TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN

TERJEBAK GAIRAH MONSTER TAMPAN
Wedding Day


__ADS_3

...🌁Madam Cindy Colection Boutique...


"Apa-apaan ini kenapa kamu bersama Kimberly di sini kakak kan sudah bilang Kimberly itu sudah dijodohkan dengan lelaki lain kok kamu masih masih aja sih bertemu dengan Kimberly apalagi di butik tempat fitting baju pernikahan kakak." Alona yang memergoki Jeremy sedang berada di dalam fitting room bersama Kimberly yang tadinya akan beradegan dengan ber ciu man mesra di dalam fitting room itu.


"Sssttt sayang diamlah Apa kamu nggak sadar Madam Cindy desainer terkenal itu adalah mamanya Kimberly!" Ronald pun menaikkan suaranya satu oktaf karena Alona dirasanya sudah sangat keterlaluan pada Jeremy dan juga Kimberly.


"Iya tuh Kak Ronald, Kak Lona nggak sadar apa dari awal tuh Madam Cindy kan memang mamanya Kimberly, Jadi jangan salahin dong kalau aku harus ketemu dengan Kimberly di sini." bentak Jeremy dengan tetap menggenggam erat tangan kekasih cantiknya itu sekaligus Kimberly yang sudah tampak menangis dengan menundukkan kepalanya dan masuk di dekapan kekasih tampannya.


"Maafin ily Kak Ily juga nggak janjian kok ama Jeremy kita tiba-tiba ketemu di sini dan aku hiks hiks maaf kak, tolong rahasiakan ini dari mami karena mami nggak tahu kalau aku dan Jeremy saling mengenal."


Begitulah singkat cerita akhirnya dengan keterpaksaan yang sangat dalam Alona pun mengizinkan Kimberly untuk datang di acara pernikahan pribadinya.





Hari itu sangat sakral sekali karena mempelai berdua sudah sangat serasi sekali dengan wedding gawn dan tuksedo warna hitam yang sangat cocok sekali di tubuh tegap Ronald Rahadiningrat. Tampak rona kesedihan di wajah Lona karena sangat di sayangkan kedua orang tuanya tidak bisa hadir dalam upacara pemberkatan pernikahan private tersebut dengan merahasiakan hal ini dari wartawan media online.

__ADS_1



Lona yang sudah siap dengan gaun cantiknya bersiap-siap untuk memasuki pelataran gereja untuk diberkati di depan pendeta.


Johan pun sudah tampak tampan menunggu kedatangan sang calon istrinya untuk bergandengan tangan bersamanya Mama pagi biduk rumah tangga yang akan dijalani sebentar lagi.


Sang fotografer pun sudah siap merekam secara live untuk dihubungkan dengan sambungan video call jarak jauh dengan Sinta dan juga Surya yang sedang berada di Jerman untuk pengobatan cinta. tak lupa William pun juga bersama-sama dengan Sinta dan Surya turut melihat dan melepas sahabatnya yang akhirnya mengakhiri masa lajangnya selama 100 tahun masa hidupnya.


William sangat berharap bahwa memang benar Alona lah jodoh yang diciptakan untuknya. Karena jawaban dari hal itu memang belum pasti adanya. Johan masih saja berubah di 3 bulan pertemuannya dengan Cynthiara Alona calon istrinya yang sangat mencintainya dengan tulus.


Memang dalam kenyataannya Johan sudah menunjukkan kemajuan yang sangat pesat di saat kekuatannya saat menjadi monster dapat dikendalikan jika dalam posisi Alona ada bersamanya.


"Restui Johan juga pah mah agar Johan bisa menjadi pendamping hidup Lona satu-satunya sampai maut memisahkan kami berdua."


Ucap Lona dan Johan pada Sinta dan Surya dari panggilan video call yang sudah disambungkan ke layar proyektor sehingga pendeta dan para tamu undangan yang diikuti oleh kerabat terdekat sahabat asisten dan juga Jeremy serta Kimberly yang tampak hadir dengan gaun cantik serta tuksedo yang sangat cocok dipakai oleh Jeremy dan Kimberly.


"Ya nak Mama selalu merestui kalian berdua bahkan sebelum kalian sampai seserius ini pun Mama sudah berharap bahwa Ronald adalah pasangan hidupmu kelak. semoga kalian berdua langgeng sampai mau memisahkan kalian sampai kalian bertemu lagi di surga."


"Ya ya Lona, Ronald papa merestui kalian berdua jangan sampai nanti terjadi perpisahan seperti kami mulailah saling mengalah apabila ada perselisihan dan perbedaan pendapat Di Antara kalian jangan sampai satu sisi merasa lebih dirugikan daripada sisi yang lain. berjalanlah seimbang sejajar tentunya sebagai kepala rumah tangga Ronald harus lebih menopang lebih melindungi tanggung jawab ada padamu tanggung jawab ada di punggungmu jangan sampai itu semua terlepas dari genggamanmu.

__ADS_1


Suami adalah sosok pelindung pengayom penyayang yang bisa menggiring keluarga kalian menuju ke tempat yang keluarga kalian impikan dalam menyongsong masa depan bersama. jadikan Alona sebagai pelabuhan terbaik dan terakhirmu sehingga tiada lagi kebimbangan yang ada hanya keyakinan serta mantap menjalankan rumah tangga yang saling setia tidak mudah goyah oleh guncangan dan godaan apapun juga.


Terpaan angin dan serangan ombak akan selalu silih berganti menghadang jalan kalian tugasmu sebagai penopang pengayom dan pelindung yang dengan mudah dapat menghempaskan semua halangan itu hingga dapat terlewati hanya dengan sekejap mata.


Sebagai istri juga harus bisa selalu mendukung langkah suami, selalu menemani kemana langkah kakinya pergi, membuatnya nyaman seakan menemukan rumah walau kemanapun pergi tetap akan selalu kembali kepadamu yang adalah pelabuhan terakhirnya. Maka dari itu jangan cemburu berlebihan jangan tiba-tiba marah curiga dan cemburu yang hanya bisa memperkeruh suasana saat suami pulang dalam keadaan yang memprihatinkan seperti mabuk misalnya.


Jangan buru-buru terprovokasi oleh keadaan yang belum tentu benar. Hadapi semuanya dengan kepala dingin belum tentu yang kalian lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Cari bukti yang konkret niscaya rumah tangga kalian akan tahan serangan badai topan lesus dan tsunami sekalipun.


Setelah itu pendeta pun segera mengesahkan pernikahan yang sangat menguras air mata itu dengan lugas dan cepat.


Lalu..


ke-10 bodyguard Johan terlihat kesulitan menghalau 20 orang berpakaian hitam dan bertopeng menghancurkan segala yang ada di sana dan menyerang bodyguard Johan satu persatu dengan begitu mudahnya.


Karena banyak saksi mata Johan pun terpaksa menyerahkan diri dan tidak bisa melawan Johan pun dibekuk dengan mudah oleh musuh.


"Menyerah lah Ronald Rahadiningrat atau kami akan membunuh istri cantikmu dan juga saudara kandungnya serta kekasih cantiknya ini hahaha."


DEG

__ADS_1


To be continued


__ADS_2