
...🌁Pool and Bar Cafe XXX...
"Selamat makan." ucap Natalie kepada Surya karena hidangan yang mereka pesan sudah siap untuk disantap.
"Selamat makan juga nona."
Natalie pun terlebih dahulu meminum mocktail yang sudah dia pesan. Natalia yang tidak pernah sedikitpun meminum minuman yang beralkohol sebelumnya merasa pusing hanya dalam seteguk saja. padahal jelas-jelas tadi Natalia memesan mocktail dengan free alkohol di sana tetapi mungkin yang tadi salah mendengar dan menyajikan mocktail dengan kandungan alkohol di dalamnya.
45 menit kemudian Surya terlihat sudah memakan habis steaknya steak di piring Natalie yang masih belum habis karena pusing yang dideritanya lumayan membuatnya tidak bisa berkonsentrasi untuk makan padahal kondisi perutnya yang sudah keroncongan.
"Nona apakah anda baik-baik saja sepertinya anda dari tadi memegang kepala anda terus-menerus apakah Nona pusing?"
"Maaf sepertinya waiternya salah mengantar mocktail dengan alkohol padahal saya tadi memesan mocktail non Alkohol.
"Oh enggak sepertinya Nona memang butuh tumpangan, Di manakah alamat nona saya tidak tega melihat nona pulang sendiri."
"A h tidak apa-apa mas saya bisa nyetir sendiri kok saya sudah terbiasa mengalami pusing."
Outgoing Call
Parto Driver
"Halo ya pak camat."
"Halo Parto bisakah kamu masuk ke dalam Cafe sebentar."
"Baik Pak saya akan masuk."
...Call Ended.....
"Sebaiknya Nona saya antarkan pulang mana kunci mobil nona serahkan kepada saya, saya antarkan Nona pulang sekarang, mas tolong billnya." perintah Surya kepada waiter yang berjaga di sekitaran tempatnya duduk.
__ADS_1
Kemudian waiter itu pun bereaksi dengan menganggukkan kepalanya lalu pergi menuju ke kasir untuk meminta bill pada meja yang ditempati oleh Surya dan Natalie tersebut.
Setelah Surya menyelesaikan pembayaran makan malam tersebut Surya pun mengajak Natali untuk menuju ke mobilnya dan terlebih dahulu membopong Natalie untuk duduk di tempat duduk penumpang di sebelah supir.
"Maafkan aku mas karena aku sudah merepotkan Aku tidak tahu tadinya aku hanya ingin mencicipi mocktail itu karena segar dan rasa buah yang dapat mengimbangi prasasti daging yang sedikit berlemak ternyata yang aku terima bercampur dengan alkohol yang membuatku pusing seperti sekarang."
"Alamatmu di mana nona?" tanya surya yang akhirnya mengganti obrolannya dengan logat yang sedikit informal agar lebih akrab.
"Di jalan xxx, Maaf rumahku mungkin sangatlah jauh dari rumah mas."
"Tidak apa wanita dalam keadaan seperti ini sangat bahaya sekali kalau harus menyetir, Masa sih aku tega membiarkanmu pulang sendiri dalam keadaan seperti ini."
satu jam kemudian sampailah Surya lingkungan tempat mention Natalie berada tetapi Natalia yang sudah tidak sadarkan diri dan tidak bisa dibangunkan lagi membuat Surya dengan mengucapkan permisi terlebih dahulu membuka saja tas Natalia yang terdapat di sana Lalu dilihatnya alamat lengkap Natali pun yang sesuai dengan ktp-nya berbeda dengan alamat sekitar tempat tinggalnya saat ini. menyelimuti diri Suriah saat ini saat mau dibawa ke mana Natali sekarang juga sedangkan alamat yang diberikan oleh Natalie tidak jelas.
tidak mungkin juga untuk Surya menanyakan ke security sekitar alamat itu di mana tempat tinggal Natali berada jadi mau tidak mau Surya dengan sangat terpaksa membawa Natali kediamannya di alamat yang berbeda yang masih berjarak sekitar 30 km dari kediaman Natali. akhirnya dengan terlebih dahulu memberitahu Parto untuk membawa pulang mobil dinasnya dan bertemu di kantor saja besok.
Surya memutuskan untuk membawa serta Natalie bersama mobilnya ke kediamannya dengan berat hati.
