
Kantor Kedutaan Besar Belanda
"Mba, mbak Nata tau nggak ada pak camat Viral lo mbak, ternyata dia adalah cowok mbak, ahahhah hot daddy yang dikirim tuhan mampir ke kantor kita langsung mendarat di hati mbak. itu Viral lo mbak, terus mobil mbak yang parkir di rumahnya juga dibawa-bawa mbak."
"Aduh iya aku lupa Ngie harusnya tadi aku pake mobil dia ya ngapain aku pake mobilku sendiri, mana plat nomornya tu wartawan pastu udah catet aduh mati aku!"
"Yahh ketahuan kan udah tinggal bersama?"
"Belum sih tapi bakal tinggal bersama sepertinya, aku juga nggak mau tinggal jauh dari dia."
"Terus-terus mbak siap tenar dong, apalagi mbak juga penampilan dan fisik selebriti banget begini pokonya cocok deh tu berdua pasangan serasi banget top markotop pokonya, aku ngedukung kalian cepetan nikah As soon as possible."
"Amiiinn, yah aku mau penjajakan dulu lah nanti juga aku pengen mampir kantornyalah jam 2 siang gitu abis makan siang."
"Nah ini mbak dibawain bekal cinta juga nih dari hot daddy?"
"Iya aku udah bangun pagi-pagi banget takut ketahuan wartawan soalnya jadinya dia juga langsung sibuk di dapur aku kira ngapain, eh ternyata dia sedang ngebuatin aku breakfast udah gitu, pake ngebuatin banyak menu takut akunya nggak suka, padahal aku ini bulenya kan fisiknya aja lidahnya ya tetep indonesia, hmm ayo Ngie, makan nih bantuin banyak banget nih, atau bagiin ke karyawan lain satpam atau office boy."
"Kalo begini mah aku aja sanggup mbak sushinya, jadi mbak makan sandwichnya ya?"
"Ya ini juga masih banyak tempat bekalnya aja tinggal anak-anak ob (office boy) yang suruh cuci tempatnya."
"Okay mbak siap maaciie buat hot daddynya yang sudah perhatian banget bangun shubuh-shubuh buat masakin yayang Nata."
"Aahahha ya ya Ngie emang aku juga takjub ternyata dia nggak hanya nyiksa aku semalaman tapi juga masih punya hati nurani dengan memasakanku makanan sehat."
"Aahhahaha mbak itu adalah bukti cinta, eh ada lo mbak yang ceweknya cuma disuruh menuhin naf su be jat
nya doang eh lakinya habis manis sepah dibuang, abis begituan ditinggal nggak pake pamit lagi, gimana deh tu perasaan cewenya pasti nyesek banget lo mbak? beruntung nih mbak nemu om-om tampan yang perhatiannya pake banget belum lagi tar makan siang juga, pasti dikirimin lagi."
"Iya dia tadi minta aku chat dia mau makan siang menu apa? gitu katanya padahal ini aja aku masih kenyang banget, bisa-bisa body bentukan gym ku gagal kebanyakan makan mana masakan dia enak lagi."
"Iya mbak hmmm aku sampai nambah-nambah udah abis lima sushi ini mbak masakannya enak banget, aduh aku sampai nggak bisa berkata-kata om tampan nih kaya ahjussi tampan drakor hahahha, beneran serius nih enak banget."
"Aduh Ngie jangan pujii dia terus entar akunya makin melayang, udah tiap malam aku udah di buat melayang hingga langit ke tujuh, sekarang kamu hujani dia dengan pujian, pasti dia sekarang bersin bersin di kantornya hahha."
"Iya pasti mbak, pasti fokusnya buyar karena kebanyakan bersin."
*****
KANTOR KECAMATAN
"Laporan permasalahan kantor kita yang baru mengenai KTP an Ibu Gilbert yang sudah lama sekali tertahan belum juga bisa di cetak sampai sekarang. Usut punya usut ternyata bu Gilbert masih meninggalkan beberapa berkas di kedutaan negara asalnya pak." Ucap Nur Aini saat rapat bulanan yang di pimpin oleh pak camat sendiri selaku pak Camat Kota xxx.
"Lalu Bu Glbert ini apa sudah menyerahkan kartu tanda penduduk sementaranya kepada kedutaan negara asalnya dan kedutaan memberikan berkas resmi pengesahan bu ngilbert sebagai warga negara indonesia, nah berkas itu nanti yang di gunakan sebagai syarat sah pencetakan KTP di sini." tegas Surya pada para karyawannya dalam rapat itu.
"Oh jadi begitu ya pak?" tanya Nur Aini sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda paham.
"Iya sekarang siapa yang sudah mengumpulkan berkas ibu itu tadi? dan dari negara mana dia berasal?"
"Emm negara asalnya yakni Belanda pak."
__ADS_1
DEG
"Hah? Belanda? kebetulan aku sangat merindukannya padahal belum 1 hari berpisah."
"Pak, pak Ardan rindu sama siapa pak? bapak ada kenal seseorang di kantor kedutaan? atau kepala kedubesnya jangan-jangan?"
"Ah nggak Nur, kalo hal semacam ini biasanya bu Gilbert harus mengambil sendiri surat pengembalian QTAS (kartu identitas warga negara asing) untuk tukar dengan KTP.
