
Hari-hari kembali berlalu seperti biasa. Tak terasa sudah 3 minggu Ninu berada di rumah pool. Hanya sekali-kali saja dia pulang ke rumah besar, sekedar untuk mengambil alat praktek kursusnya atau yang lainnya.
Diandra juga sudah pulang kembali ke Dumai karena Hendrawan tidak bisa ditinggal berlama-lama sendirian.
Sekarang hubungan Haris dan Ninu semakin mesra. Ninu sudah tidak ragu lagi untuk bermanja dan bercanda pada suaminya. Kebahagiaan meliputi mereka berdua.
Namun di balik itu semua, hati Haris sedikit terganggu dengan berita yang disampaikan Budi tentang Tyara. Terkadang, ketika dia duduk sendiri atau di sela-sela pekerjaannya, Haris merenung, dia bimbang. Haruskah dia pergi menemui Tyara?.
Hingga akhirnya dia mengambil keputusan.
⚘
“Aku akan menemuinya,” ucap Haris pada Budi.
“Menemui siapa bang?”
“Tyara.”
“Yakin bang?”
“Iya.”
“Kapan bang? Aku perlu ikut?”
“Mungkin lusa setelah urusan dengan pak Marta selesai. Aku akan pinjam jet papa supaya lebih cepat,” jawab Haris.
“Kamu tidak perlu ikut, urus pool saja.”
Budi menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
“Bagaimana abang nanti bilang sama kakak?”
“Itu urusanku, kamu tidak perlu tahu, yang penting semuanya berjalan lancar.”
Budi menatapnya.
“Tapi abang harus hati-hati jangan sampai kakak salah paham.”
Hening.
“Aku searching di internet, daerah ini daerah kumuh. Apa Beno tidak salah kasih alamat ya?” Haris memandang kertas di tangannya yang di atasnya tertera alamat Tyara tinggal.
“Gak bang, memang itu alamatnya.”
Haris masih memandanginya.
Masa dia tinggal di situ? Apa dia jatuh miskin?, batinnya.
“Gak mungkin kan sekelas AdviceMan memberi informasi salah bang?”
“Iya juga sih.”
“Kira-kira apa yang akan abang lakukan di sana nanti?”
“Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu dengannya, melihatnya, mengobrol sebentar. Sudah.”
__ADS_1
“Bagaimana kalau nanti ternyata cinta abang semakin kuat padanya, lalu dia juga ternyata mencintai abang?” ucap Budi berandai-andai.
Haris tidak menjawab.
“Minggu depan istriku ulang tahun. Aku ingin membawanya bulan madu ke Itali. Kuharap tidak ada beban lagi di hatiku. Aku ingin menyatakan cinta padanya.”
Jadi bang Haris yakin kalau dia tidak mencintai Tyara lagi ya, syukurlah.
Dia bangkit berdiri, “Aku mau tidur, sudah malam,” dia berlalu meninggalkan Budi yang bengong menatapnya.
“Bereskan itu ya!” ucap Budi menunjuk gelas bekas kopinya pada pelayan yang sedari tadi sedang membersihkan karpet di ruangan itu. dia berlalu hendak pulang.
Ngapain pelayan itu malam-malam membersihkan karpet, kayak gak ada hari esok.
“Iya tuan,” jawab pelayan sambil mengangguk.
⚘
“Sayang abang mau dong disuapi,” suara Haris sore itu ketika mereka duduk di ruang keluarga sambil menonton tv yang tidak sepenuhnya mereka tonton.
Ninu baru saja meletakkan piring berisi potongan buah untuk mereka. segera diambilnya lalu menyuapi suaminya.
“Sayang bosan gak tinggal di rumah terus?” tangan Haris mempermainkan rambut Ninu, matanya menatap dengan mesra. Entahlah, ada desir aneh di hatinya.
“Kenapa abang tanya begitu?”
“Tidak kenapa-napa, abang hanya khawatir saja kamu bosan.”
“Aku kan gak selamanya tinggal di rumah. Kadang pergi kursus, belanja ke mall, abang juga sering ajak aku jalan-jalan. Jadi mana mungkin bosan.”
