TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Tukang Seblak!


__ADS_3

"No sayang tidak anak kita tidak akan menuruni kutukan ini akan aku pastikan sendiri nanti aku akan bicara dengan Narendra pemberi kutukan padaku," ucap Johan sambil berjalan menelusuri ruang isolasinya.


"Tapi sayang bukankah pria breng sek itu yang ingin mendapatkan hartamu dengan menjodohkan adiknya denganmu?" Lona pun mengingatkan Henry akan cobaan hubungannya waktu itu.


"Aish kamu ngingetin tentang hal itu sayang udah deh lupain, gimana kabar bayiku? nggak laper kamu?" tanya Johan pada Lona yang sepertinya semakin malam malah semakin bersemangat.


"Hmmm sayang aku pengen seblak?"


"Hah cari dimana itu?"


"Nggak tau deh pokoknya aku pengen yang masih panas yang di bikin abangnya langsung."


"Ini jam berapa sayang? jam 11 malam mana ada seblak?"


"Ada sayang di daerah pinggiran belakang appartment ini kan dekat kampung."


"Oh iya kamu emang pernah jalan ke situ kok tau ada abang-abang tukang seblak?"


"Ya nggak pernah sihh cuma si Dea kan suka banget Ama jajanan pedas begitu, tadinya aku malah nggak suka sama sekali makanan pedas tapi ini kayanya bayi kita yang pengen udah yuk ah air liurku udah menetes rasanya nggak bisa di bendung lagi slurp kayaknya enak banget."


"Ya udah kita pinjam motor Jerry dulu gimana? nggak mungkin kan kita jajannya bawa mobil?" tanya Johan sambil mengambil Bathrobe dan hendak membersihkan dirinya dari bulu-bulu Srigala yang masih berbekas menempel di tubuh berototnya.


"Hemm iya juga sihh ya udah kamu mandi dan aku ganti baju."


"Hmmm nggak nggak aku maunya kamu yang mandiin aku, kalo abis berubah begini aku pengen banget nga win in kamu?"


"Hah KA win?"


"Iya sayang bercin ta sampai kamunya me rin tih nikmat."


"Hmmm tapi pelan ya, kita kan blm meriksain bayinya ke dokter, gimana kalo tar si Onal bikin dia takut kan kasihan Jo, aku nggak mau bayi kita ngira si Onal itu kembarannya Lo."


"Pffftttt hahahaha aduhh kekasihku yang paling cantik tapi oonnya gak ketulungan ampun deh! mana ada si Onal jadi kembaran Johan junior jangan ngaco deh sayang!"



"Masa cantik begini dibilang oon sih! awas ya dasar kakek tua!"


"Ahahahaha, Ayoo cepet Onal mau jenguk kembarannya." Johan pun gemas dan menggendong saja tubuh mungil Lona seperti karung beras."


"Aww turunin sayang nggak ada jatah buat kamu! aku masih marah di bilang oon!"


"Ya udah kalo gitu seblaknya batal!"


"Hmmm ya udah deh, demi seblak!"


"Pffttt hahahaha jatahku lancar nih!"

__ADS_1


"Isshh nakal banget sih kamu awas ya!"



Outfit Johan yang siap mengantar Lona membeli seblak.





🌁 Appartment Jeremy


"Apa kamu mau melanjutkan apa yang sudah kita tunda tadi, kak Lona udah balik," ucap Jeremy yang sudah kembali masuk ke kamarnya dan melihat kekasih cantiknya pura-pura tertidur. Jeremy pun tersenyum simpul ingin menggigit saja hidung kecil mancung milik Kimberly saat tidur pura-puranya itu sudah berhasil membuatnya gemas.



"Sini sayang tidurlah bersandar padaku ayo kita berfoto." ajak Jeremy pada kekasih cantiknya itu.


"Hmmm ya, kamu mau apain aku lagi?" tanya Kimberly lalu Jeremy sambil melihat dengan membungkuk dan mengepaskan posisi ponselnya agar dapat menangkap layar keduanya. sekali sekali Jeremy mengambil foto Kimberly saat melihatnya dengan termenung.



"Sayang jangan angkat rambut panjang kamu seperti itu aku jadi ingin memberimu tanda cinta di tengkukmu."


"Isshh, apa ada yang salah dengan otakmu sayang? kenapa kamu jadi melunak padaku? bukankah kamu jahat banget selama ini?"


"Tapi kan aku nggak suka Ama dia, aku ngganggep dia kakak nggak lebih."


"Ya aku kan selalu gemes Ama kamu, suka bikin aku tiba-tiba marah nggak jelas apalagi, rok kamu yang terlalu mini membuatku ingin menjadikanmu milikku selamanya."


"Heii aku masih belum cukup umur?"


