love you ππππππππππππππππ
__ADS_1