TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Hidup atau Mati?


__ADS_3

Lalu Jerry terketuk hatinya untuk berjuang sekuat tenaga agar sadar hingga Kimberly pun merasakan ada gerakan dari tangan Jeremy yang masih digenggamnya dan di letakkannya menempel di seluruh wajah Kimberly.


"Jerry jerr, tanganmu bergerak!" Ucap Kimberly dengan begitu antusiasnya lalu Kimberly pun berinisiatif untuk mengirimi pesan Lona agar segera mendekat ke ruang pasien.


New Message Just Now


To : Kak Lona


Kak Jerry menggerakkan tangannya Tolong panggilkan dokter Kak


Hah benarkah ternyata benar ya Apa kata Ronald kamu bisa buat Jeremy sadar terima kasih


Iya kakak cepatlah kemari


*****


Lalu Lona dan Ronald pun berinisiatif untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan Jeremy yang akhirnya bisa menggerakkan tangannya.


30 menit kemudian Lona Ronald dan juga Dokter Anita sudah datang untuk memeriksa keadaan Jeremy.


"Sudah berapa lama tadi pergerakan tangannya?" Tanya Anita pada Kimberly yang masih betah memegangi tangan Jeremy sebelah kiri.


"Hmmm 30 menit yang lalu dok."


Kemudian tangan Jeremy kembali bergerak.


"Ini dia menggerakkan tangannya lagi dok." Ucap Kimberly dengan antusias dalam keadaan pipi sembab dan mata memerah karena menangis.


Tok .. tok .. tok ..


"Permisi Nona, nona harus pulang sekarang sudah jam 10.00," ucap Bendot sang bodyguard setia Kimberly.


"Hiks, baiklah Hmmm kak Lona aku permisi pulang, hmm kak bolehkah aku memeluk kakak untuk yang terakhir kalinya, hiks hiks."

__ADS_1


"Hmmm iya sinih, Trimakasih karena kamu keadaan adikku akhirnya ada perkembangan yang berarti, tenanglah Kim kalo kalian emang berjodoh semua nggak akan bisa ngehalangin kalian untuk bersatu, percayalah pada takdir hmm, jangan menangis, kamu kan bisa menanyakan kabar Jeremy melalui aku."


"Hiks, hiks nggak kak, hiks, hiks, aku nggak akan bisa hiks, selamat tinggal kak Lona , kak Ronald." Ucap Kimberly dengan sesenggukan dan nafas yang tersengal-sengal kala perpisahan yang harus dihadapinya sekarang, Kimberly yang harus mengalah pada ambisinya sekarang kalau masih mau melihat Jeremy baik baik saja mulai detik ini juga


"Ayo nona, sebelum Tuan mengecek keadaan nona.di kamar."


Kemudian Kimberly pun dengan langkah yang berat akhirnya pergi meninggalkan kamar pasien Jeremy dengan air mata yang membasahi hingga ke sekujur seragamnya. Apa mau dikata Kimberly harus rela melepas pujaan hatinya sebelum keluarganya tau apa yang sebenarnya terjadi dan akan semakin membuat rumit keadaan Jeremy kedepannya.


"Errghhh Hmmm ugh eh." Jeremy pun sadar dengan perlahan membuka kedua matanya yang terpejam.


"Jer Jerry, dia sadar, sayang ahahahha, syukurlah." Lona langsung memeluk erat kekasih tampannya di depan Anita agar dokter itu tahu kalo Lona disini bukan adik dari Ronald melainkan kekasihnya.


"Kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu pun siap menunjukkan kemesraan mereka berdua dimanapun mereka berada, hingga akhir dari pelukan itu Alona pun berinisiatif untuk memberi ciuman mesranya pada Johan atas jasa-jasanya menolong Jeremy tepat waktu karena jika terlambat sedikit saja maka Jeremy akan sulit untuk tertolong.


"Kaka udah dong mesra-mesraannya erghhh, sakit semua badan aku, dilihat dokter nih kakak igh nggak tau tempat."


"Yeee, diem kamu, gimana kabar kamu Jer, kamu nggak hilang ingatan kan?"


"Masih agak berat di kepala aja, oh iya kak apa tadi Kimberly kesini?"


"Ohh nggak nggak ada, kakak emang ngerahasiain kondisi kamu ke temen-temen kamu Jer, kakak nggak mau keamanan kamu terancam lagi." Lona sengaja menghilangkan cerita Jeremy dan Kimberly, jauh di dalam lubuk hati Lona berharap tidak ada lagi cerita tentang Kimberly di kehidupan Jeremy kedepannya.


