TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Penolakan Alona!


__ADS_3

Jeremy yang sudah tidak bisa menahan lagi se Sapan nikmatnya saat bergu mul dengan sesuatu dibawah sana yang membuatnya tidak bisa lagi menunda untuk mema Suki lu bang surgawi itu harus tertunda karena gangguan dari bunyi bel appartmentnya yang sulit untuk di biarkan begitu saja.


"Oh tidak Mok, Hmmm tetap tenang ya pakailah bajumu dulu dan kunci pintu ini dari dalam okay."


"Tapi Jer aku takut kak Lona tahu kelakuan kita?"


"Hmmm tenanglah, kamu mau merasakan bib ir aku setelah berci uman dengan bi bir bawah kamu tadi, nih hmmmpphhhff hmmpffh, gimana rasanya?"


"Karena dari bi bir kamu jadi bikin nagih sih, tapi rasanya aneh ya?"


"Tapi suka nggak?"


"Suka." jawab Kimberly sambil menggigit sendiri bi bir bagian bawahnya karena gemas.


"Dasar gadis nakal!"


"Ya udah sana siapa tahu kakak kamu!"

__ADS_1


*****


lalu Jeremy pun mulai berjalan menuju ke pintu apartemennya untuk membukakan seseorang yang berada di depan pintu itu yang ternyata adalah Alona dan Ronald.


"Kakak Kak Ronald, Ada apa sih malam-malam begini ada sesuatu yang penting kabar dari mama?"


"Nggak nggak ada yang penting Kakak cuma mau nyari sesuatu barang yang kakak sembunyikan di kamar Kakak dulu ntar ya, Sayang tunggu di situ aku masih pusing jangan kemana-mana." lalu Luna pun bergegas menuju ke kamarnya untuk mencari sesuatu yang dimaksudnya tadi sesuatu itu adalah helm elastis yang tersimpan rapi untuk bekal jika diperlukan suatu hari nanti di apartemennya yang baru yang terletak di lantai 70.


"Barang apa sih mau aku bantu cari?" tanya Jeremy agar Alona bisa cepat menemukan barangnya dan segera pergi dari apartemennya karena Jeremy tidak mau membuat sang kekasih hati menunggu terlalu lama dan khawatir akan terjadi apa-apa dengannya.


"Yee tumben mau tahu urusan Kakak biasanya kan kamu nggak pernah mau peduli!" ucap Lona yang agak sedikit curiga karena Jeremy yang sangat cuek dan dingin terhadap siapapun itu kali ini agak sedikit berbeda.


"Oh dia ikut Karena kan dia tuh magnetnya aku ke mana aku pergi dia akan menempel seperti magnet Ahhhaaa bercanda gitu aja percaya anak kecil! nggak nggak nggak aku mual-mual gitu dan muntah terus pusing nggak kuat berjalan jadi dari tadi dia ngegendong gue gitu, lucu ya cowok aku itu udah ganteng setia rela berkorban pokoknya perfect deh cuma dia yang ada di hatiku nggak seperti kamu adik songong dingin cuek tau-tau babak belur dihajar massa akibat merebut cewek orang emangnya cewek cuman dia carilah cewek yang single yang bukan pacar orang lain. Cantik sih tapi kan udah ada yang punya emangnya cewek cantik cuman dia di dunia ini!"


"Kakak itu kakak sendiri nggak mau dicampuri urusannya tapi ngurusin urusan aku terus apa itu namanya!"


"Hei anak kecil Kalau kamu udah punya penghasilan sendiri oke kakak nggak akan mencampuri urusan percintaan kamu lagi tetapi sekarang kenyataannya kamu masih tanggung jawab Kakak jadi mau nggak mau kakak harus tahu segala urusan kamu dari yang terkecil sekalipun termasuk urusan percintaan kamu yang rumit yang hampir menghilangkan nyawa kamu nyawa kamu yang paling berarti bagi kakak dan orang tua Kakak orang tua kamu juga pastinya. dan untungnya mereka sedang berada di Jerman coba kalau mereka ada di sini Bagaimana perasaan Mama sudah sakit parah eh ketambahan persoalan rumit kamu pakai membahayakan nyawa kamu lagi bisa kamu bayangin nggak gimana perasaan Mama saat melihat kamu tergeletak di tepi jalan dalam keadaan mengenaskan seperti itu!"

