
“Bang, ada tamu,” suara Budi membuyarkan perhatian Haris yang sedang mengecek dokumen-dokumen yang dikirim pak Hendrawan melalui email.
Saat ini perusahaan mereka di Dumai sedang ada sedikit masalah dan pak Hendrawan meminta Haris untuk membantu menyelesaikannya.
“Siapa?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan.
“Katanya dari AdviseMan. Abang nyewa detektif buat apa?” Budi mendudukkan dirinya di kursi di seberang tempat Haris duduk.
Haris tidak menjawab.
“Apa ada kasus yang aku lewatkan di pool ini yang aku tidak ketahui bang?” karena setahu Budi semua hal yang terjadi di pool adalah tanggung jawabnya sebagai asisten Haris. Dia mengurus semuanya dengan baik.
“Bukan tentang pool,” jawab Haris berdiri mengambil air minum di atas meja, “Ini tentang Tyara.”
“Wah… wah… abang masih penasaran rupanya, sampai-sampai berani bayar mahal orang dari AdviceMan ya,” ini pertama kalinya Haris melakukan sesuatu tanpa memberitahu Budi.
Aku tahu bang apa yang terjadi dengan Tyara tapi aku tidak tega memberitahukannya padamu. Kukira seiring berjalannya waktu abang akan melupakan dia, apalagi sekarang abang sudah punya istri. Tapi kalau abang masih penasaran ya silakan temukan sendiri fakta dan kenyataannya, batin Budi.
“Sudah kubilang sama abang untuk melupakannya, tapi rupanya cinta abang sama dia sangat kuat ya!” suara Budi terdengar antara mengejek dan memasrahkan pilihan pada Haris.
Haris berlalu tanpa berkomentar diikuti dengan tatapan Budi. Tatapan yang menggambarkan rasa kasihan dan keheranan yang mendalam.
Kok ada ya orang yang menggilai seorang wanita seperti itu? Padahal dia sendiri tahu bahwa belum tentu wanita itu mencintainya, batin Budi tersenyum kecut.
⚘
“Selamat siang tuan Haris,” sapa seorang pria berbadan agak gemuk dengan rambut plontos memakai jaket kulit berwarna hijau toska.
“Selamat siang. Silakan duduk,” jawab Haris.
“Maaf menganggu waktunya tuan,” ucap pria yang satu lagi. Dia bertubuh tinggi kurus memakai jaket kulit yang sama dengan temannya, namun yang ini warnanya hitam.
“Tidak menganggu sama sekali. Bagaimana?” tanya Haris.
“Kami akan segera melakukan penyelidikan sesuai dengan yang tuan minta. Sesuai janji tuan waktu itu, kami ingin minta informasi awal orang yang harus kami temukan,” kata si plontos.
__ADS_1
“Yang aku tahu dia bekerja di Paris dan tinggal di Bordeaux. Dia bekerja sebagai apa, apakah sudah bersuami atau belum aku tidak tahu,” ujar Haris. Memang hanya itu yang Haris tahu tentang Tyara.
"Ini fotonya,” Haris menyodorkan foto seorang gadis muda yang cantik berkulit putih dengan rambut hitam lurus sepundak. Gadis itu sedang tersenyum menunjukkn lesung pipit di kedua belah pipinya
“Wah.. cantik sekali, ini tahun berapa tuan?” tanya si tinggi kurus sambil mengamati foto yang disodorkan Haris.
“Itu kira-kira dua belas tahun yang lalu. Foto itu aku dapatkan beberapa hari sebelum kami merayakan kelulusan SMA.”
“Hmm…sudah cukup lama juga ya,” gumam si tinggi kurus lagi.
“Bagaimana untuk jati dirinya tuan? Apakah kami bisa tahu juga? Maksudnya agar kami bisa lebih cepat menemukannya.”
“Seperti yang pernah aku sampaikan waktu itu. selebihnya aku tidak tahu” jawab Haris, “Apalagi tentang keadannya saat ini sama sekali tidak tahu, itu sebabnya aku menyewa anda, bukan?!” Haris menatap tajam.
“Ya tentu saja tuan, kami hanya mencoba mendapat informasi sebanyak mungkin dari anda.”
“Baiklah terima kasih informasi awalnya tuan, kami akan memulai dengan mencari data dan informasi tentang nona Tyara ini. Kami harus memastikan segala sesuatunya terlebih dahulu. Kami memang tidak memiliki informan di sana tapi metoda penyelidikan kami tuan tidak perlu ragukan, kami tidak ingin memberi infomasi yang keliru pada customer.”
“Silakan kalau kalian akan segera memulai penyelidikan, aku senang mendengarnya. Mudah-mudahan kalian bisa segera mengetahui keberadaannya dan menginformasikannya padaku. Untuk pembiayaan dan sebagainya kalian bisa berhubungan dengan asistenku, Budi.”
