
"Wow hahaha benarkah aku jadi tidak sabar menurutmu apa bajuku ini sudah pas ataukah aku harus menggantinya?"
"Tidak tidak karena kan tema nanti adalah pertemuan dadakan dan tanpa direncanakan sebelumnya kalaupun kalian nanti memiliki ketertarikan satu sama lain pastinya akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya Mbak ya saat itulah Mbak harus prepare untuk dress yang cantik karena pertemuan yang direncanakan pastinya bisa disebut dengan kencan Iya nggak?"
"Baiklah Angie ayo kita sekarang bekerja kembali sambil melupakan dulu gemuruh di hatiku sebagai reaksi dari rencana pertemuan nanti aku harus ngomong apa padahal kan aku tidak semarah itu saat tadi ditabrak olehnya apalagi melihat penampakannya yang begitu cemerlang hilang sudah marah gundah gulana kesal Di dalam Hatiku."
"Mbak jangan lupa nanti foto penampakan pak camat di malam hari untuk kenang-kenangan Mbak jika kalian memang tidak berlanjut lagi supaya Mbak bisa mengenang kejadian nanti dan menceritakan kembali kepadaku besok jangan lupa!"
"Siap laksanakan Bos!" Anji yang usianya lebih muda 5 tahun darinya yang sudah memiliki suami dan juga anak-anak yang hampir remaja sehingga Enji sangat mengerti akan posisi Natali sekarang yang seharusnya sudah memiliki anak yang lebih besar-besar dari usia anak-anak Angie.
****
07.00 malam
...🌁Pool and bar Cafe xxx...
Natalie yang hendak masuk ke dalam pintu Cafe pull and bar itu dan melihat apakah ada kursi yang kosong di sana. ternyata tidak selang berapa lama Natali pun dipersilakan duduk oleh waiter di sana karena Natalie hanya bertemu dengan satu orang lagi. saat waiter itu bertanya untuk berapakah meja yang dibutuhkan Natali pun menjawab untuk dua orang saja hingga langsung saja meja dan kursi itu cepat sekali ditemukan untuknya.
"Selamat malam Nona, mau makan di sini atau take away?" tanya waiter itu menunggu jawaban Natali.
"Oh makan di sini."
"Untuk berapa orang ya?"
"Untuk berdua."
Setelah itu langsung saja Natali ditunjukkan tempat yang kosong di pojok di lantai 1 kebetulan juga di sana tidak seberapa banyak orang yang duduk di sekitar meja tempat Natalie dan Surya bertemu nanti.
"Silakan nona ini menunya segera panggil saya apabila anda sudah menemukan menu yang pas untuk Anda dan pasangan anda."
Setelah itu mobil operasional camat bermerek Toyota Innova berwarna hitam dengan dengan plat merah terlihat sudah terparkir Di pelataran Pool and bar Cafe xxx tersebut. Surya dengan masih memakai pakaian dinasnya yang tadi siang bertemu dengan Natalie berjalan mantap masuk ke dalam Cafe muda-mudi itu lalu melihat ke sekeliling lantai 1 Apakah ada seorang gadis warga asing yang menunggunya di sana.
"Selamat malam bapak mau di makan di sini atau take away?"
__ADS_1
"Oh saya sudah janjian dengan seorang wanita bule Apakah masnya tahu ada ciri-ciri wanita seperti itu yang kemari tadi?"
"Oh ya wanita bule sepertinya dia sudah menunggu Anda di sana di tempat duduk di pojok."
"Oh baiklah terima kasih atas informasinya."
"Silakan bapak."
*****
"Selamat malam Nona apakah aku terlambat?"
"Selamat malam Pak Ardana tidak Anda tidak terlambat silakan duduk Anda mau pesan apa saya juga belum pesan kok?"
"Tidak Nona saya sudah kenyang sekali saya hanya ingin meluruskan apa yang tadi tidak sempat saya katakan terhadap nona siapa?"
"Ah nama saya Natalie, Natalie Van Helsing." ucap Natalie sambil menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan sang Om Camat Tampan itu.
🤝
Setelah itu Surya pun akhirnya sedikit penasaran terhadap Natalia yang sekarang berada tepat di depan matanya hingga mendiang Mantan istrinya memiliki firasat bahwa Natalie adalah calon yang tepat untuknya untuk menjalin hubungan percintaan kembali kelak.
"Maaf Nona tapi kalau boleh tahu sepertinya Nona tidak semarah itu terhadap saya melihat pesan Nona Yang sepertinya berkoar-koar dan marah-marah ingin menuntut saya karena saya sudah sengaja menabrak Nona di depan toilet kedutaan tadi siang?"
"A hh iya Pak Ardana kalau memang Pak Ardana tidak berkenan Pak Ardana bisa kembali pulang saya tidak akan menahan bapak lebih lama di sini karena mungkin istri bapak sudah menunggu bapak di rumah sekali lagi saya minta maaf Yang sebesar-besarnya kalau sudah menahan bapak dan menunda kepulangan bapak pulang ke rumah."
"Oh tidak tidak sebenarnya pesan yang tadi itu pastinya memang pantas untuk saya karena mungkin saya terlalu buru-buru tadi sehingga sangat keras menabrak nona, saya minta maaf juga yang sebesar-besarnya. baiklah bukannya saya buru-buru ingin segera pulang tetapi rasanya tidak tepat untuk kita berduaan di sini apalagi mungkin Nona juga sedang ditunggu oleh suami Nona di rumah."
"Kalau saya memang tidak memiliki pasangan di rumah yang menunggu saya." keduanya tidak sadar telah bersama-sama mengucapkan kata-kata yang sama persis dan kompak.
DEG
"Pfftt hahahaha." mereka pun tertawa terpinkil-pingkal bersama-sama karena sama-sama mengatakan hal-hal yang sama persis serempak tanpa direncanakan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa sebaiknya kita pesan dulu Pak, atau bolehkah saya memanggil anda mas kalau memang Anda belum menikah?"
"Terserah saja karena bapak-bapak pun tidak semuanya sudah menikah, kalau saya memang duda yang sudah saya sandang kurang lebih 5 tahun ini.
"Sepertinya mas aja biar lebih akrab kalau saya mungkin juga belum pernah memiliki pasangan, mas mas kita mau pesan mas." salah satu waiter pun datang dan siap untuk menulis pesanan menu yang diminta oleh dua manusia Yang sepertinya akan segera menjadi pasangan yang tidak lagi muda itu.
"1 Cocktail non alkohol dan steak sirloin 1 medium rare kalo mas mau pesan apa?
"1 Rib Eye Steak medium rare dan 1 air mineral tidak dingin mas."
"Baik semuanya akan tersedia kurang lebih 30 menit, silakan mencicipi dessert welcome drink dari kita free untuk Anda berdua Selamat menikmati."
"Ya Trimakasih." keduanya lagi-lagi bersamaan menjawab kompak saat waiter itu berpamitan."
Keduanya pun merona dan tersipu karena seringkali mengucapkan hal-hal yang sama persis bersama-sama.
"Jadi katakan padaku apa Nona bekerja di kedua kedutaan besar Belanda tadi."
"yah kebetulan aku berkuliah di universitas Indonesia dengan jurusan sastra Belanda lalu mendapatkan pekerjaan juga di kedutaan Belanda aku juga adalah keturunan Belanda Indonesia dengan kakek buyutku terdahulu adalah penjajah di negeri ini jadi mungkin hidup di negeri ini adalah salah satu pengabdianku yang terbesar untuk menebus dosa-dosa masa lalu leluhurku."
"Oh jadi begitu Jadi nona tidak mau kembali lagi ke Belanda untuk tetap hidup di Indonesia karena sudah cocokkah dengan budaya kita di sini?"
"Yah saat dediku ingin sekali mengajakku tinggal kembali di Belanda tetapi hatiku dan jiwaku sudah melekat di negeri ini memang penampilan fisikku sangat Belanda sekali tetapi hati dan jiwaku sudah menjadi kesatuan dengan negeri ini
"Oh begitu Maaf tapi sebelumnya aku sudah salah mengira bahwa Nona adalah keluarga asing yang sedang mengurus suatu hal di kedutaan Belanda tadi maafkan aku aku tidak tahu kalau ternyata kamu adalah juga warga negara Indonesia."
"Ah tidak apa mas santai saja."
"Jadi apakah Nona pernah menikah sebelumnya biasanya warga asing yang menetap di sini selalu menginginkan anaknya untuk menikah dengan warga asing juga?
"Ya memang dediku selalu memaksaku untuk menikah dan beranak pinak di di Belanda sana tetapi sepertinya aku tidak berminat untuk menikah dengan lelaki yang sebangsa denganku Aku nggak tahu tapi rasanya hatiku lebih nyaman bersanding dengan pria dari dalam negeri saja."
DEG
__ADS_1
To be continued