
"Se Mok?"
"Jerry!" Kimberly yang sudah tak kuat lagi menahan rindu langsung saja memeluk erat tubuh tegap Jeremy dengan melingkarkan kedua tangannya di leher bidang pujaan hatinya itu lalu pelukan itu pun dibalas pula oleh Jeremy dengan begitu hangat.
Lalu Jeremy yang mengetahui kalo didepan ada Arman langsung memberi tanda pada Arman 🙏 sebagai ucapan terimakasih.
"Se mok, kamu kok bisa kemari?" Jeremy kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh mungil gadis cantik itu dan mulai menginterogasinya.
"Aku.. aku kangen ama kamu, maaf tapi hari ini orang tua aku ke luar negeri jadi aku bilang ke bi asih kalo aku nginep di rumah Lona gitu deh, jadi boleh nggak aku menginap?"
"Mok, gimana kalo kak Lona tahu kamu kemari?"
"Ya sembunyiin aku kan beres!"
"Terus kamu kok bisa lepas dari pengawasan bodyguard kamu?"
"Hmm iya aku tadi diantar ke rumah Nora am si Bendot ya gitu deh terus aku naik taxy kemari."
"Sem ok kamu nakal banget sih!" Jeremy pun dengan gemasnya memencet saja hidung mancung Kimberly karena gadis cantik yang selalu membuat hari-harinya lebih berwarna itu sudah menjawab semua Teka teki yang sempat ditutup tutupi oleh Lona saat Jeremy baru terbangun dari tidur panjangnya.
"Jer, aku nanti tidur dimana?" tanya Kimberly kemudian karena dilihatnya di appartment mewah Lona terdapat empat kamar tapi yang terisi tempat tidur hany dua kamar saja.
"Maaf tapi sepertinya kita harus sekamar karena aku nggak mau kamu tertangkap oleh kak Lona kalo sampai berpisah dari aku."
...BLUSH...
"Hmmm tapi di larang ***** - ***** in aku ya? aku kan belum cukup umur." Sambil menahan malu di wajah cantiknya Kimberly pun menarik narik ujung dressnya dengan gerakan memutar setengah lingkaran dengan menyembunyikan berbagai cara wajah meronanya.
"Yeee sembarangan! tar aku tidur di sofa kamu tidur di tempat tidurku." ucap Jeremy sambil mengetuk kening mulus gadis cantik itu yang bicaranya sudah mulai melantur.
"Lalu bodyguard kamu yang satu lagi? emangnya nggak ngikutin kamu lagi?" tanya Jeremy ragu-ragu.
"Oohh kan dia udah di tangkap oleh polisi kemarin siang di sekolah."
"Ohh iya kira-kira siapa yang melaporkannya?" tanya Jeremy sambil meletakkan back pack Kimberly untuk di simpannya di dalam mini walk in closet tempat baju-baju Jeremy di simpan.
"Kamu beneran nggak tahu apa pura-pura nggak tahu?" tanya Kimberly sambil mengerutkan kedua alisnya hingga tersambung sempurna.
"Iya beneran aku nggak tahu, siapa sih bilang dong?" tanya Jeremy sambil keduanya duduk bersebelahan di sofa kamar mewah Jeremy.
"Okay aku akan kasih tahu tapi ada biayanya!"
"Ya sudah berapa biayanya Mok?" tanya Jeremy semakin penasaran.
"Biayanya cium." Kimberly yang merasa Jeremy juga memiliki perasaan yang sama dengannya pun memberanikan diri untuk memulai memberikan jalan untuk Jeremy agar mereka bisa semakin dekat dan menjadi sepasang kekasih. Kimberly pun memejamkan kedua matanya dan memon yongkan bibir mungilnya sampai lima centimeter tapi tetap menggoda.
"Ya udah nih, cup, sekarang jawab pertanyaanku?"
"Ye nggak itu salah sasaran tadi kan di pipi?"
__ADS_1
"Kasih disini stempelnya!"
"Dimana?"
"Di sinilah!" Kimberly pun memonyongkan mulutnya kembali sambil memejamkan matanya.
"Igh genitnya gadis ini cup." Jeremy lalu mengecup bibir merah Kimberly satu detik saja.
"Issh genitnya juga cuma sama kammmppfghh hmmppff!" Jeremy pun tak kuasa menahan hasratnya saat sudah mencicipi lembut dan halusnya bibir mungil Kimberly lalu memutuskan untuk berlama lama melesatkan ciuman lamanya ke bibir Kimberly lagi. Jeremy pun mulai memasukkan Li dahnya kedalam bibir merah gadis cantik itu yang sepertinya baru pertama kali mendapatkan ciuman pertamanya hingga tidak bisa.mengatur oksigen yang masuk kedalam mulut dan hidungnya saking dalam ci uman Jeremy itu.
"Ambil nafas Mok," lalu mata keduanya pun berubah menjadi sayu saling memandang lekat wajah satu sama lain dengan nafas yang sudah memburu bagaikan habis berlari keliling lapangan sepak bola.
"Kamu sudah mengambil habis ciuman pertamaku?"
"Benarkah yang barusan ciuman pertama kamu?"
"Pantes!"
"Issh, kamu diam-diam menghanyutkan banget sih Jer, jangan bilang kamu udah punya cewek? isshh aku benci kamu." Kimberly curiga kalo Jerry pasti menyembunyikan pacarnya selama ini karena ciumannya yang begitu lihai dan ahli. Kimberly pun memukul mukul dada bidang Jerry karena merasa tertipu oleh wajah tampan dan bijaksananya.
"Heii stop! hentikan Mok, aku nggak ada pacar! lalu apa yang membuat kamu menyimpulkan kalo aku punya pacar?"
"Kamu lihai sekali berciuman pasti kamu sering praktek kan?"
"Sok tau!" Jeremy pun menyentil lagi kening mulus Kimberly karena tebakan Kimberly itu salah besar.
"Itu naluri laki-laki Mok, a hh gitu aja pake di jelasin!"
"Hmmm kalo memang karena naluri, berarti kamu sayang ya? kamu sayang nggak sama aku?" tanya Kimberly lagi sambil mengalihkan tubuhnya memutar hingga membelakangi Jeremy sambil tersenyum tersipu malu.
"Hmm mau tau?" Jeremy pun berpindah duduk di sandaran tempat tidurnya dan mengajak Kimberly untuk berpindah ke tempat tidur berukuran king size itu.
"Mau apa sih?" tanya Kimberly penasaran.
"Sinih." sambil menyuruh gadis cantik itu untuk diatas pangkuannya dan menepuk nepuk permukaan pahanya agar gadis cantik itu duduk diatas pangkuannya sambil wajah keduanya saling berpandangan.
"Mau tau nggak perasaan aku yang sebenarnya? aku sangat menyayangi kedua wanita ini."
"Ini lihatlah kalung ini bukalah liontinnya." Kimberly pun membuka saja liontin kalung itu dan alangkah terkejutnya Kimberly saat melihat foto kedua wanita yang berjejer di dalam liontin itu adalah salah satunya adalah foto dirinya. Kemudian Kimberly pun tak kuasa menahan air matanya saat kecurigaannya selama ini yang menganggap Jeremy sangat membenci dirinya adalah salah besar, ternyata Jeremy selama ini juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Hikss, aku nggak nyangka hiks, ternyata kita memiliki perasaan yang sama selama ini, aku nggak nyangka sama sekali, karena selama ini tuh kamu cuek banget Ama aku hiks, srooot srooot." Kimberly pun tak kuasa menahan derasnya air matanya yang luruh membasahi pipi mulusnya hingga suara hi Sapan ingus Kimberly pun tak terasa menji jikkan di telinga keduanya.
"Thanks so much ternyata cintaku berbalas, hiks."
"Udah dong Mok jangan cengeng kamu makin jelek tuh ingusnya keluar semua, nih tisue."
...Srooot srooot...
Kimberly dengan tingkah kon nyolnya segera membersihkan ingusnya yang membahana memenuhi hidung mancungnya.
__ADS_1
"Mau ciuman lagi?" tanya Jeremy menawarinya.