Tampak sekali bahwa memang Natalie tidak pernah bergaul dengan dunia malam sebelumnya terbukti sedikit saja dia mencicipi minuman yang beralkohol reaksi yang diterima oleh tubuhnya sangatlah berlebihan yaitu dia langsung pusing dan tidak sadarkan diri saja minuman beralkohol tersebut diminumnya tadi.
Setelah sampai di pelataran rumahnya Surya pun dengan hati-hati menurunkan tubuh mungil dan ramping Natalie dan menggendongnya ala bridal style lalu membawanya ke ruang tamu yang tidak pernah ditempati sama sekali sebelumnya oleh siapapun, dikarenakan setelah perpisahannya dengan Sinta, Surya membeli rumah itu untuk di tempati sendiri karena anak-anaknya pun tidak pernah sekalipun datang mengunjungi Surya di rumah barunya itu.
Surya pun merebahkan lagi tubuh mungil nan ramping Natalie di tempat tidur berukuran queen size di kamar tamunya itu. Lalu saat hendak pergi Natalie pun mengigau dan menarik saja tubuh tegap Surya hingga tak sengaja menindih tubuh Natalie hingga dada sintal Natalie pun tertekan oleh himpitan dada Surya.
DEG
...Ya tuhan apa yang sudah gadis ini lakukan padaku oh Tuhan apakah harus secepat ini perkembangan hubungan kita, padahal kita baru di pertemukan siang hari dan sekarang perkembangan hubungan kita yang terlampau cepat hingga harus tidur seran jang seperti ini....
...Tidak tidak ini tidak boleh terjadi, tapi mengapa gadis ini memelukku begitu erat hingga kepalaku terbenam di dadanya seperti sekarang....
"Natalie Nat Natalie."
__ADS_1
"Hmm jangan pergi Jo, Johan jangan pergi," ucap Natalie saat Surya hendak berpamitan dan meninggalkan Natalie sendiri di dalam kamar tamu itu.
"Johan sepertinya gadis ini masih tidak bisa melupakan cintanya kepada pria bernama Johan." gumam Surya pelan di dalam hatinya.
"Baiklah Nat sebaiknya kamu tidur tenangkan dirimu dan rileks lah aku akan meninggalkanmu beristirahatlah." pamit Surya pada Natalie yang masih saja terpejam dan mengigau memanggil nama pria lain yang tentu saja bukan Surya yang baru saja di kenalnya hari ini.
"Nggak Jo jangan pergi." Pinta Natalie dengan menarik tangan Surya dan akhirnya Surya pun mengalah menemani Natalie sampai Natali tentang kembali.
"Baiklah aku akan menemanimu sampai kamu tertidur pulas sekarang tidurlah."
Visual Natalie yang se xy dan menggoda iman para pria matang yang memandangnya.
Lalu karena lelah surya yang tidak sempat berganti baju dinasnya pun akhirnya tidur juga dengan memeluk erat tubuh mungil Natali yang juga masih memakai baju kerjanya di hari itu.
03.00 pagi keesokan harinya.
Natalia akhirnya tersadar dan terbangun di dalam pelukan pak camat tampan yang dikenalnya selama kurang lebih 10 jam itu. Natalie merasa sangat nyaman dalam pelukan seorang pria yang sangat wangi alami karena parfum mahalnya membuatnya semakin nyaman berada di pelukannya. lalu Natali pun perlahan-lahan membuka matanya dan terkejut setengah mati.
"Hah? mas Ardana dimana aku?" nada bicara Natali pun dinaikkan satu oktaf karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. Natalie terbangun dalam pelukan om-om tampan yang dikenalnya belum ada sehari itu. karena teriakan yang tidak begitu keras dari Natalie itu pun akhirnya membangunkan surya yang juga tertidur lelap dengan mendekat erat tubuh mungil dan ramping milik Natali.
"Oh maaf maaf aku tidak sengaja tidur denganmu dengan memelukmu seperti itu karena tadinya aku ingin meninggalkanmu sendiri di sini tetapi kamu menarikku Dan Kamu memanggil seorang pria bernama Johan Johan dan akhirnya aku yang lelah lalu tidak sengaja tertidur juga di sini."
...DEG...
"Hah?! aku memanggil nama Johan?"
To be continued
__ADS_1