
Bu Suti kembali ke ruang tamu sambil membawa gelas berisi air. Penampilannya sekarang lebih baik, mungkin tadi dia mencuci muka dan menyisir rambutnya yang sebagian besar sudah berwarna putih.
“Silakan diminum” ucapnya, lalu duduk di hadapan Haris.
“Tahu dari mana Tyara tinggal di sini?” tanyanya tanpa basa-basi. Pandangannya tidak menyiratkan keramahan sama sekali.
Haris balas menatapnya. Dia tidak suka direndahkan oleh orang lain. Sebagai tuan rumah sudah selayaknya bu Suti bersikap ramah, bukan?.
Yang ditatap rupanya merasa kalau tamunya tidak suka, akhirnya dia merubah ekspresi wajahnya, lalu kembali bertanya lebih sopan, "Boleh saya tahu siapa anda?”
Haris masih menatapnya sebelum dia menjawab, “Saya Haris teman SMA Tyara. saya kemari hanya ingin bertemu dengannya sebentar saja, karena kangen sudah belasan tahun tidak pernah bertemu”
Bu Suti menarik nafas panjang, “Apakah tuan tidak tahu bagaimana keadaan Tya sekarang?”
“Tidak, saya tidak tahu”
“Tuan juga tidak tahu kehidupan Tya selama ini?” bu Suti penasaran.
“Tidak. Terakhir saya bertemu dengan Tya adalah beberapa bulan setelah kami lulus SMA. Waktu itu saya dengar dia akan kuliah dan bekerja di Paris”
Bu Suti menatap dalam pada Haris, ada sinar kesedihan di matanya. Kalau dilihat dari penampilannya pria ini sepertinya orang kaya dan baik.
“Baiklah kalau begitu, mari saya antar ke kamar untuk menemui Tya” dia berdiri dan berjalan mendahului Haris menuju kamar yang ada di balik ruang tamu.
Pintu kamar terbuka lebar, “Tya…” panggil bu Suti.
“Hmmm…” suara gumam seorang wanita dari dalam kamar.
Mungkin itu suara Tyara. jantung Haris berdebar.
“Ini ada temanmu, Haris namanya” bu Suti melangkah masuk ke dalam kamar, sementara Haris masih berdiri.
“Silakan masuk tuan” ucap bu Suti dari dalam kamar.
Ragu Haris melangkahkan kakinya memasuki kamar. Matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang terbaring lemah di atas tempat tidur.
__ADS_1
Seorang perempuan kurus dan pucat yang jauh dari kata cantik menatapnya dengan sorot mata kuyu. Bintil-bintil kecil berkelompok nampak jelas di wajahnya, mungkin di tubuhnya juga jika tidak tertutup oleh selimut.
“Tya?” Haris tidak percaya kalau itu adalah Tyara, wanita yang selama ini bertahta di hatinya, yang mati-matian ingin dia temukan.
“Ha... Haris?” suaranya lemah.
“Bu… tolong suruh dia keluar dari kamar. Aku gak mau ketemu dia” suara lemah Tyara, dia mengalihkan pandangannya pada bu Suti.
Ada rasa malu di hatinya. Dia malu dengan keadaannya sekarang.
Tyara ingat siapa Haris, dia tahu kalau dulu ketika mereka masih bersekolah Haris menyukainya, tetapi karena Haris pemalu maka dia sering sekali menggodanya dan bersikap sok cantik dengan niat untuk mempermainkan perasaan Haris. Tyara juga tahu kalau Haris sering mengiriminya hadiah, tapi lagi-lagi dia pura-pura tidak tahu.
Dan sekarang, tiba-tiba Haris hadir di hadapannya pada saat keadaannya telah berubah180º, kini dia buruk rupa dan miskin. Sementara Haris tampak tampan dan berkharisma.
Bu Suti menatap Tyara sejenak sebelum akhirnya dia mengajak Haris untuk keluar dan kembali duduk di ruang tamu.
“Kalau saya boleh tahu, Tya sakit apa bu?” suara Haris memecah keheningan setelah mereka duduk kembali di ruang tamu.