“Oh ya, aku permisi dulu ada yang masih harus aku kerjakan. Tunggulah di sini aku akan panggilkan Budi untuk membicarakan hal-hal selanjutnya” Haris berdiri, “Saya tunggu kabarnya segera,” dia menyalami kedua tamunya.
⚘
Flashback on
Saat itu, ketika Haris masih duduk di bangku SMA, ada seorang siswi bernama Tyara yang cantik dan menjadi idola para cowok. Walaupun tidak satu kelas tetapi karena ketenarannya maka tidak heran kalau Haris pun mengenalnya. Seperti teman-temannya yang lain, Haris juga nge-fans pada Tyara. Saking sukanya Haris mencari tahu segala hal yang menyangkut Tyara, mulai dari hobi, makanan kesukaan, ukuran sepatu, warna favorit dan sebagainya. Dan diam-diam pula Haris sering mengirimi Tyara hadiah-hadiah.
Tentu saja Tyara tidak tahu siapa yang rajin mengiriminya hadiah-hadiah itu, tetapi dia tidak ambil pusing. Tyara tahu bahwa banyak pria yang diam-diam menyukainya maka dia merasa tentulah hadiah-hadiah itu dikirimkan oleh seseorang yang menyukainya. Dia merasa sangat bangga dengan kecantikan dan ketenaran yang dimilikinya.
Tyara termasuk gadis yang mudah menjalin kasih. Ketika dia putus dengan seseorang maka tidak perlu waktu lama baginya untuk mendapat kekasih baru. Dan tentu saja Haris tahu itu, tetapi itu tidak menyulutkan rasa kagumnya pada sang idola.
Suatu saat Haris tahu kalau Tyara berpacaran dengan Tino sang ketua OSIS yang merupakan sahabat Haris, ada rasa kecewa yang menghinggapi hatinya. Dia mencoba mengikis rasa cintanya pada Tyara.
Hingga suatu hari, entah karena apa Tyara dan Tino putus. Tak tergambarkan gembiranya Haris saat mengetahui itu (tentunya bukan hanya Haris yang gembira). Dia melonjak-lonjak saking senangnya. Dia merasa ada harapan baru untuk bisa bersama dengan sang gadis pujaan.
__ADS_1
Tetapi malangnya Haris, dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya pada Tyara. Setiap dia ingin mengungkapkan isi hatinya, Haris merasa kalau kakinya gemetaran, bibirnya kelu dan jantungnya berdebar sangat keras. Keadaan dirinya yang selalu dia sesali sampai saat ini.
Hingga pada akhirnya rasa itu tidak pernah terungkapkan, sampai kemudian dia mendengar kabar Tyara berpacaran lagi dengan Syahrul seorang mahasiswa yang ngekost di dekat rumah Tyara.
Begitulah, rasa cinta yang besar itu tetap di dasar hatinya hingga mereka lulus. Awalnya Haris masih bisa mengikuti apa yang terjadi pada Tyara hingga pada suatu saat dia mendengar bahwa Tyara pindah untuk kuliah dan bekerja di Bordeaux, salah satu kota yang ada di Paris. Itulah kabar terakhir yang dia dengar dari Budi. Sejak itu dia kehilangan jejak.
Flashback off
⚘
Sementara itu, di rumah besar Ninu sedang mematut dirinya di depan cermin. Hari ini adalah hari pertamanya mengikuti kelas kursus kecantikan yang akan dimulai pada jam 10 pagi. Sepulang dari kursus Ninu berencana akan mengunjungi Agis.
Setelah dirasa cukup dia segera melangkahkan kaki menuju halaman rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Tanti mengikutinya di belakang sambil tersenyum.
Akhirnya nona bisa tersenyum lepas, batinnya.
Eko sudah menunggu Ninu di depan mobil, dan ketika melihat Ninu datang dia bersegera membukakan pintu mobil mempersilakan majikannya untuk masuk.
“Selamat pagi nona,” sapanya menganggukkan kepala.
“Pagi pak Eko,” Ninu tersenyum.
Waah…hari yang indah! Ninu menarik nafas lega memandang langit biru di atasnya, tangannya sedikit merentang. Ini seperti mimpi! Akhirnya aku bisa menghirup udara kebebasan, serunya dalam hati. Wajahnya sangat ceria.
⚘⚘⚘⚘
Haris tidak tahu apakah nanti bila bertemu dengan Tyara dia siap untuk menyatakan cinta? Dan kalaupun Haris mampu menyatkan cinta yang telah dipendamnya selama bertahun-tahun, apakah Tyara akan menerima cintanya?
Apakah keadaan Tyara masih memungkinkan mereka untuk menjalin hubungan, siapa tahu kan kalau Tyara sudah punya suami bahkan anak?
Tapi.. itulah cinta buta. Haris telah terobsesi oleh cinta yang selama ini telah membutakan hatinya.
Jadi bagaimana readers? apakah sebaiknya Haris menemui cinta sejatinya dan bersamanya?
Ditunggu like, komen, dan votenya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍😍