TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Mundur Alon-alon


__ADS_3

"Hmmm iya aku mau di kenalin lebih baik kita cepat menikah." ucap Natalie yakin sekali dengan keputusannya bahwa dia sudah mantap untuk memilih Surya sebagai calon suaminya. Om tampan yang sudah berhasil membuat tu buahnya meremang siang dan malam itu pun sukses membuat Natalie mengambil keputusan penting dalam hidupnya untuk pertama dan untuk terakhir kalinya.


"Benarkah aku nggak salah dengar kan sayang?"


"Ehek ehek hiks iya mas aku mau menikah Ama kamu?"


"Beneran?"


"Ya udah sekarang jangan membelakangi mas dong aku ingin melihat wajah cantik calon istriku ini hmm?"


"Ehek ehek hiks." Lalu mereka berdua berciuman lama sampai saling me ***** me nyes sap me resapi perasaan yang mendalam antara keduanya hingga tak terkira nikmatnya.


"Mass di rumah aja?" Natalie pun mengajak Surya untuk pulang ke rumahnya saat ciu man Surya mulai semakin menuntut lebih dalam, apalagi kepalanya sudah mulai mengendus ke bagian tu buh sensi tif Natalie.


"Ya sudah ayo," tutup dulu sayang kancing kemeja kamu aku tidak boleh menyu su jadinya kan?"


Natalie pun menggelengkan kepalanya sambil tangannya menggenggam erat tangan om tampan itu lalu segera keluar dari ruangannya dan menuju ke mobil Natalie yang terparkir di pelataran kantor kecamatan itu.


"Tunggu sayang bentar ya?" Surya pun semakin lembut memperlakukan Natalie yang tadi sangat ingin sekali meninggalkannya karena kesalahpahaman yang tidak pernah dia sangka-sangka akan begini jadinya. Surya pun menuju ke tempat tunggu Parto sejenak..


"Parto sampai ketemu besok ya di rumah."


"Ehem ehem ya pak.. ehem selamat menikmati malam indah bersamanya ya pak?"


"Sembarangan kamu!"


"Ayo sayang." ajak Surya pada kekasih cantiknya yang sudah menunggunya dengan sabar sambil mengetuk-ngetukkan sepatu high heelsnya ke lantai.


Mereka berdua pun saling bergandengan tangan dengan Natalie sudah memakai kaca mata hitamnya untuk menutupi matanya yang sembab sambil tangannya mantap di genggam erat oleh om tampan sang camat ke dalam mobilnya yang terparkir di pelataran parkiran kantornya.


Masih saja Karyawannya yang melotot melihat pemandangan indah pasangan serasi itu mengendarai mobil mewah milik Natalie semakin membuat keduanya bagai pasangan selebritis yang siap untuk road show promo film terbaru mereka.


*****


"Tuh lihat tuh lihat ya ampun serasi banget baru kali ini aku ngelihat Pak Ardan memiliki pacar ya guys selama bertahun-tahun selalu menyendiri dan terakhir ada yang deketin dia juga dia tidak pernah peduli. Ternyata pilihannya yang bentukannya seperti ini. sangat tampan dan sangat cantik barulah Pak Ardan mau dan jatuh cinta pada gadis itu."


"Kalau cantiknya biasa-biasa aja mah nggak bakalan dilirik ternyata cantik dan seksinya harus seperti itu guys wow."


"Iya tuh gua mah nggak ada apa-apanya ama tuh cewek yah mundur alon-alon guys dari pada sakit hati."


🚘

__ADS_1


🚘


🚘


"Kita dinner dulu ya sayang." saat Surya akan membelokkan mobil itu menuju ke restoran untuk mereka berdua makan dulu di tempatnya ternyata Natali menolaknya karena Natali sudah lelah dan sangat ingin sekali bercengkrama dengan Surya saat ini.


"Mas kita beli makanan online aja ya Aku udah capek tadi nyetir dari kantorku ke kantormu lumayan padat banget deh. Jadi kita makannya di rumah aja ya."


"Emang nggak laper apa diet?"