Sejenak bu Suti seperti sedang berpikir. Selanjutnya dia menceritakan apa yang terjadi pada Tyara.
Flashback
Selulus SMA, Tyara diajak oleh Syahrul kekasihnya ke Paris untuk melanjutkan kuliah. Orangtuanya melarang karena rasa khawatir apalagi Tya dan Syahrul belum menikah. Tetapi Tya yang keras kepala tidak peduli dengan nasihat orangtuanya, dia memaksa dan diam-diam pergi bersama kekasihnya.
Tetapi ternyata Syahrul bukanlah pemuda baik-baik. Di Paris, Syahrul mempekerjakan Tya sebagai PSK untuk pria-pria hidung belang kelas kakap. Karena kecantikannya, Tya menjadi idola para pria hidung belang yang kaya raya.
Dia menjalani hidupnya sebagai wanita pemuas nafsu. Entahlah, apakah Tya menikmati pekerjaannya itu, hidup bergelimang harta, kemewahan, dan sex bebas, yang jelas selama bertahun-tahun dia berkubang di dalamnya.
Hingga popularitasnya mulai menurun ketika dia mulai terkena penyakit kelamin. Tidak ada lagi bos kaya yang ingin menggunakan jasanya. Dia tersingkir. Bahkan Syahrulpun mengusirnya.
Berbekal harta yang dimiliki, Tya mencoba berobat hingga dokter menyatakan dia sembuh. Namun tuntutan hidup dan lifestyle-nya yang WAH membawa Tya kembali ke dunia prostitusi.
Dia bekerja di klub malam menjajakan dirinya sendiri. Dan pada akhirnya penyakit itu kembali menyerangnya lebih parah. Dokter memvonisnya menderita HIV-Aids.
Dalam keadaan terpuruk di negeri orang, barulah Tya ingat kembali pada orangtuanya, ingat pada dosa-dosanya. Berbekal uang yang hanya sedikit dan dalam keadaan sakit dia pulang ke Indonesia berniat mencari perlindungan dan pengampunan dari kedua orangtuanya.
__ADS_1
Orangtua mana yang tidak sedih mengetahui keadaan anak semata wayangnya dalam keadaan menderita, dirangkul lalu diobati dengan sepenuh hati. Tetapi karena sakitnya yang terlanjur parah, habis harta bahkan berhutang, tiada didapat kesembuhan.
Orangtua Tya meninggal dalam keadaan miskin.
Flashback off.
⚘
“Sudah hampir 2 tahun Tya tinggal di sini bersama saya” ucap bu Suti, “Kata dokter dia menderita sindrom wasting dan herpes simpleks akibat dari menurunnya imun tubuh”
Haris mendengarkan dengan pikiran yang kacau balau. Tak dinyana wanita yang selama ini diimpi-impikannya menjalani hidup kotor sedemikian rupa hingga menderita penyakit seperti sekarang ini.
“Tapi Tya masih rajin berobat kan bu?” tanya Haris.
Bu Suti tersenyum kecut, “Berobat apa? kami tidak punya uang, bahkan untuk makan saja sulit”.
⚘
“Bud, sepertinya aku tidak jadi pulang hari ini” suara Haris di telepon.
“Kenapa bang? Abang belum menemukan Tyara?” tanya Budi heran.
“Aku sudah menemukannya dan aku hendak mengurus sesuatu untuknya”
“Maksud abang gimana? Abang mau menikah dengan dia?”
“Sembarangan kamu kalau ngomong! Dia sakit dan aku ingin membantu dia berobat”
“Wah… wah… hebat sekali abang ini! Pengorbanan yang luar biasa” Budi terkekeh.
“Sudah, tidak perlu berkomentar macam-macam, aku hanya memberitahumu bahwa aku tidak pulang hari ini”
Klik telepon ditutup.
Budi memandang gawainya. Dia sedang berpikir keras, kira-kira apa yang terjadi di sana hingga Haris memperpanjang kunjungannya. Ada sedikit rasa khawatir di hatinya, khawatir kalau Haris ternyata masih menyimpan cinta dan harapan pada Tyara.
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘
Happy reading semuanya, salam luv yu dari author 😍😍😍😍