
Derrrt derrrt derrrt
Suara ponsel Keny berbunyi membangun kan pria itu dari tidur nya.
Egghhhh
lenguh nya mencoba membuka mata nya.
"Siapa sih, malam-malam gini menelpon, " gumam Keny meraba-raba ponsel nya, begitu dapat ia langsung menganggak nya.
"Ha_. "
"Kenapa lama sekali! hanya mengangkat telpon saja, " sembur Rasya langsung memotong ucapan Keny.
"Ad_. "
"Buka pintu mu sekarang! " ucap nya, lagi-lagi memotong ucapan Keny.
Karna merasa kesal Keny langsung mematikan sambungan telepon nya, ia turun dari kasur nya berjalan menuju pintu. Sampai di pintu Keny langsung membuka pintu nya.
"Tumben lo_. "
"Kenapa lama sekali, " ucap Rasya lagi-lagi memotong ucapan Keny. Langsung masuk tanpa menunggu di persilah kan oleh tuan rumah nya.
"Dasar Bos gila! selalu seja sesuka hati, " maki Keny, tapi hanya dalam hati karna kalau langsung mana dia berani.
__ADS_1
Setelah itu Keny mengikuti Rasya masuk kedalam apartemen nya.
Bruuuk
Rasya langsung menjatuh kan tubuhnya di sofa ruang tamu.
Tumben Lo datang kemari? " tanya Keny. kalau diluar kantor Keny memang sesuka hati memanggil Rasya, karna mereka sudah berteman sejak lama.
Lagi malas di rumah, " jawab Rasya singkat, dan Keny pun sudah tau karna apa.
"Sampai kapan? lo sama Eyang, akan terus bertengkar? " tanya Keny yang sudah tau masalah Rasya dan Eyang nya.
"Sampai Eyang tidak lagi mengatakan kalau Bunda itu membawa sial, dan tidak terus menyalah kan Bunda atas ke pergian Ayah, " jawab nya sambil memejamksn mata nya.
Pagi hari nya, Rasya terbangun ia sudah ada di kamar Keny, menatap ke sekeliling lalu melihat Keny dudah tidur di sofa yang ada di kamar itu.
Huuuhh
Aku pasti merepotkan dia lagi, " gumam nya memperhatikan Keny yang sedang tidur, lalu turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.
Tak berapa lama ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya, ia pun mendekati Keny yang masih tidur.
"Ken bangun! Ayo siap-siap! " ucap Rasya, membangun kan Keny.
"Siap-siap…, bukan nya ini hari minggu ya? " tanya Keny mengerutkan kening nya. Tapi walau begitu ia tetap duduk bersandar di sofa.
__ADS_1
Kalau di hari Sabtu masih di maklumi nya, meski pun orang libur tapi dia tetap bekerja, karna Tuan nya juga bekerja.
Ini kan hari minggu, masa harus bekerja juga pikir nya.
"Iya, ini memang hari minggu, dan aku menyuruh mu siap-siap bukan untuk bekerja, " jawab Rasya, menatap kesal pada Keny.
"Lalu untuk apa kau menyuruh ku siap-siap? " tanya Keny lagi tanpa menghiraukan tatapan Rasya pada nya.
"Mengurus acara lamaran, " jawab nya singkat, tetap menatap Keny.
"La_."
"Sekali kagi kau bertanya, siap-siap angkat kaki dari apartemen ini dan juga kantor, " potong Rasya yang sudah mulai malas menjawab pertanyaan Keny.
Keny pun diam, tidak lagi bertanya. Ia langsung masuk kedalam kamar mandi.
lima belas menit kemudian Keny keluar dari kamar mandi, begitu ia keluar sudah melihat Rasya yang berpakaian rapi.
pakaiyan Rasya memang ada di apartemen Keny, karna ia sering menginap di situ.
Iya pun bergegas segera berpakaiyan, karna Rasya sudah nenatap nya, dia tau betul arti dari tatapan itu, yakni agar ia cepat-cepat, karan Rasya tidak suka menunggu.
"Gue sudah selesai, " ucap Keny, tapi belum selesai ucapannya Rasya sudah meninggal kan lebih dulu.
"Suka-suka lo deh Ras, lo emag bos nya, " gerutunya mengejar Rasya yang hampir keluar dari apartemen nya.
__ADS_1