__ADS_1


"Iya iya Maaf nggak usah dibahas deh, Oh ya terima kasih banyak untuk Kak Ronald yang sudah mati-matian membelaku hingga membeku si arsen sampai ditangkap oleh polisi sebenarnya aku mau menuntut balas supaya dia tidak meremehkan aku lagi, tapi ternyata dia sudah terlebih dahulu diriku oleh pihak yang berwajib tapi aku tetap siap-siap membalasnya apabila dia dibebaskan tanpa harus melalui proses hukum terlebih dahulu."


"Eh Mau apa dia sayang gak usah macam-macam ya anak kecil jantung Kakak ini masih ingin berdetak secara normal jangan buat gara-gara hingga usia kakak yang masih muda ini, dapat terserang penyakit secara instan setelah melihat adiknya babak belur seperti tempo hari sudah nggak usah macam-macam jangan bikin orang tua kecewa Jangan bikin kakak khawatir lagi Ayo janji janji kamu nggak akan membalas dendam, anggap aja dia itu adalah pengecut yang beraninya main keroyokan, dia itu pengecut karena sudah kalah, kalah saing dari kamu, Kalau aku lihat gadis itu sukanya ama kamu nggak suka sama cowoknya tapi Siapa suruh semudah itu sudah mempunyai cowok posesif lagi, semudah itu sudah dijodohkan Hello ini bukan zaman Siti Nurbaya kali!"


"Kakak ah itu kan urusan orang tuanya Kak mungkin mereka masih menganggap perjodohan itu adalah hal yang biasa menurut mereka dan harus dilestarikan padahal zaman sudah semodern ini masih saja menganut paham yang sudah dihapuskan dari sejarah yaitu zaman Siti Nurbaya zaman perjodohan yang tidak masuk akal."


"Ya sudah Ini Kakak sudah temuin barang Kakak, kamu tidur istirahat Jangan begadang terlalu malam nggak usah terlalu memikirkan gadis yang memang tidak ditakdirkan untuk kamu lagian kamu sakit juga dia tak datang kan apa, dia pantas dibela mati-matian seperti itu? harusnya kan dia datang untuk menjengukmu barang sedetik tapi apa dia telepon nge-chat kamu ataukah memberikan pesan untukmu lewat temanmu nggak kan makanya lupain dia lupain kalau dia pernah lewat sekejap di hatimu."


Kimberly yang ternyata mendengar semua percakapan Alona yang mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Ternyata setelah berpamitan dan berpelukan dengan Alona tempo hari yang ada di benak Kimberly adalah Alona memberi Restu pada Kimberly untuk terus menyayangi Jeremy tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya Alona sangat menentang hubungan Kimberly dengan Jeremy kedepannya karena Alona masih menganggap bahwa Kimberly sudah dijodohkan dengan Arsen sedari bayi. Alona menganggap bahwa Kimberly yang terlalu jauh di awang-awang tidak pantas bersanding dengan adiknya yang levelnya jauh di bawahnya.


"Ya sudah Kakak pergi lagi nemenin Kakak kamu yang lagi sakit."


"Apa Kak Lona hamil ya Kak? Aku senang banget kalau memang kak Lona hamil, aku jadi calon Om dong masak semudah ini sudah jadi om-om."


"Eh anak kecil sudah mulai bisa bercanda dia tapi setelah kamu babak belur dan tidak sadarkan diri selama empat hari empat malam waktu itu setelah bangun banyak perubahan yang baik terjadi padamu kamu jadi sedikit peka akan keadaan sekitar kamu kamu jadi tidak secuek dulu, Bagus deh kalau begitu Kakak bersyukur setelah kamu dikeroyok massa sekarang kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik tapi ingat jangan dekati Gadis itu lagi Kamu mau janji kan pada kakak!"


...DEG...

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2