Haris menatap Ninu, “Sayang, kamu menggemaskan banget,” diraihnya tubuh istrinya dalam pelukan.
Ninu membalas pelukan Haris sambil tersenyum.
“Oh ya sayang, besok abang harus ke Batam untuk urusan pekerjaan,” ucap Haris sambil melonggarkan pelukannya.
“Oh ya? berapa hari Bang?”
“Gak lama hanya sehari saja. Abang berangkat sore, besok sorenya juga sudah di sini lagi.”
“Aku boleh ikut? Hari itu kan aku lagi gak kursus bang.”
Haris menatapnya lembut. Enggan mengecewakan istrinya tapi dia juga tidak mungkin membawa serta. Ini urusan pribadinya yang bahkan istrinya tidak boleh tahu.
“Nanti abang sengaja ajak sayang ke sana. Tapi bukan besok.”
Ninu mengerucutkan bibirnya, mungkin dia kecewa.
“Ya?” Haris merayunya.
“Iya gak apa-apa,” Ninu tersenyum tipis.
⚘
Keesokannya setelah Haris bersama Budi menyelesaikan urusan bisnisnya, Haris mengajak Ninu masuk ke kamar.
__ADS_1
“Abang berangkat setelah sholat Ashar ya.”
“Iya bang. Ini sudah aku siapin baju untuk dibawa,” ucap Ninu, “Gak perlu banyak-banyak kan bang?”
“Iya gak usah, dua stel saja cukup.”
“Sini sayang!” Haris menarik tangan Ninu, “Abang kangen,” dia memeluk dan mulai menikmati tubuh istrinya.
“Ih…abang.”
“Sstt… nanti malam kan abang tidur sendirian, jadi sekarang saja,” bisiknya.
Entahlah, perasaan apa ini, Haris tidak dapat menggambarkannya dengan kata-kata. Apakah hatinya sedih? Tapi mengapa harus sedih? Atau merasa bersalah membohongi istrinya yang tidak tahu apa-apa? Tapi dia pergi tidak dengan niat untuk mengkhianatinya.
Ya! mungkin inilah perasaan yang sekarang bercokol di hatinya. Rasa bahwa dia mengkhianati, mengkhianati cinta istrinya.
Dia menikmati penyatuan tubuh siang itu dengan rasa bersalah dan mata yang basah. Di antara hentakannya, Haris membenamkan wajahnya di leher Ninu, tidak berani menatapnya.
⚘
“Abang berangkat ya,” ucap Haris.
“Iya bang, hati-hati di jalan. Nanti kalau sudah sampai kabari ya,” ucap Ninu, dia menyalami dengan mencium tangan suaminya.
“Iya pasti sayang,” tangannya mengelus rambut Ninu.
“Ayo bang,” ucap Budi yang berdiri di belakang Haris. Dia akan mengantar Haris ke bandara.
“Abang pergi ya, assalamualaikum,” mencium kening Ninu.
“Waalaikumsalam,” jawab Ninu.
Ini pertama kalinya dia ditinggal pergi jauh oleh Haris, walaupun tidak lama, tapi rasanya seperti akan lama.
Ninu mengiringi kepergian mobil Haris dengan tatapannya. Dia menarik nafas dalam, lalu melangkah masuk kembali ke dalam rumah. Malam ini dia akan tidur sendirian di rumah pool.
⚘
Haris duduk di kursi di jet pribadi milik papanya. Pandangannya menyapu awan yang berarak mengiringi. Hatinya penuh dengan segala rasa.
Ini pertama kalinya dia berkata tidak jujur pada istrinya. Dia ijin pergi ke Batam untuk urusan pekerjaan, padahal nyatanya dia akan menemui seorang wanita yang selama belasan tahun bersarang di hatinya.
⚘⚘⚘⚘
Jika cinta telah bertahta
Mengapa harus mencari puri yang lain
Tidakkah cukup diriku
Untuk memenuhi hasrat cintamu?
⚘⚘⚘⚘
Happy reading semuanya.
__ADS_1
Ditunggu like dan komennya.
SALAM CINTA 😍😍😍😍