"Nggak sih nggak seberapa laper juga pengennya makan kamu mas bukan makan makanan."


"Aw Aw Aw mas jadi takut, takut ketagihan di makan kamu sayang!"


"Bukannya udah ketagihan mas?!"


"Iya ketagihan aroma tu buh kamu yang memabukkan sayang."


Sesampainya di rumah kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu pun langsung saja membuang semua atribut yang menempel di tubuh keduanya ke sembarang arah walaupun itu ada di ruang tamu beruntung korden dan skala tirai yang ada di sana sudah tertutup rapi sehingga keduanya pun bisa beraksi melakukan segala kegiatan yang mereka sukai akhir-akhir ini saat mereka dipertemukan.


Tanpa batas Mereka pun sudah melakukan hal-hal yang mereka inginkan dengan Natalie yang sudah tidak memakai sehelai benang pun begitu pun juga Surya Surya kemudian membopong saja tubuh gadis cantik itu ke kamar yang pernah mereka pakai di ruang tamu lantai 1.


Karena nafsu dan gairah yang sudah ada di ubun-ubun membuat keduanya lupa diri dan daratan sehingga kegiatan enak-enak itu pun dilakukan tanpa memikirkan apapun lagi.


Surya pun langsung saja menghunuskan senjata kanuragannya menusuk menghujam maju mundur hingga sang punya lubang pun menengadah kan kepalanya ke atas saking nikmatnya pergumulan itu hingga membuatnya mendesah dan melengkung hebat.


"Maasss aku suka."


"Suka sayang?


"Suka sekali."


"Sangat suka."


"Sungguh ini nikmat sekali mas."


"Ahhaahha ya baguslah, nanti mas kasih 10 ronde ya?"


"Emang mas kuat? ingat umur ya, ingat pinggang mas encok, rematik."


"Ahahaha sorry ya meskipun mas udah 50tahun tapi kejantanan 35 tahun sayang." sambil masih maju mundur mereka pun berbincang-bincang sambil mata keduanya sayu saking terang sangnya adegan itu lalu Surya pun tidak lupa memberi lu mat an ke pucuk pink yang sangat menggoda iman hingga Natalie pun semakin berteriak hebat.

__ADS_1


"Ya sayang teriaklah kalo di rumah kita tidak akan ada yang peduli lagi walau kamu men Des sah me lenguh keras hingga berteriak keras tidak ada yang akan mendengarkannya disini kita bebas berkespresi.


Lalu keduanya pun mendapatkan pelepasan bersama-sama dan berteriak bersamaan dengan sangat keras.


"Sayang sekarang yah aku telpon anak-anak agar dibuat acara untuk kita perkenalan secara resmi."


...BLUSH...


"Kok menunduk gitu coba lihat kamu merona gitu sih lucu banget sayang."


"Udah mass cepet telpon?"


"Okay?"


...Outgoing Call...


Putri dan putraku


"Halo."


"Halo sayang putriku dan putraku semua."


"Ya pah? ucap Jeremy menjawab panggilan telpon malam itu


"Halo pah pasti Ama calon mama kita?" ucap Lona menggoda papanya yang pasti sedang bergumul dengan calon mama tirinya.


"Iya sayang papa Ama calon mama kalian, kapan kalian bisa nyempetin untuk bertemu dengan kami akan memperkenalkan calon mama tiri kalian?"


"Hari Sabtu boleh pah." jawab Jeremy lantang


"Boleh aku ngikut aja hari Sabtu boleh Pah."


"Sayang kamu bisa hari Sabtu?"


Natalia yang masih merona dan malu-malu akhirnya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui acara perkenalan itu diadakan di hari Sabtu malam."


"Baiklah untuk tempatnya nanti papa akan mengumumkan ke kalian pokoknya harinya hari Sabtu malam untuk tempatnya nanti papa akan disusulkan tepatnya di mana oke?"


"Yeyyeyee selamat ya pah." ucap Lona dan Jeremy pun ikut bertepuk tangan.


...Call Ended.....

__ADS_1


To be continued


__ADS_2