Masih dirasa Jeremy sepertinya suara Kimberly tadi sangat dekat di telinganya. Di lihatnya tangan Jeremy sebelah kiri yang tadi terkena air mata Kimberly yang masih basah di permukaannya.


"Trus ini air apa kak? Kenapa tanganku basah, seingatku tangan ini tadi ada yang megang. Dok apa saya boleh jalan-jalan sebentar.." Jeremy curiga kalo Lona sengaja ingin menghilangkan cerita tentang Kimberly mulai detik ini.


"Kimberly benarkah tadi kamu kesini? Seingatku kamulah yang membangunkanku dari tidur panjangku." Gerutu Jeremy dalam hatinya setelah dokter Anita memperbolehkannya untuk berjalan sejenak dan melemaskan otot-ototnya yang sudah terbaring lama di tempat tidur pasien itu.


"Sudahlah Jer itu tadi air minum kakak yang nggak sengaja kakak tumpahkan." Jeremy menatap nyalang mata Lona yang sepertinya menyiratkan banyak kepalsuan. Jeremy sadar semua itu dilakukan Lona untuk keamanan dirinya.


"Kak Ronald Trimakasih sudah menolongku dan memindahkan tubuhku yang sudah terkapar tak berdaya waktu itu, nggak tahu deh kalo nggak ada kakak waktu itu. Aku jalan-jalan sebentar di luar sama aku ambil ponselku ya Tom." Jerry ingin sekali melihat semua panggilan masuk pesan dan hal lain yang bisa dilakukan seorang Kimberly untuk menghubunginya.


Namun tidak ada satupun yang dilakukannya saat ini dilihatnya tidak ada satupun pesan dan panggilan dari Kimberly, hanya Demian yang terlihat sering mengirim chat padanya. Dicarinya nomor ponsel Kimberly pun sudah raib di dalam contact teleponnya sungguh hal yang tidak pernah Jeremy kita sebelumnya kalo Lona akhirnya menunjukkan penolakannya akan kehadiran Kimberly di hidupnya. Biarlah yang pasti sekarang dirinya harus benar-benar sembuh untuk meluruskan lagi urusan percintaannya yang rumit yang belum sempat terjalin tapi sudah bubar di tengah jalan.

__ADS_1


Terlalu banyak aral melintang yang menghalangi hubungan keduanya. Sepertinya langkahnya untuk menyatukan kisah cintanya dengan Kimberly tidaklah mudah.


"Trimakasih karena sudah membangunkan aku dari tidur panjangku, mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersatu dalam waktu dekat, siapa tahu nanti dan esok hari, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi suatu hari nanti." Batin Jeremy bergemuruh saat dilihatnya pemandangan sekitar taman di malam hari itu sangatlah mencerminkan kondisi hatinya saat ini begitu sepi dan sunyi





Dreamy international High School


"Arsen! Puas ya Lo ngehancurin hidup orang lain!"


"Mulai detik ini jangan ganggu hidup gue lagi! Gue nggak akan mau di jodohin Ama elo, ngerti lo?"


"Hei Ly aku akan ngelaporin pembangkangan Kamu ini di hadapan om dan Tante lihat saja nanti, seorang Kimberly hanya di takdirkan untuk Arsen seorang, kamu nggak akan bisa lepas dariku sayang."


"Selama ini gue nggak sadar kalo elo tuh otoriter, elo nyadar nggak sih kelakuan lo itu nggak malah bikin gue simpati ama elo, malah bikin gue ji jik dan satu hal yang Lo mesti inget, gue nggak akan pernah menerima perjodohan ini sampai kapanpun juga ngerti lo!"


"Tunggu! Dengerin aku dulu Ly, kalo kamu mau menolak perjodohan ini? Akan aku pastikan kamu juga tidak bisa bersanding dengan cowok itu selama aku hidup! Atau kamu mau dia semakin terkapar di Rumah Sakit? Lumpuh? Atau mati?"


"Ternyata elo udah makin sakit ya, gue muak liat muka Lo!"


" Dengan Arsen Nasyaka bisa ikut bapak ke kantor kepala sekolah? Dan lepaskan lengan Kimberly sekarang juga ikut bapak sekarang!" ucap Martinus kepala sekolah Dreamy High School.


"Ada ya pak?"


"Lebih baik kamu jelaskan di kantor saya karena disana sudah menunggu pihak kepolisian yang akan memberimu pertanyaan seputar cidera dan luka yang dialami oleh salah satu pelajar di Dreamy high school juga! yuk!"


Deg!


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2