
Sejak itu, Ira sering sekali datang ke kamar Ninu. Ada saja alasannya, pinjam sapulah, pinjam setrikaan, ngasih oleh-oleh, dan sebagainya. Sebetulnya Ninu enggan mengobrol berlama-lama dengan Ira mengingat setiap harinya dia habiskan untuk bekerja. Kalaupun sedang libur, Ninu memanfaatkan waktunya untuk belajar. Oleh karenanya, Ninu selalu berusaha menghindar atau bicara seperlunya saja.
Kadang Ninu heran melihat Ira, dia selalu saja ada di kosan, jarang sekali terlihat pergi bekerja. Kadang beberapa orang temannya datang, mereka bisa ngobrol berlama-lama sampai larut malam, tertawa cekikin sambil memutar musik keras-keras. Tak jarang tetangga lain mendelik padanya karena merasa terganggu.
Menurut Ira, dia bekerja di sebuah perusahaan obat sebagai marketing. Tugasnya adalah memasarkan obat, mengantarkannya ke konsumen, dan mencari konsumen baru. Penghasilannya besar karena selain gaji dia juga dapat bonus. kata Ira, dia tidak terikat jam kerja seperti Ninu. Dia bebas bekerja kapan saja yang penting tugasnya bisa dilaksanakan dengan baik. Itulah sebabnya dia bisa bebas ada di kosan.
⚘
Sudah beberapa hari ini Ninu merasa badannya kurang sehat. Badannya lesu dan nafsu makannya kurang. Mungkin karena kecapean dan kurang tidur. Sejak ada Ira malamnya sering terganggu dengan suara orang ngobrol dan musik yang menganggu pendengarannya. Belum lagi kalau pagi-pagi Ira sudah ngetok-ngetok pintu kamarnya.
Selain itu, kesibukannya belajar juga menjadi penyebab Ninu kurang istirahat, maklum dia baru saja selesai mengikuti ujian akhir di paket C. dia berusaha mempersiapkan segalanya dengan baik. Sebentar lagi dia akan punya ijazah sederajat SMA. Hatinya sangat gembira. Dia berharap dengan ijazah itu bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dan punya kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Dia akan mengambil kuliah kelas karyawan yang bisa diikuti di hari libur atau malam hari. Namun sebelum itu, tentu saja Ninu harus menghitung-hitung kemampuan finansialnya.
Sepulang dari café, setelah berganti pakaian Ninu segera berbaring untuk melepas lelah.
Mungkin aku masuk angin, pikir Ninu, maka dia segera bangkit mengambil obat herbal untuk diminumnya sebelum tidur dengan harapan besok pagi badannya akan kembali segar. Untungnya besok libur ke toko jadi dia bisa istirahat lebih lama.
⚘
“Ninu kamu kenapa?” tanya Ira ketika Ninu membukakan pintu dengan wajah sedikit pucat.
“Gak apa-apa, cuma kurang enak badan aja” jawab Ninu.
“Kamu kecapean tuh. Tiap hari diforsir kerja terus sih”, kata Ira, "Hati-hati tuh, nanti kena penyakit malah lebih mahal ngobatinnya” sorot mata Ira seperti menyelidik “Suka minum vitamin gak?” lanjutnya.
“Vitamin apa?” tanya Ninu.
“Ih… kalau kerja cape dan kurang istirahat gak bisa cuma ngandelin makanan yang masuk ke badan kita. Kita perlu vitamin supaya badan tetap segar” terang Ira bersemangat.
Ninu hanya diam mendengarkan. Dalam hatinya berkata hmm.. mau promosi obat nih kayaknya.
“Tunggu sebentar ya” kata Ira beranjak kembali ke kamarnya.
Tak lama dia masuk lagi ke kamar Ninu, "Nih, aku kasih vitamin biar seger” tangannya mengulurkan sebutir pil putih berukuran kecil.
“Obat apa ini? gak usah ah. Nanti juga aku sehat lagi kok” ucap Ninu.
“Ih.. gak apa-apa, ini gratis buat kamu. Aku kasian aja lihat kamu pucat gitu” ujar Ira lagi “Ayo minum. Aku ambilin airnya ya” paksanya “Kalau minum ini, dijamin gak nyampai setengah jam kamu bakalan merasa seger dan bersemangat lagi”
Ira tersenyum misterius ketika Ninu memasukkan obat itu ke dalam mulut dan mendorongnya dengan air yang ia berikan. Di bibirnya tersungging senyum dengan satu sudutnya naik lebih tinggi.
Kena juga kamu, batin Ira.
Benar saja apa yang Ira katakan, tidak sampai tiga puluh menit badan Ninu sudah kembali segar bahkan dia merasa sangat bersemangat. Hatinya dipenuhi dengan perasaan senang dan gembira, bahkan Ninu berpikir itu sangat berlebihan.
__ADS_1
Karena jam kerjanya di café baru mulai jam 5 sore, sementara setelah minum obat yang diberikan Ira kantuknya hilang, akhirnya Ninu mengisi waktunya dengan beres-beres kamar dan membaca buku. Sepanjang waktunya dia terus bernyanyi penuh riang.
Di café, kegembiraannya belum juga surut, dia melakukan semua pekerjaan dengan sangat baik, melayani pelanggan dengan ramah dan bersemangat. Senyum dan tawa selalu menghiasi wajahnya.
