
“Nin, hari ini kamu ada rencana mau kemana?” tanya Mona pagi itu.
“Belum ada Mon, mungkin minggu depan aku baru mau cari-cari kerja. Kamu gak keberatan kan aku masih di sini?”
"Ya gaklah, aku sih seneng aja, ada kamu berarti aku ada teman,” Mona tersenyum.
Saat itu Mona sedang membantu Ninu membuat sup panorama untuk sarapan.
Tok… tok … tok…
Suara pintu diketuk orang.
“Sebentar ya, aku lihat dulu,” Mona berlalu meninggalkan dapur.
Terdengar suara Mona mempersilakan seseorang untuk masuk. Tak lama kemudian Mona kembali ke dapur.
“Nin, bisa kamu bawakan air minum untuk tamu di depan?”
“Boleh, berapa orang?” tanya Ninu.
“Empat.”
“Oke!”
Segera Ninu mengambil gelas dan membuat teh lalu beranjak membawanya ke ruang tamu.
“Mama...” langkah Ninu terhenti ketika dia melihat siapa yang duduk di ruang tamu, Diandra, Hendrawan, dan Budi.
Tapi tidak ada Haris di sana.
Diandra yang melihat Ninu berdiri di depan ruang tamu segera berdiri dan menghampirinya,
“Sayaaang….” Dipeluknya Ninu lalu diciumi pipinya.
“Bud, ini bawa nampannya ke meja,” perintah Diandra pada Budi.
“Iya tan,” Budi segera meraih nampan yang masih dipegang Ninu lalu meletakkannya di atas meja.
“Sayang, mama kangen banget sama kamu,” Diandra kembali memeluk Ninu yang masih bengong.
“Sini, kita duduk,” tangan Diandra menggandeng tangan Ninu mengajaknya duduk.
Ninu masih bingung dengan apa yang terjadi, bagaimana mereka bisa tahu keberadaannya.
Sementara Hendrawan dan Budi tersenyum memandangnya.
Diandra duduk sambil merangkul Ninu, tangannya membelai rambut Ninu dengan penuh kasih.
“Nak, suamimu sangat menderita kehilanganmu,” ucap Diandra lembut.
Ninu mengalihkan pandangannya menatap Diandra, “Maafkan aku ma,” ucapnya pelan.
“Mama harus tahu seperti apa pernikahanku dengan bang Haris. Tidak seperti yang mama dan papa duga.”
__ADS_1
“Mama dan papa sudah tahu sayang. Haris sudah menceritakan semuanya pada kami.”
Benarkah? Kalau sudah tahu lalu untuk apa sekarang mereka datang kemari?
“Pulanglah nak, semuanya tidak seperti yang kamu sangkakan,” ucap Diandra lagi.
Ninu menggelengkan kepalanya, “Tidak ma, aku tidak bisa.”
“Kenapa sayang?”
“Bang Haris tidak mencintaiku ma. Cinta sejati bang Haris adalah Tyara,” Ninu mulai terisak. Luka di hatinya seperti menganga kembali.
“Darimana kamu bisa menyimpulkan seperti itu? dari obrolan para pelayan? Atau dari obrolan Budi dengan Haris ditelepon?” sekarang Diandra menggenggam tangan Ninu.
“Jangan pernah percaya pada obrolan yang tidak lengkap, bisa jadi bagian yang tidak lengkap itu adalah yang sebenarnya terjadi, dan yang kamu dengar itu yang menyesatkan.”
Diandra merengkuh tubuh Ninu, dipeluknya dengan lembut. Ninu menangis dalam pelukan Diandra.
“Sayang...”
Sebuah suara yang sudah sangat dia kenal. Suara dari orang yang dirindukannya, yang setiap malam mampu membuatnya menangis bombay.
Ada tangan yang meraih tangannya, tangan yang hangat. Ninu melepaskan pelukannya pada Diandra.
Dilihatnya Haris yang sedang berlutut di hadapannya.
Mata mereka bertemu. Mata yang sama-sama merindukan. Mata yang sama-sama menderita karena saling kehilangan.
“Bang...” Ninu menghambur ke dalam pelukan Haris, menangis sejadi-jadinya. Sudah tidak ada rasa malu lagi, ditumpahkannya segala rasa yang membebaninya melalui tangisan dan air mata.
