
Menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, barulah mereka sampsi di tujuan yang sudah disiapkan oleh Keny.
"Bangun Sayang! kita sudah sampai, " ucap Rasya, membamgunkan istrinya.
"Udah sampek ya Mas?, " Tanyanya, sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Udah sayang, kita keruar yuk, biar tidurnya lanjut di kamar aja, " serunya, dibalas anggukan oleh Naya.
Keny turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Tuannya, sedangkan Rasya,, nembukakan pintu unntuk istrinya.
"Pak tolong bawa ini jedalam ya, " pinta Keny, pada mamang yang mengurus vila itu.
"Baik den, " mamang mendekat, lalu membawa dua koper milik majikannya.
"Kok belum keluar? Masih ngantuk ya?, " tanya Rasya, melihat istrinya yang setengah sadar, membuat Naya kembali mengangguk.
"Aauw, mas apaan sih, " pekiknya, iya terkejut karna suaminya mengangkat secara tiba-tiba.
"Katanya masih ngantuk, jadi mas gendong buar bisa lanjut tidurnya, " serunya tersenyum pada Naya.
"Iya, tapi kan aku masih bisa jalan Mas, " ujarnya, tapi teta mengalungkan tangannya di leher sang suami.
Sudah kamu tidur lagi aja, biar Mas yang mengantarkanmu kekamar, " lanjutnya pembawa istrinya masuk ke dalam.
Keny yang melihat itu benar-benar mengangak tidak percaya. Selama ini Rasya, tidak pernah suka pada yang namanya wanita, selsin adik dan bundanya.
Dulu ia mau menikah dengan Ririn, itu semua atas permintaan bunda, kerna mereka tau saat itu Ririn sedang mengandung, di tambah lagi mereka memang sudah lama saling mengenal.
Setelah semua terbongkar, jangankan bicara, melihatnya saja ia sudah males.
__ADS_1
...****************...
Di restoran, Bagas dan Nining, saling melempar senyum, membuat para pekerja lain merasa heran.
Itu dua orang kenapasih, dari tadi senyam senyum terus, gak jellas bangetdeh, " ujar Yetik, teman kerja mereka.
"Iya, biasanya jugak berantem, saling mengejek, " timpal yang satunya lagi.
"Kayak nya ada yang berbeda ya samakalian, " tegur Yetik yang sudah menasaran melihat tingkah keduanya.
"Iya kita kan udah emm_. "
"Emangnya kenapa? Salah kalau kita itu baikan gak boleh ya?, " tanya Nining, sambil mbekap mulut Bagas.
"Gak juga sih, cuma heran aja gitu, " jawab Yetik lagi.
"Apaan sih Ymm, " ucapan Bagas kembali terhenti saat Nining kembali membekap mulutnya.
Setelah mengatakan itu, Nining menarik tangan kekasihnya, mencaeri tempat yang sepi.
"Kok kamu gak jujur sih sama mereka, kamu malu ya punya pacar kayak aku, " cetus Bagas, setelah Nining berhenti menariknya.
Bukan gitu Babas, aku cuma takut mereka akan mengejek kita, setelah tau kita ini pacaran, " balas Nining, menjelaskan ketakutannya.
"Ya trus sampaikapan? aku gak mau ada cowok yang deketin kamu, " tanya Bagas, ia mau semua orang tahu kalau Nining itu adalah pacarnya.
"Iya, kamu tenang aja, gak ada yang akan deketin aku, " balas Nining tersenyum pada Babasnya.
"Sekarang kamu maunya kita gimana?, " tanya Bagas lagi.
__ADS_1
"Kamu sabar ya, kita pura-pura dekat aja dulu, biar mereka gak ngejekin kita, setelah itu baru deh kita bilang kalau kita itu sudah pacaran, " usul Nining, ia berharap Bagas akan setuju.
"Baiklah, tapi kamu janji ya, kamu harus jaga jarak sama yang namanya pria, " serunya menatap pacarnya.
"Aku janji Babasku, " balas Nining, mencubit pipi Bagas dengan kedua tangannya.
"Sakit tau Yang, " keluh Bagas, iapun balas mencubit pipi Nining, jadilah mereka saling mencubit.
"Apa yang kalian lakukan disini?, " tanya Pak Deri, mengagetkan keduanya.
"Bapak!, " seru keduanya bersamaan.
"Kalain berantem lagi?, " Pak Deri kembali bertanya, ia sangat hapal dengan sifat dua pekerjanya itu.
Enggak Pak, " jawab Nining.
"Iya Pak, " jawab Bagas.
Keduanya sama-sama menjawab, tapi dengan jawaban yang berbeda, membuat Pak Deri tambah pusing.
"Kalian selalu mbuat saya pusing! Dengan pertengkaran yangbtidak penting, " ujarnya, menggelengkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan ke duanya. Setelah Pak Deri pergi, mereka berduapun tertawa.
Sedangkan di lain tempat, Ririn baru saja sampai di kamar hotel, yang ia yakini akan di tempati Rasya dan Naya. Gadis itu merasa bahagia, selain ingin merusak liburan Rasya dan Naya, ia juga bisa menikmati liburan yang sudah lumayan lama tidak dirasakannya.
Semenja pendapatan butik mamanya mulaimenurn, iya sudah tidak pernah lagi bepergian. Kini ia rasakannya, berkat Eyang yang ingin merusak rumah tangga cucunya sendiri.
Hari itu juga Ririn coba mencari tau, di kamar mana Rasya dan Naya menginap. Tapi sayang ia sama sekali tidak mendapat kan informasi apa-apa, yang paling parahnya lagi, kartu kredit yang di berikan Eyang padanya sama sekali tidak bisa di gunakan, karna sudah di bekukan oleh Rasya
Mohon dukung krya mak ya🙏🙏🙏
__ADS_1
Dengan like komen favorit dan vote nya🙏🙏
Love you 💓💓💓💓💞💞💞