“Kamu baru dapat bonus ya Nin?” tanya Andre, teman kerjanya di café.
“Bonus apa? gak ada” Jawab Ninu tersenyum.
“Kok kamu keliatannya gembira sekali. Kayak baru dapat bonus gitu” ucap Andre lagi, “Atau jangan-jangan kamu baru ditembak cowok ya?”
“Ih… sembarangan. gak ada tuh” balas Ninu mengerling, yang membuat Andre kaget sejak kapan Ninu begitu. Biasanya kan dia sangat irit bicara dan tertutup, kadang terkesan malu-malu. Tapi ini, ya ampun dia mengerlingkan matanya padaku, batin Andre. Kalau gitu kan dia jadi keliatan cantiknya
Tapi yang lagi diperhatikan tidak peduli. Setelah mengerlingkan matanya ke Andre, Ninu segera saja berlalu sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Begitulah hari itu dia lewati dengan penuh keceriaan, semuanya berjalan dengan membahagiakan.
⚘
Keesokannya, Ninu sudah bersiap-siap akan berangkat ke toko.
“Halo Ninu..” Sapa Ira dari pintu kamarnya ketika melihat Ninu akan keluar dan sedang mengunci pintu.
“Hai..” jawab Ninu tersenyum.
“Iya alhamdulillah… vitaminnya bagus” jawab Ninu, “Kalau boleh tau itu apa nama vitaminnya, Ra?”
“Bagus ya…, apa aku bilang, kamu kalau minum itu pasti seger deh” Jawab Ira “Ah gak usah tau namanya, nanti kalau kamu butuh lagi tinggal bilang aja ke aku. Ntar aku kasih. Khusus untuk kamu GRATIS” imbuhnya sambil tersenyum mengacungkan jempolnya memberi penekanan pada kata gratis.
“Terimakasih ya, kamu baik banget” ucap Ninu, “Aku permisi dulu ya mau berangkat, takut kesiangan” lanjutnya
“Oke. Hati-hati di jalan yaa…” balas Ira.
Dua hari kemudian Ninu kembali merasakan badannya mulai lesu lagi. Tapi dia tidak mempedulikannya. Ninu berusaha mengobatinya dengan makan dan minum yang banyak. Dia juga minum suplemen yang dia beli di apotek. Dia enggan bicara ke Ira. Dia tidak mau meminta vitamin itu lagi karena itu gratis. Alasannya tentu saja dia tidak mau jadi berhutang budi pada Ira.
Tapi Ira sudah tahu bahwa Ninu akan membutuhkan obat itu lagi. Maka kira-kira seminggu kemudian dia sengaja datang ke kamar Ninu.
Tok tok tok…
Tidak ada sahutan dari dalam kamar.
Tok tok tok…
“Ninu…Nin” teriak Ira dari luar kamar.
__ADS_1
Saat itu Ninu sedang terbaring di atas kasurnya, badannya lesu seperti tak bertenaga.
Tadinya dia enggan membukakan pintu, tapi karena Ira tak berhenti memanggil namanya, akhirnya Ninu bangkit.
“Ada apa Ira?” tanya Ninu begitu pintu terbuka.
“Hai Ninu, gimana kabar kamu hari ini?” serunya
“Kabar baik. Ada yang bisa aku bantu Ra?” Tanya Ninu.
“Emangnya tiap aku ke sini karena butuh sesuatu, gak kan?” jawab Ira. “Aku kangen aja sama kamu, beberapa hari ini kan aku gak ada di kosan” lanjutnya.
“Nih aku bawa oleh oleh buat, manisan salak, enak lho, seger”
“Makasih ya, jadi ngerepotin” jawab Ninu lemah.
“Eh.. kamu kok kayak gak semangat gitu Nin, lagi gak sehat ya?”
“Ah gak cuma sedikit lesu aja. Masuk angin lagi kayaknya” jawab Ninu.
Padahal kemarin dia sengaja pergi ke rumah Agis untuk diurut. kebetulan ada tukang urut dekat rumah Agis. Setelah diurut bu Syarif juga membuatkannya wedang jahe. Tapi enaknya hanya seketika itu saja. lesunya tidak mau hilang.
“Kasian kamu. Ya udah aku kasih vitamin yang kemarin lagi ya, biar stamina kamu tetap on” Ira beranjak ke kamarnya.
“Eh.. jangan Ra, aku gak apa apa kok. gak usah” larang Ninu.
“Gak apa-apa Nin. Udah tenang aja”
Ira kembali dengan cepat sambil membawa obat berwarna putih itu dan segera memberikannya kepada Ninu.
“Nih ayo minum” katanya menyodorkan tangannya
Ninu hanya diam saja.
“Kamu kenapa Nin gak mau aku bantu? Kamu gak nganggap aku teman ya?”
“eh.. bukan, bukan b..begitu. Aku gak enak aja selalu dikasih gratis sama kamu” jawab Ninu gelagapan
“Nanti kalau kamu sudah cocok dengan vitamin ini, aku juga gak akan ngasih gratis terus kok. Kamu harus beli” suara Ira kok seperti ancaman ya, batin Ninu. Dia takut obatnya mahal dan Ninu tidak bisa membelinya. Itu yang ada di pikiran Ninu.
“Udah ayo minum. gak usah mikir yang aneh-aneh” suara Ira memaksa.
⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Happy reading semuanya 😍😍😍😍