“Abang mencintaimu. Hanya mencintaimu,” bisik Haris di telinga Ninu, “Jangan pernah pergi lagi dari sisiku.”
Semua yang ada di ruangan itu menyaksikan peristiwa itu dengan hati haru dan bahagia. Diandra bahkan ikut meneteskan air mata saking senangnya, begitupun dengan Mona.
Sungguh beruntung Ninu mendapatkan suami yang sangat mencintainya.
⚘
Ninu berpamitan pada Mona sambil memeluknya, mengucapkan terima kasih karena Mona telah memberi tumpangan tempat tinggal dan membantu menyelesaikan masalahnya dengan Haris.
Mereka kembali ke rumah besar dengan suka cita. Haris terus menggenggam tangan istrinya seolah takut jika dia pergi lagi.
Diandra dan Hendrawan tersenyum menyaksikan kemesraan mereka. Budi yang menjadi supir juga tersenyum senang.
⚘
“Sudah mandinya? Sini abang gendong,” ucap Haris ketika Ninu keluar dari kamar mandi.
“Apaan sih bang pake digendong segala, aku kan gak sakit,” Ninu mengerling sambil tersenyum.
Dia duduk di depan cermin lalu mengoleskan sedikit krim malam dan mengulaskan tipis lipstick di bibirnya.
“Sayang, kamu tuh sejak dari pertama ketemu tadi menggoda abang terus,” rajuk Haris memeluknya dari belakang.
__ADS_1
“Menggoda gimana? Aku gak merasa menggoda juga.”
“Ih, gak sadar ya. tadi waktu di rumah Mona, waktu sayang meluk abang itu tuh kena junior tahu.”
“Ah.. masa? Aku gak tahu,” Ninu menutup mulutnya dengan tangan sambil membulatkan mata.
“Terus waktu di mobil, ini nempel terus di dada abang,” Haris meraba benda yang dimaksudnya lalu meremasnya lembut.
“Ihh…” Ninu menggeliat menikmati sentuhan suaminya.
“Sekarang sayang menggoda lagi dengan pake handuk kayak gini.”
“Aku kan habis mandi bang, jadi ya pasti pake handuklah,” Ninu merajuk, “Salah sendiri kenapa abang tergoda.”
“Emang sayang gak tergoda?” Haris berbisik di telinga Ninu membuatnya merinding karena geli.
“Enam hari lho sayang abang gak dapat jatah,” Haris memutar tubuh Ninu agar menghadapnya.
Ditatapnya wajah Ninu dalam, dilumatnya bibir yang telah membangkitkan gairahnya sedari tadi.
“Sayang, jangan pernah tinggalin abang lagi ya. abang gak bisa hidup tanpa kamu,” ucapnya perlahan.
“Ke depannya, apapun masalah yang terjadi kita selesaikan dengan membicarakannya ya!” tangannya membelai rambut Ninu yang basah.
Ninu mengganggukkan kepala, “Iya bang, maafkan aku yang meragukan cinta abang.”
Haris tersenyum. Segera diangkatnya tubuh istrinya dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Benar kata orang, memadu kasih setelah berpisah nikmatnya berlipat-lipat. Haris telah membuktikannya malam ini.
⚘
Terima kasih ya Allah untuk cinta yang telah Engkau anugerahkan pada kami.
Jadikanlah kami orang-orang yang pandai bersyukur.
Aamiin...
TAMAT.
⚘⚘⚘⚘
Alhamdulillah akhirnya author dapat menyelesaikan novel TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU ini.
Terima kasih tak terhingga untuk para pendukungnya Haris dan Ninu yang setia mantengin mereka dari awal sampai akhir. Author doakan kalian sehat terus dan banyak rejekinya, dan semoga kalian mendapatkan cinta sejati.
Setelah ini, author akan fokus pada novel CAHAYA YANG HILANG
Silakan para readers semua untuk mengikuti apa yang terjadi selanjutnya pada Ayya pemilik Cahaya Catering dalam menemukan orang yang telah merenggut kesuciannya dulu yang telah menyebabkan dirinya tidak tertarik untuk menjalin kasih dengan pria manapun.
jomblo 🤭
Cekidot!
__ADS_1
😍😍😍🙏🙏🙏