"Igh kok pake nanya sih? Kan nggak seru aja kalo harus ijin dulu."
"Lalu maunya to the point ya! baiklah Hmmmpphhhff hmmppffhh hmmppff."
"Sshhh J e e e r a a hh." Kimberly pun melingkarkan lagi kedua tangannya ke leher bidang calon kekasihnya itu dan mulai ber ci uman lagi kali ini lebih panas dan lama dari ciu man yang pertama yang penuh dengan percobaan tadi.
tangan Jeremy yang katanya mendalami peran dengan nalurinya mulai meraba ke sekeliling tubuh Kimberly bagian belakang mencari sesuatu yang mengait di pertengahan punggungnya yaitu pengait br a milik gadis cantik itu.
"Tunggu kita ini apa?" tanya Kimberly sekali lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Jeremy tidak main-main dengannya.
"Kita sepasang kekasih Mok, masih nggak yakin?" tanya Jeremy gemas karena Kimberly yang masih saja tak peka padahal mereka berdua sudah melewati batas-batas aman yang di lakukan oleh pelajar SMA seusia keduanya.
...Blush ...
"Oh ya sshh ya sudah."
"Jadi boleh?"
"Hmmm." Kimberly memberi isyarat lampu hijau dengan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
lalu pertikaian Li dah itu pun berlanjut dengan di selingi tangan Jeremy yang melesat masuk kedalam dress Kimberly dari kancing atasan yang sudah di bukanya lagi lalu di bukannya kaitan br a yang sudah menjadi pengganggu has rat liarnya untuk segera memberikan pelayanan yang terbaik untuk kekasih cantiknya itu.
"Hmmm bentuknya secantik pemiliknya." puji Jeremy pada kekasih cantiknya itu sesaat setelah berhasil membuka kaitan br a dan terbukalah pa yu da ra sin tal.milik kekasih cantiknya itu hingga Puti Ng pink yang sudah menegang itu pun di beri hisa pan lembut dan ji latan penuh gaa irah membara.
"Aww jangan di gi git ssshh aww hmm."
"Sakit ya? ya sudah aku tidur di sofa dan kamu tidurlah Disni Hmmm, aku nggak akan ganggu kamu tidurlah yang nyenyak Mok."
"Hmmm nggak sakit tapi aku jadi ingin lebih dari sekedar ini dan ini." Kimberly dengan mata nya yang masih sayu menunjuk titik sensitif yairu bi bir dan payu da Ra sintalnya lalu turun lagi ke hidangan utama.
"Kamu mau?" tanya Jeremy to the point.
"Hmmm, iya aku penasaran bagaimana rasanya." Gadis cantik yang ingin merasakan ber cinta di usia dini itu tidak di turuti oleh Jeremy melainkan Jeremy hanya ingin membuatnya keenakan saja untuk saat ini entahlah untuk keesokan hari atau tahun depan Jeremy tidak janji akan bisa menahan has Ratnya atau tidak.
"Baiklah aku lepas yang ini Hmmm," Jeremy pun melepas celana da lam hello Kitty yang terpampang nyata di dalam dress branded yang di pakai oleh gadis cantik pewaris tunggal tejakusuma grup itu.
"Sshh A a hh." lengu han yang sesungguhnya keluar setelah kaki jenjang Kimberly di lebarkan selebar lebarnya agar akses li dah Jeremy dapat leluasa menari nari disana dan tidak menyakiti lu bangnya untuk pertama kalinya.
"Enak?" Tanya Jerry lagi dengan senyuman yang menanti anggukan kepala kekasih cantiknya itu bahwa dia juga merasakan keenakan setelah li dah Jeremy menari-nari di va gi na kekasih cantiknya itu.
"Ehem banget, nik mat sekali, aww kenapa si gig it kan sakit ssshhh Aww sshhh enaknya." Kimberly pun semakin membenamkan bib ir Jeremy yang sudah bertemu dengan bibir bawah kekasih cantiknya itu yang masih ber Bu lu leb at karena belum pernah terjamah sama sekali lalu..
Ting.. tong.. Ting.. tong..
...DEG...
To be continued
__ADS_1