"Hmmm aku akan menahannya, tapi ijinkan aku untuk mengunjunginya walau dengan li dahku Hmmm boleh nggak?"


"Hah ngunjungin siapa?"


"Ini lohh," tunjuk Jeremy dengan menekan kl it Kimberly yang masih tertutup celana Jeansnya.


"Ssshh sayang! apa kamu pernah melakukan itu dengan mantan kekasihmu?" Ily pun men desah saat hari Jeremy menekan kl it Kimberly yang masih tersegel sempurna.


"Nggak, aku cuma suka kamu, nggak ada cewek lain?"


"Oh ya? maksudku tahun lalu saat aku belum bersekolah di sana? apa pernah ada gadis lain yang mengisi hatimu?"


"Hhmmm nggak ada yang pernah singgah lama, seperti gadis ini!" jawab Jeremy sambil menyentuh ujung hidung mancung Ily.

__ADS_1


"Oh ya? ya udah ciu mm?"


"Dimana?" tanya Jeremy memancing.


"Bi bir terus dimana lagi?"


"Ahahah baik tuan putri tapi tidak hanya bagian atas bagian bawah juga tidak akan luput dari serangan nikmat itu."


"Hmmppffhh," Jeremy pun langsung saja menyerang bibir mungil Ily dan menggigit sedikit di ujung bawah b ibir Ily agar Jeremy bisa dengan leluasa melesatkani li dahnya ke dalam rongga mulut Ily yang terasa seperti mint perasa pasta gigi.


"Hmmppffhh suka? ambil nafas sayang?" Jeremy pun menghentikan pagutannya karena dirasa Ily tidak bisa mengimbangi permainan liar bi bir dan lidahnya yang menari-nari di dalam rongga mulutnya."


"Haha, hahahaha aku nggak percaya kalo seorang Jeremy yang dingin seperti es batu bisa begini lembut padaku hmmppffhh," tawa Ily memecah de Sahan dan le nguhan yang memenuhi kamar yang baru ditempati Jeremy hari ini itu lalu Jeremy lagi-lagi menyerang bibir mungil pink kemerahan milik Kimberly. Lalu Ily menggigit gemas lehernya tepat dibawah telinga Jerry, hingga merah kebiruan.


"Huft..huft..Hmmm ngantuk ya udah aku nggak akan gangguin kamu lagi, tidurlah Hmmm? atau kamu lapar?" Jerry pun menunda untuk membuka hidangan utama seperti yang direncanakannya karen tidak sampai hati melihat wajah lelah kekasih cantiknya.


"Hmmm nggak aku udah kenyang makan kamu, jadi nggak perlu makan Tiap hari kalo ketemu kamu rasanya kenyang."


"Asyik jadi tiap hari kita ketemu terus begini, aku nggak perlu ngasih makan kamu ya Mok?" goda Jeremy pada kekasih cantiknya yang masih kehabisan nafas. Lalu tangan Jeremy pun mengusap bibir belepotan milik Ily karena terkena sisa Saliva keduanya yang sampai merata di bibir keduanya.


"Kalo bonyok udah balik dari luar negeri ya waktunya balik ke rumah," ucap Ily sambil memainkan dada bidang Jeremy yang masih tertutup kaosnya


"Sayang besok berangkat sekolah bareng ya? trus kita naik motor kamu nggak apa-apa?" tanya Jeremy insecure.


"Ah ily kamu pasti nggak pernah sama sekali mencium polusi udara karena princess seperti kamu tidak mungkin dibiarkan terkena udara luar kota Jakarta yang sangat kotor dan menjijikkan."


"No sayang its okay, Im fine tapi aku bawa mobil," ucap Ily lagi sambil masih memainkan dada bidang kekasih tampannya itu.


...Ting.. tong.. Ting.. tong.....


"Sayang kak Lona tuh!" ucap Ily yang sudah tertidur berpelukan hangat dengan Jeremy. Lalu dia pun melepaskan pelukan Johan dan bangun dari tempat tidur berukuran king size itu karena panik.


"Hmmm Mok, ada apa?"


"Kak Lona di depan, gimana nih sayang! aku takut."


"Tenanglah, aku akan menemuinya dulu." Jerry pun meninggalkannya dan mengusap halus puncak kepala kekasih cantiknya itu dan meninggalkannya sendiri di dalam kamar.


...Ting.. tong.. Ting.. tong.....


...Cekk.. klek.....


"Ihh lama banget ngebukainnya, ngapain aja sih lo?"


"Sabar Napa kak!"


"Aahhh gue tahu kenapa Lo lama bukain pintu, itu siapa yang gigit leher Lo hah? Lo nyembunyiin cewek di dalem ya!"

__ADS_1


...DEG...


To be continued..


__ADS_2