
Rumah Surya Wijaya
"Tato ku ini adalah tato yang bertuliskan menunggumu pria terakhir dalam hidupku Apakah mas pria terakhir itu?"
"Oh ya semoga memang mas pria terakhir dalam hidupmu sayang? Siapa coba yang nggak mau calon istrinya seperti kamu sudah se ksi badannya bagus bertato pernah jadi model majalah pria dewasa lagi?
"Mas Jangan bahas itu lagi dong aku kan malu mas?"
"Ya sudah sekarang maunya apa kita lanjutkan yang tadi ya mas udah nggak tahan."
"Baiklah, mas iya disitu bagian yang Kusuka diapain sih bisa enak gini rasanya?"
"Diji lat sayang di ***** dise sap dirasakan benar-benar pucuk kamu sungguh nikmat sungguh mulus berwarna pink menggemaskan membuatku mabuk kepayang siang dan malam."
__ADS_1
Leng uhan desa han se sapan pun di lakukan di pucuk berwarna pink yang sangat menggoda itu lalu pergumulan pun terjadi sampai 2 jam lamanya dan keduanya saling mendekap dengan Natalie berada didepan Surya yang melingkarkan tangannya di pinggang ramping dan kekasih cantiknya dan menciumi puncak kepala Natalie dengan mesra.
"Mas sambil aku mere sapi indahnya hubu ngan in tim tadi apakah mas mau menceritakan kisah cinta mas dengan mendiang mantan istri sekaligus cinta pertama mas."
"Yah dulu saat bertemu Shinta aku masih menjadi staf administrasi dan kependudukan di kelurahan tempat mantan istriku tinggal. Saat itu aku masih menjadi tenaga honorer yang culun dan lugu.
Shinta adalah gadis tercantik, di kelurahan itu. namanya sudah terkenal menjadi bulan bulanan para pemuda yang seumuran denganku yakni 25 tahun. Pertemuan pertama kami saat tidak sengaja Shinta tiba tiba mengurus perpanjangan KTP nya jaman dulu KTP masih ada masa berlaku 5 tahun sekali dan harus mengurus perpanjangan.
Karena alat yang digunakan juga terbatas KTP Sinta pun tidak langsung jadi. Sinta harus sering-sering menanyakan ke kelurahan perihal KTP nya itu sudah jadi ataukah belum secara kontinyu.
Shinta sampai membawa aparat polisi yang dikenalnya untuk membantunya agar Ktpnya cepat bisa di panjangkan umur berlakunya.
Lalu aku pun di utus lurah saat itu untuk Melayani keluhan Sinta agar tidak semakin menjadi jadi.
__ADS_1
Kemudian kehadiranku yang menenangkannya dengan telaten dan sabar akhirnya membuatnya tenang dan menunggu beberapa hari lagi dirumahnya saja karena aku berjanji untuk mengantarkan Ktpnya kerumahnya jika KTPnya sudah di cetak ulang dengan masa berlaku KTP yang sudah lima tahun kedepan.
Aku pun berkunjung kerumahnya setelah KTPnya sudah tercetak dengan sempurna dan masa berlaku 5 tahun yang akan datang. Shinta pun terbiasa dengan ucapkan demi ucapan yang keluar dari mul utku yang sabar dan lembut yang selalu berhasil menenangkan emosinya yang meledak-ledak setiap kali mengingat pelayanan fatal dan buruk dari kelurahan kami.
Kami pun bertukar nomor ponsel setelahnya dan berlanjut saling menghubungi satu sama lain.
"Lalu siapa yang menghubungi terlebih dahulu?” tanya Nata sambil tubuh pol osnya bersandar di d ada bidang kekasih tampannya lalu tangan Surya yang rajin membelai rambutnya yang tergerai indah yang menempel di dadanya.
"Shinta yang menghubungi mas terlebih dahulu karena Shinta ingin mengucapkan terimakasih karena mas sudah bersedia memberikan bantuan padanya Shinta secara cuma-cuma dan tanpa meminta imbalan apapun padanya. Dari situlah mas memberanikan diri untuk mengajaknya jalan, nonton, main Timezone dan kencan sederhana ala pasangan remaja pada umumnya.
Betapa senangnya mas saat itu karena Shinta juga memiliki hobby yang sama dengan mas yaitu menghabiskan waktu luang kita untuk membaca di perpustakaan pusat kota milik kantor gubernur yang sangat nyaman. Sambil menghabiskan waktu menunggu jadwal nonton film di malam harinya di sabtu malam minggu itu. Selanjutnya ya kita nonton seperti biasa.
Namun Shinta yang memang sangat santai menghadapi aku yang hanya seorang pegawai honorer dan juga penghasilan pas-pasan membuat orang tua Shinta menentang hubungan kami. Kalau mungkin waktu itu aku sudah menjadi pegawai tetap kita tidak mungkin di pisahkan mengingat kita sudah memiliki perasaan suka satu sama lain.
__ADS_1
To be continued