"Waduh sepertinya berat pak karena bu Gilbert itu janda dan usianya sudah 70 tahun, dia ingin tua dan mati di negeri indonesia tercinta, itu pesannya pak, ya masa aku tega minta beliau mengambil sendiri berkas itu sih?"
"Ya sudah coba aku hubungi seseorang disana yang kukenal, baiklah rapat selesai silahkan istirahat makan siang." ucap Surya yang serius dan tampang dinginnya yang membuat karyawannya sangat takut untuk menanyakan hal lain perihal kenalan Surya di Kedutaan Belanda itu.
*****
Outgoing Call
MY NATA
"Halo mas, mas pasti nanya menu makan siang, aku masih kenyang mas belum laper?"
"Emmm mas mau bilang kangen aja, kalo kamu udah kenyang ya sudahlah."
"Baiklah mas sayang aku masih kerja, ini belum selesai."
"Nata Nata tunggu jangan ditutup, aku mau menanyakan perihal data penduduk yang sudah mengembalikan QTAS nya ke kedutaan tapi dia masih belum menyerahkan berkas serah terima QTAS dari kantor kamu ke kantor aku?"
"Siapa tadi namanya mas?"
"Sure, yah alasan ini lebih baik dari pada aku harus ijin keluar untuk ngurus KTP hilang ya?"
"Tunggu dulu memangnya ada nama itu disana sayang?"
"Yah aku harus nanya ke anak buahku mas, segera aku info ya?"
"Baiklah jangan lama-lama aku sudah kangen kamu?"
"Kangen mau apa?"
"Yah mau minta banyak pokoknya?"
"Minta apa dulu?
"Rahasia."
"Mas ih suka ngegoda aku terus bikin kesel."
"Kesel pengen gi git mas ya?
"Kesel pengen nampol mas."
"Nampol pake su su ya sayang?"
__ADS_1
"Issh selalu menjurus ngomongnya?"
"Sayang mas bilang su su kan belum tentu su su kamu hehehe?"
"Issh genit!"
"Genit kan cuma ama kamu bukan ama yang lain? kali yan lain mas nggak mau ah, maunya ama Nata.."
"Bisa gila aku denger suara se xy mu mas, sshh udah ah,aku tanyakan dulu berkas pesanan kamu ya?
"Nata masih melekat di bi birku kenyalnya pucuk pink cherry kesukaanku yang ada tepat di da da kamu sayang, jangan dulu di tutup."
"Maa aa ss aku ba sah nih jadinya, jangan ngegoda dong, kamu nih yang bikin aku dewasa sebelum waktunya."
"Aahhaha kamu lucu banget sih nanti ki ta bo bo ciang di kamar pribadi mas di ruangan mas ya?"
"A hh mas kan masih kerja?"
Mata keduanya pun seketika berubah menjadi sayu saat berbicara dengan nada penuh de sahan dan le nguhan mesra, membuat sekujur tubuh keduanya menghangat hingga ke relung hati terdalam.
"Mas kan di kantor mana bisa kita ber mes raan mas? mas ada-ada aja deh, nanti kalo kita di grebek bagaimana?"
"Sayang why not kita bukan pasangan selingkuh sayang kita ini seperti pasangan kekasih pada umumnya."
"Baiklah mas sayang nanti kita lakukan semua apa yang mas ingin aku lakukan okay, sekarang aku tanyakan dulu ke anak buahku apa da berkas atas nama tadi yang kita sedang kerjakan di sini."
"Baiklah, see u you soon honey, mmuu aahh.'
"Yah, see you as soon as possible, mmm uuahh."
Call Ended
Anak buah Natalie pun harus menyaksikan atasannya berciuman dengan benda mati yaitu ponselnya karena membalas cium jauh dari om om tampannya tadi.
"Selamat siang bu untuk berkas atas nama Wilhelmina Gilbert sudah lama tidak diambil-ambil oleh beliau oleh bu Gilbert yang bersangkutan bu."
"Coba lihat usianya berapa?"
"70 tahun bu."
"Ya tuhan RIdwan ya seharusnya kamu lapor dong kalo ada hal seperti ini, tidak mungkin beliau bisa mengambil berkasnya ke kantor kita, beliau masuk dalam kategori lansia lo? bagaimana bisa kamu membiarkan hal seperti ini tersimpan di lacimu sampai beranak!"
"Oh god apabila ada case macam ini lagi terjadi di kantor kita mohon maaf sekali aku akan memberikan sanksi tegas bagi pelakunya."
"Baik bu Natalie saya mohon maaf yang besar-besarnya atas keteledorasn saya."
"Ya sudah kamu boleh kembali, dan kamu kamu kamu," Natalie pun menunjuk siapa saja disana yang turut menyaksikan kejadian tadi harap di ingat baik-baik kalau kalian yang mendengar hal ini turut melakukan kesalahan seperti ini, lebih baik kalian langsung aku pecat dengan tidak terhormat."
Ke lima anak buah Natalie yang berdiri di hadapannya pun serempak menjawab.
"Baik bu Nata siap laksanakan!"
__ADS_1
To be continued..